Krisis Keamanan dan Dilanda Kemiskinan, Warga Yaman Tinggal di Goa

8 Desember 2020 - 11:55

Menurut Kantor Berita ABNA, sejumlah keluarga Yaman di pinggiran Taiz meninggalkan kediaman mereka dan beralih ke gua dengan alasan pemukiman mereka tidak lagi bisa ditinggali dengan aman karena perang masih berkecamuk di negara tersebut. Termasuk juga disebabkan oleh kemiskinan yang melanda akibat rusaknya infrastruktur vital akibat perang. 

Perang di Yaman bermula dari tahun 2014 yang dipicu oleh invasi Arab Saudi beserta koalisinya ke Shanaa ibukota Yaman. Serangan tersebut diklaim Arab Saudi sebagai upaya mengambil alih kembali ibukota yang dikuasai pemberontak Houthi yang berhasil membuat Presiden Yaman Abd-Rabbu Mansour Hadi melarikan diri ke Arab Saudi. 

Akibat perang enam tahun yang berlangsung sampai saat ini, PBB menyebut Yaman mengalami krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Puluhan ribu warga sipil telah menjadi korban jiwa dan jutaan rakyat Yaman terancam kematian akibat kemiskinan, kelaparan dan gangguan kesehatan.