Suasana Perayaan Idul Ghadir oleh Muslim Syiah di Berlin Jerman
Menurut Kantor Berita ABNA, dengan kehadiran sejumlah warga muslim Syiah dan pecnta Ahlulbait Jerman dan dengan mengikuti prosedur kesehatan di masa pandemi untuk mencegah penyebaran virus Covid 19, terselenggara majelis perayaan Idul Ghadir di Markaz al-Qaim afs di kota Berlin Jerman.
Dalam keyakinan umat Islam Syiah, Idul Ghadir adalah hari raya terbesar dan menjadi salah satu perayaan penting selain Idul Fitri dan Idul Adha. Berdasarkan beberapa riwayat, pada hari ke-18 Dzulhijjah tahun ke-10 H, Nabi Muhammad saw berdasarkan perintah Ilahi mengangkat Imam Ali as untuk menjabat posisi khalifah dan Imam. Peristiwa ini terjadi pada perjalanan haji terakhir Nabi saw yang kemudian dikenal dengan Hajatul Wada' di tahun ke-10 H di sebuah tempat bernama Ghadir Khum.
Muslim Syiah di seluruh dunia mengadakan pesta pada hari ini dan mengadakan perayaan beraneka ragam. Berikut ini suasana di Husainiyah al-Tauba di kota Berlin Jerman pada hari Idul Ghadir tahun ini yang bertepatan dengan hari Sabtu (8/8) dengan sejumlah peziarah yang tetap memenuhi standar operasional kesehatan seperti mengenakan masker dan menjaga jarak satu sama lain. Dalam perayaan tersebut, mereka mendengarkan ceramah agama dan mendapatkan hiburan dengan mendengarkan syair berkenaan dengan puji-pujian pada Imam Ali bin Abi Thalib as.