Mantan Dubes Amerika di Nigeria:

Gerakan Islam Syiah Nigeria Justru Menentang Aksi Kekerasan

Gerakan Islam Syiah Nigeria Justru Menentang Aksi Kekerasan

Yusuf, Pemimpin Boko Haram dalam setiap pidatonya selalu menyatakan bahwa pemerintahan sekuler Nigeria adalah setan dan Ia mengajak semuanya untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap pemerintah. Akan tetapi, gerakan yang dipimpin Syaikh Zakzaki justru menentang aksi kekerasan dan senantiasa meminta pengikutnya untuk berlaku koperatif dengan pemerintah.

Menurut Kantor Berita ABNA, John Campbell, mantan Kepala Duta Besar Amerika Serikat di Nigeria, dalam sebuah artikel yang ditulisnya untuk  pemerintah Nigeria memesankan bahwa gerakan Syiah di Nigeria justru untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan Nigeria dan sangat penting untuk segera membebaskan Ketua Gerakan Islam Nigeria, Syaikh Ibrahim Zakzaky untuk mencegah meluasnya aksi kekerasan di Nigeria.

Berikut terjemahan lengkap artikel tersebut:

Pada tahun 2009, pasca pemberontakan kelompok Boko Haram, di mana detail peristiwa tersebut sampai saat ini masih kabur, aparat keamanan Nigeria terutama militer, menghancurkan kamp “Maiduguri” dengan dalih ini pula. Sesudah pertempuran tersebut tentara menangkap dan menyerahkan Muhammad Yusuf pemimpin kelompok Boko Haram kepada polisi yang pada akhirnya mereka bunuh. Militer Nigeria membantai sekitar 800 orang pendukung dan keluarganya. Setelah peristiwa itu, sisa-sisa anggota Boko Haram yang selamat memulai kembali aktivitasnya dalam bentuk gerakan bawah tanah dan tersembunyi di bawah komando seorang radikalis garis keras bernama Abu Bakar Shekau.

Sejak itu pertikaian antara aparat keamanan Nigeria dengan Boko Haram telah menyebabkan terbunuhnya puluhan ribu orang dan mengungsinya lebih dari dua juta orang. Meskipun sebelum tahun 2009 Boko Haram belum di anggap sebagai sebuah kelompok teroris. Pada tahun 2015 Institute Ekonomi dan Perdamaian(IEP) menyatakan kelompok ini sebagai gerakan teroris berbahaya di dunia. Pembantaian kelompok ini oleh militer pada tahun 2009 telah memicu aksi kekerasan Boko Haram yang berakibat pada ambruknya ekonomi politik sekuler Nigeria.

Berdasarkan laporan lembaga Amnesti Internasional, pada tahun 2015 di kota Zaria – propinsi Kaduna, aparat keamanan Nigeria telah membantai lebih dari 350 orang yang sebagian besarnya adalah kaum Syiah. Pimpinan kaum Syiah mengatakan di samping data statistik ini, sebanyak 350 orang hingga saat ini masih hilang. Amnesti Internasional melaporkan, militer sedang menutup-nutupi kejadian ini. Sebagaimana pada tahun 2009 terjadi pertikaian antara aparat keamanan dengan suatu kelompok religius, pada peristiwa Zaria pihak militer mengklaim golongan Syiah sedang berencana menghabisi pemimpin militer. Klaim tersebut telah berkali-kali di bantah oleh Gerakan Islam Nigeria. Dalam peristiwa ini pemimpin Gerakan Islam Nigeria Syaikh Zakzaky beserta isterinya mengalami luka berat dan tanpa alasan yang jelas di tangkap. Sampai saat ini pun Syaikh tidak izinkan di dampingi oleh pengacara.

Di sini terdapat kemiripan mengerikan dari dua peristiwa Maiduguri dan pembantaian Zaria. Apakah kita bisa melihat di sini bahwa kelompok Syiah dalam Gerakan Islam Nigeria sejalan dengan kelompok garis keras Boko Haram? Namun, terdapat banyak bukti-bukti logis yang membantah bahwa aksi-aksi kekerasan selama ini di lakukan oleh Gerakan Islam Nigeria.

Dampak pembunuhan Muhammad Yusuf, pemimpin Boko Haram sebelumnya, telah di alami di wilayah-wilayah utara Nigeria; meskipun Syaikh Zakzaky sampai sekarang masih hidup. Yusuf dalam setiap pidatonya selalu menyatakan bahwa pemerintahan sekuler Nigeria adalah setan dan Ia mengajak semuanya untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap pemerintah. Akan tetapi, gerakan yang dipimpin Syaikh Zakzaki justru menentang aksi kekerasan dan senantiasa meminta pengikutnya untuk berlaku koperatif dengan pemerintah. Pada tahun 2009 petugas pemerintah secara perlahan memeriksa aksi kekerasan dan pembantaian massal di kota Maduguri, namun sangat kontras dengan itu, di Zaria, pemerintah justru dengan cepat menangani perkara dan memvonis Gerakan Islam Nigeria hendak melakukan makar atas pemerintah. 

Guna mencegah terulangnya peristiwa Maiduguri di Zaria, di harapkan agar investigasi atas laporan tersebut di lakukan secara valid dan sempurna. Demikian pula para pejabat terkait agar segera menangkap dan menghukum para pelaku pembantaian ini. Sekarang pun Syaikh Zakzaky dan isterinya sejak desember tahun lalu, tanpa tuduhan apapun masih di penjara di mana semestinya harus segera di bebaskan. Namun demikian, apabila pemerintah Nigeria tidak segera membebaskan Syaikh Zakzaky, di khawatirkan akan memaksa pasukan Gerakan Islam Nigeria menempuh cara-cara lainnya bahkan secara tersembunyi yang mengarah kepada aksi kekerasan.


Related Articles

Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

پیام رهبر انقلاب به مسلمانان جهان به مناسبت حج 1440 / 2019
conference-abu-talib
We are All Zakzaky