Suasana Gedung Parlemen Irak yang Dikuasai Demonstran

1 Mei 2016 - 00:09

Menurut Kantor Berita ABNA, ratusan pendukung  Moqtada al-Sadr menyerbu 'Zona Hijau' dan menguasai gedung parlemen, Sabtu (30/4) setelah parlemen gagal bersidang untuk melakukan voting perombakan pemerintahan.

Para demonstran yang sebelumnya berkumpul di luar gedung dengan penjagaan ketat, menyebrangi jembatan sungai Tigris dengan meneriakan, "pengecut melarikan diri!" sebuah sindiran kepada anggota parlemen yang meninggalkan gedung.

Seorang penjaga mengatakan belum sempat mengeledah para demostran yang kadung memasuki gedung parlemen. Sekira 10 orang penjaga bersenjata yang setia terhadap Sadr terpantau melakukan pengeledahan terhadap para demonstrans, sementara petugas keamanan pemerintah bersiaga ditemani anjing pelacak bom.

Para demonstran mengibarkan bendera Irak sambil berteriak "Damai, damai!". Beberapa orang berdiri diatas pagar beton pembatas 'Green Zone'. Ribuan demonstrans lainnya tetap berada di gerbang.

Pendukung Sadr pernah menguasai beberapa bagian kota Baghdad dan membantu mempertahankan ibukota dari serangan ISIS.

Beberapa minggu belakangan mereka terus berdemonstrasi di luar gerbang Green Zone, menjawab panggilan pemimpin mereka untuk menekan parlemen agar merombak pemerintahan.

Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi, menginginkan pengantian beberapa posisi menteri. Al-Abadi memilih untuk menyeimbangkan posisi penting pemerintahan berdasarkan partai, etnis dan sektarian dengan teknokrat dalam upaya memerangi korupsi.

Namun partai politik yang menguasai parlemen menolak perubahan tersebut. al-Abadi telah mengingatkan bahwa penundaan voting dapat menghambat upaya pemerintah dalam memerangi ISIS.

Berikut suasana detik-detik penguasaan demonstran atas gedung parlemen Irak dalam liputan gambar:

نمایش اسلایدی تصاویر