Kondisi Perumahan Warga Palestina Pasca Gencatan Senjata

7 Juni 2021 - 14:35

Menurut Kantor Berita ABNA, setelah gencatan senjata antara rezim Zionis dan Hamas, warga Palestina di kota Beit Hanoun di Jalur Gaza, yang sebelumnya mengungsi kembali ke rumah mereka. Mereka menemukan puing-puing tempat tinggal mereka yang hancur oleh serangan rudah militer Israel. 

Meski demikian, warga Palestina tetap menjalani kehidupan harian mereka meski dalam keadaan sulit.  Gencatan senjata dicapai antara rezim Zionis dan kelompok perlawanan Palestina, yang dimediasi oleh Mesir, setelah 11 hari perang. 

Seorang pejabat senior Hamas, Khalil al-Hayya, dalam pidatonya di Jalur Gaza pada Jumat (21/5) mengatakan kesepakatan gencatan senjata adalah wujud kemenangan mereka dalam perlawanan terhadap Israel. Al-Hayya menyebut Israel gagal menghancurkan infrastruktur tempur Hamas. Dia menyatakan para milisi Hamas saat ini masih siaga di sejumlah terowongan.

Tak ayal kesepakatan itu disambut para penduduk jalur Gaza dengan kegembiraan. Mereka turun ke jalan dengan bersorak dan memekikkan takbir, setelah sebelas hari berada dalam kecemasan. 

Jumlah penduduk di Jalur Gaza yang gugur dalam peperangan antara Israel dan kelompok milisi Palestina tercatat mencapai 232 orang, 65 di antaranya anak-anak. Sementara penduduk Gaza yang luka-luka mencapai 1.900 orang.

Hamas yang memerintah di Jalur Gaza menyebut sejumlah kawasan di wilayah itu hancur lebur akibat serangan Israel. Mereka menyatakan sekitar 120 ribu penduduk terpaksa mengungsi.

Sedangkan jumlah korban tewas dari pihak Israel akibat serangan roket milisi Palestina dari Jalur Gaza tercatat sebanyak 12 orang.