Suasana Majelis Duka Imam Ali as di Oslo Norwegia
Menurut Kantor Berita ABNA, aktivitas menghidupkan malam-malam ganjil pada sepuluh malam terakhir Ramadan adalah diantara aktivitas umat Islam sedunia dalam bulan Ramadan dengan tujuan untuk meraup pahala keutamaan malam Lailatul Qadr yang dalam keyakinan umat Islam adalah malam yang ketika beribadah di dalamnya pahalanya lebih baik dari aktivitas ibadah selama seribu bulan.
Berikut ini adalah suasana aktivitas warga muslim Syiah yang bermukim di Norwegia dalam berburu keutamaan malam Lailatul Qadr pada malam ke 21 Ramadan (bertepatan dengan Sabtu 23 April 2022) di Imam Mahdi as Center di Oslo. Mereka menghabiskan malam dengan salat malam dan membaca doa bersama. Salah satu amalan khusus pengikut Islam Syiah Imamiyah adalah membaca doa Jausyan Kabir dan bertawassul melalui Al-Qur’an dalam menyampaikan hajat-hajat kepada Allah Swt dengan meletakkan mushaf di atas kepala. Majelis tersebut juga dirangkaikan dengan peringatan hari syahidnya Imam Ali as.
Imam Ali as adalah imam pertama umat Islam Syiah yang syahid pada malam 21 Ramadan setelah mendapat tebasan pedang dari Ibnu Muljam saat ia dalam keadaan sujud. Setiap malam 21 Ramadan, umat Islam Syiah diseluruh dunia menggelar majelis duka untuk mengenang peristiwa kesyahidannya.