Berita Majma:

Pernyataan Penting Majma Jahani Ahlul Bait dalam Memasuki Muharram

Pernyataan Penting Majma Jahani Ahlul Bait dalam Memasuki Muharram

Kami menginginkan dari setiap satuan Elit dan ulama-ulama Islam dalam situasi berbahaya ini agar berupaya untuk memperkuat persatuan di antara umat Islam, dengan memanfaatkanmomentum hari-hari di bulan Muharram untuk memberitahukan orang-orang akanpergerakan Imam Husain As dan mengajak mereka supaya seperti revolusi Karbala dan berjuang melawan ketidakadilan dan berperang melawan Yazidi-yazidi saat ini dan pembodohan modern.

Menurut Kantor Berita ABNA, Majma Jahani Ahlul Bait As,  pada malam Muharram mengeluarkan pernyataan mengacu pada peristiwa tragis di Mina, kejahatan teroris-teroris buatan Amerika dan Inggris di Yaman, Bahrain, Suriah, Pakistan dan Irak dan serangan rezim Zionis di Yerusalem ke Baitul Muqaddas, agar peringatan Asyura ini menjadi jalan untuk  berdiri dan melawan para penindas dan penjajah.

Sebagian dari pernyataan tersebut adalah: Majma Jahani Ahlul Bait sebagai organisasi internasional dan LSM yang memiliki kekuatan intelektual dan kekayaan budaya di antara jutaan Muslim dunia  dari semua orang yang percaya, mengikuti dan mencintai Imam Husein dan mencintai budaya murni Husaini yang lebih dari sebelumnya,  dapat menjadikan peristiwa berdarah Karbala sebagai teladan dan panutan untuk sekarang, masa depan pada pada masa kedatangan Imam Baqiyatullah al A’zham (Ajf).

Teks lengkap dari pernyataan Majma Jahani Ahlul Bait menyambut masuknya bulan Muharram adalah sebagai berikut:

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Rasulullah Saw bersabda:

«انّ لقتل الحُسین حرارةً فی قلوب المؤمنین لا تبردُ ابداً». (مستدرک الوسائل، ج۱۰، ص ۳۱۸(

“Sesungguhnya kematian al Husain akan selalu membara dalam hati orang-orang Mu’min dan tidak akan pernah dingin selamanya”. (Mustadrak al Wasail, juz 10, hal. 318)

Salam bulan Muharram, bulan kemarahan yang tertindas melawan penindas, bulan pengiris hati dan penuh keasingan, bulan perjuangan, keberanian dan kesyahidan, dan bulan kemenangan darah atas pedang ... yang di dindingnya tertera slogan "Haiah minadz Dzillah". Dan Salam wahai  Husain bin Ali As, anak penutup para Nabi. Allah Saw menjadikan hati berdarahnya untuk menyelamatkan umat Allah dari kebodohan dan kesesatan….

Muharram kini datang lagi agar para pengikut ajaran Husain tetap mengibarkan bendera Islam murni ajaran Rasulullah Saw dan agar mereka tetap menyebarkan keharuman budaya Asyura di seluruh dunia, budaya yang sebagaimana dikatakan revolusioner Islam Imam Khomeini ra tentang kebesaran dan pentingnya Asyura, beliau menekankan: "Islam yang kalian lihat sekarang dan di tempat kami duduk, Imam Husain As ada masih hidup ... Imam Husain As telah menyelamatkan Islam. . peringatan syahidnya Imam Husain As ada untuk ajaran Husein As... sudah seribu empat ratus tahun dengan mimbar ini, dengan tangisan ini, dengan peringatan ini,  dengan penderitaan ini dan dengan pukulan dada, mereka mempertahankan kami... " .

Hal ini juga penting untuk melestarikan budaya sebagaimana yang dikatakan Ayatullah al Uzhma Khamene’i  : "Jika umat Islam menjaga nama Husain As, mengingat Husain As dan menjadikannya panutan maka umat Islam akan bisa melewati segala rintangan dan setiap masalah. "

Bahwasanya dunia Muslim berduka atas peristiwa berdarah di Yaman dan peristiwa Mina yang menelan banyak korban para Haji yang tertindas oleh para pengkhianat pemerintahan Saudi. Pada saat para pengikut dan pencinta Ahlu Bait As sedang mempersiapkan hari-hari duka bulan Muharram, kita kembali berduka atas terulangnya peristiwa Karbala yang terjadi di Yaman, Bahrain, Suriah, Pakistan, dan Irak yang dilancarkan oleh para terrorist buatan Amerika dan Inggris.

Selain itu, Serangan rezim Zionis ke Baitul Muqaddas juga sementara ini telah dimulai dan terus berlanjut yang beberapa negara seperti Amerika dan Inggris berpihak para agresi dan rezim perampas, mereka mengutuk jawaban pertahanan kelompok Palestina, dan banyak negara merdeka dan beberapa negara yang menginginkan demokrasi dan kebebasan juga hanya sebatas pernyataan yang lemah dan tanpa tanggapan saja.

Sayangnya, pertemuan luar biasa Dewan Keamanan untuk menyelidiki serangan ini sebagaimana yang diharapkan, berakhir tanpa hasil dan tidak ada perkembangan baru. Tampaknya nasib kaum tertindas saat ini sama dengan peristiwa Karbala dan Imam Husein As..

