Terlibat Memprovokasi Massa, Mahasiswa Tehran Kecam Inggris
Menurut Kantor Berita ABNA, aksi unjuk rasa sejumlah mahasiswa di Tehran ibukota Republik Islam Iran pada Senin (13/1) yang merusak properti bergambar Syahid Qassem Soleimani di jalan-jalan dan meneriakkan ujaran kebencian kepada pemerintah dan pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Sayid Ali Khamanei menuai kecaman rakyat Iran. Aksi balasan yang dipelopori sejumlah mahasiswa yang juga dari Universitas Tehran tersebut mengecam kelompok yang memanfaatkan isu insiden jatuhnya pesawat Ukraina untuk menyudutkan pemerintah dan angkatan militer.
Ribuan mahasiswa dengan meneriakkan "Pantang Hina!!", "Memanfaatkan derita rakyat, memalukan!!!", "Musuh rakyat selalu kalian, sewaktu banjir dan gempa kalian kemana!!!", dan "Jika Haj Qassem tidak ada, ISIS sudah memasuki rumah kalian!!!" mereka mengecam kelompok Iran yang pro AS dengan menyebarkan ujaran kebencian pada Qassem Soleimani sehari sebelumnya.
Selain itu, demonstran juga mengecam AS dan Inggris yang disebut berada dibalik aksi demonstrasi yang mengecam pemerintah. Dengan teriakan "Kebinasaan untuk Amerika", "Kebinasaan untuk Israel" dan "Kebinasaan untuk Inggris" pada demonstran berunjuk rasa di depan Kantor Kedutaan Inggris di Tehran. Tampak sejumlah pengunjuk rasa membakar bendera AS dan Inggris. Dengan membawa foto Ayatullah Sayid Ali Khamanei dan Qassem Soleimani, pengunjuk rasa menyatakan dukungan kepada pemimpin tertinggi Iran dan Garda Revolusi.
Disebutkan, pada Ahad dan Senin (11-12/1) telah terjadi aksi unjuk rasa yang dipelopori sejumlah mahasiswa dari Universitas Amir Kabir dan Universitas Tehran. Mereka menuntut agar panglima angkatan udara Iran untuk mundur terkait insiden tertembaknya pesawat komersial Ukraina oleh sistem pertahanan udara Iran. Dalam aksi tersebut, terjadi pengrusakan baliho bergambar Syahid Qassem Soleimani dan pengrusakan sejumlah fasilitas publik. Di tengah-tengah kerumunan massa, disebutkan terlihat Duta Besar Inggris untuk Iran, yang kemudian ditahan aparat keamanan dan diinterogasi. Disebutkan, Rob Macaire terbukti mengorganisir dan memprovokasi massa untuk bertindak radikal. Sejumlah anggota Parlemen Iran menyebutkan Duta Besar Inggris tersebut telah melakukan pelanggaran hukum internasional dan menuntut agar Rob Macaire dideportasi.