Kabilah Yaman Satukan Tekad Membalas Serangan Saudi

10 Juli 2020 - 06:44

Menurut Kantor Berita ABNA, sejak tahun 2015, Arab Saudi beserta tentara koalisi melancarkan serangan militer atas Yaman. Ribuan warga sipil Yaman menjadi korban jiwa dalam serangan yang berlangsung dalam lima tahun terakhir. Menurut WHO kondisi kesehatan rakyat Yaman sangat mengkhawatirkan menyusul kurangnya obat-obatan dan alat-alat medis, akibat krisis ekonomi yang menimpa negara termiskin di Timur Tengah tersebut. 

Berikut ini, ribuan pejuang Yaman dari berbagai kabilah yang berkumpul di kota Shanaa menyatakan siap perang membalas invasi Arab Saudi. 

Disebutkan, Arab Saudi beserta koalisinya dari sejumlah negara sejak tahun 2015 menginvasi Yaman. Arab Saudi mengklaim kelompok Syiah Houthi telah melakukan kekacauan politik di Yaman sehingga mendesak dengan kekuatan senjata agar Syiah Houthi mengembalikan kekuasaan Abdul Mansour Hadi yang sempat menjadi Presiden Yaman dari tahun 2012 lalu kemudian melarikan diri pada tahun 2015 ke Arab Saudi. Sementara pihak Houthi mengklaim, kejatuhan Mansour Hadi atas kehendak mayoritas rakyat Yaman.