Suasana Penyampaian Pidato Kenegaraan Presiden Iran pada Peringatan 22 Bahman
Menurut Kantor Berita ABNA, salah satu momen penting dari rangkaian peringatan Hari Kemenangan Revolusi Islam Iran ke-43 adalah pidato kenegaraan dari Presiden Republik Islam Iran Hujjatul Islam wa Muslimin Dr. Sayid Ibrahim Raisi. Pidato yang disampaikan sebelum khutbah Jumat pada Jumat (11/2) di Mushalla Teheran tersebut disaksikan ribuan warga Iran dan disiarkan live secara nasional.
Sayid Ibrahim Raisi dalam pidatonya mengatakan, Republik Islam Iran masih menjunjung tinggi slogan "Tidak Timur, atau Barat" yang telah diperjuangkan sejak kemenangan Revolusi Islam tahun 1979.
Presiden Republik Islam Iran dalam pidatonya menyebut 22 Bahman sebagai sebuah harapan bagi bangsa Iran dan semua orang yang tertindas di seluruh dunia.
Menyinggung upaya musuh Islam Iran untuk menyerang Iran, Raisi menjelaskan, "Musuh menginginkan agar revolusi Islam dan pemerintahannya tidak didirikan, tetapi gagal, dan revolusi menyampaikan pesan kepada umat Islam dan negara-negara yang sadar di dunia bahwa hari ini Iran Islam berada di puncak martabatnya."
22 Bahman 1357 atau bertepatan dengan 11 Februari 1979 adalah hari yang sangat bersejarah bagi rakyat Iran. Pada hari itu Imam Khomeini selaku pemimpin gerakan revolusi mengumumkan kepada dunia atas kemenangan Revolusi Islam Iran. Kemenangan yang menggulung kekuasan Dinasti Pahlavi tersebut menandai era baru bagi bangsa Iran. Tahun ini kemenangan Revolusi Islam Iran telah mencapai usia 43 tahun.