Dan Rezim Arab Saudi juga dikarenakan takut rakyatnya akan melakukan revolusi, mencari perlindungan terutama kepada negara-negara Barat-juga seperti biasa dengan diam seribu bahasa atau penyelesaian sebatas drama  dan diri tanpa guna dalam melawan kejahatan Al-Saud dan Yahudi, menjadikan halaman memalukan yang lain di setiap pembangkangan mereka.

Dalam menanggapi peristiwa ini, Majma Jahani Ahlul Bait sebagai organisasi internasional dan LSM yang memiliki intelektual dan budaya di antara jutaan umat Islam di dunia. Anggota, Asosiasi, misionaris dan perwakilan mereka, mereka menyatakan beberapa hal berikut:

  1. segala peristiwa menyedihkan ini dengan menggunakan segala cara yang mungkin, termasuk cara-cara berikut:

A) mengadakan demonstrasi di depan kedutaan Amerika terkutuk sebagai bentuk  protes atas perlindungan mereka terhadap rezim Zionis dan pemerintahan Arab Saudi dan meminta Amerika dan barat untuk mengontrol rezim ini.

B) Dengan keluarnya pernyataan ini, maka segeralah mengadakan demonstrasi dan aksi duduk dan demonstrasi berbarengan kepada bangsa-bangsa dan pemimpin pengkhianat al Haramain yang agresi mereka terhadap rakyat tertindas Bahrain, Yaman dan Suriah menjadikan rezim Zionis sang perampas menjadi kuat dan melemahkan sumbu perlawanan di wilayah tersebut.

D) Dengan mengadakan konferensi dan seminar-seminar dengan menghadirkan ulama-ulama Islam dan intelektual non-Muslim, serta dengan mengadakan pameran foto-foto kejahatan Israel dan Arab Saudi, untuk menjelaskan keadaan medan-medan pertahanan dalam menanggapi informasi dan mencerahkan pemikiran publik, serta untuk meminimalisir media internasional zionis dan wahabi.

  1. Kami menginginkan dari setiap satuan Elit dan ulama-ulama Islam dalam situasi berbahaya ini agar berupaya untuk memperkuat persatuan di antara umat Islam, dengan memanfaatkanmomentum hari-hari di bulan Muharram untuk memberitahukan orang-orang akanpergerakan Imam Husain As dan mengajak mereka supaya seperti revolusi Karbala dan berjuang melawan ketidakadilan dan berperang melawan Yazidi-yazidi saat ini dan pembodohan modern.
  2. Kami Menginginkan Masyarakat internasional dan organisasi hak asasi manusia untuk memenuhi kewajiban mereka dan mengutuk kejahatan brutal dan tidak manusiawi  atas peristiwa takfirisme dan terorisme, serta mengambil langkah-langkah praktis yang  untuk mencegahkejahatan mereka berkelanjutan dan melindungi dan mendukung kaum tertindas di Yaman, Bahrain, Irak, Suriah dan Palestina.
  3. untuk membentuk pertemuan darurat untuk mengambil langkah darurat dan praktis dengan kekuatan penuh dalam membela orang-orang tertindas di Yaman, Bahrain, Irak, Suriah dan Palestina ke dalam tindakan dan diplomasi aktif dari negara anggota, masyarakat internasional seperti PBB, Liga Arab dan Asosiasi kekuatan momentum positif Cendekiawan Muslim GNB.

Dan terakhir kami berharap rakyat tertindas di Yaman, Bahrain, Irak, Suriah dan Palestina untuk tetap melawan penjajah dan penindas. Tetap berharap akan janji dan pertolongan Illahi dalam firmanNya: «ان الله یدافع عن الذین آمنوا»"sesungguhnya Allah membela orang-orang yang beriman".  Sebagaimana perang 33 hari, perang 22 hari dan sebelum itu sebagaimana yang telah terjadi dalam Revolusi Islam.

Pada akhirnya Majma Jahani Ahlul Bait, berbelasungkawa atas hari-hari yang menyedihkan, semua orang yang percaya, mengikuti dan mencintai Imam Husain dan mencintai budaya murni Husaini yang lebih dari sebelumnya,  dapat menjadikan peristiwa berdarah Karbala sebagai teladan dan panutan untuk sekarang, masa depan pada pada masa kedatangan Imam Baqiyatullah al A’zham Ajf.

Majma Jahani Ahlul Bait dan juga dari Majelis-majelis Husaini dan para penceramah diharapkan agar tetap menjaga penyelenggaraan majelis-majelis dan peringatan-peringatan duka Sang Pemuka para syuhada dengan menyebutkan keutaman-keutaman, menjelaskan sejarah dan filosofi revolusi Abu Abdillah al Husain AS dengan menggunakan sumber-sumber asli dan bersanad dan menjauhkan diri dari bid’ah dan khurafat dan menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak bersanad agar lebih bisa memanfaatkan kesempatan asyura ini untuk meningkatkan pengetahuan dan spiritualitas masyarakat.

السلام علی الحسین و علی علی بن الحسین و علی اولاد الحسین و علی اصحاب الحسین جمیعاً و رحمة الله و برکاته

Majma Jahani Ahlul Bait

20 Mehr 1394 - 28 Dzulhijjah 1436- 12 Oktober 2015


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

conference-abu-talib
We are All Zakzaky