Jet Tempur Saudi Serang Pabrik Ban di Kota Shanaa Yaman
Menurut Kantor Berita ABNA, sejak tahun 2015, Arab Saudi beserta tentara koalisi melancarkan serangan militer atas Yaman. Ribuan warga sipil Yaman menjadi korban jiwa dalam serangan yang berlangsung dalam lima tahun terakhir. Menurut WHO kondisi kesehatan rakyat Yaman sangat mengkhawatirkan menyusul kurangnya obat-obatan dan alat-alat medis.
Dalam kondisi sulit di tengah pandemi dan potensi penyebaran wabah Corona yang mematikan, Arab Saudi tetap tidak menghentikan agresinya. Pada Jumat (3/7) jet tempur Arab Saudi menyerang sebuah pabrik ban mobil di daerah Dhahban di Sanaa, ibukota Yaman.
Meski tidak menelan korban jiwa, namun serangan tersebut menimbulkan kerugian material. Pihak koalisi Arab Saudi mengklaim pabrik ban mobil tersebut pabrik senjata milik pasukan milisi Yaman.
Disebutkan, Arab Saudi beserta koaliasinya dari sejumlah negara sejak tahun 2015 menginvasi Yaman. Arab Saudi mengklaim kelompok Syiah Houthi telah melakukan kekacauan politik di Yaman sehingga mendesak dengan kekuatan senjata agar Syiah Houthi mengembalikan kekuasan Abdul Mansour Hadi yang sempat menjadi menjadi Presiden Yaman dari tahun 2012 lalu kemudian melarikan diri pada tahun 2015 ke Arab Saudi. Sementara pihak Houthi mengklaim, kejatuhan Mansour Hadi atas kehendak mayoritas rakyat Yaman.