Washington Kecam Sanksi Cina terhadap Pejabat AS

Washington Kecam Sanksi Cina terhadap Pejabat AS

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, menyebut sanksi terhadap dua anggota Komisi AS untuk Kebebasan Beragama Internasional, tidak berdasar.

Menurut Kantor Berita ABNA, Seperti dilansir AFP, Blinken pada hari Sabtu (27/3/2021) memperingatkan bahwa sanksi balas dendam Cina terhadap dua individu AS di tengah meningkatnya perselisihan kedua negara atas perilaku Beijing terhadap Muslim Uighur, "tidak berdasar" dan hanya akan mempertegas "genosida" di Xinjiang.

"Upaya Beijing mengintimidasi dan membungkam mereka yang berbicara tentang hak asasi manusia dan kebebasan fundamental hanya akan mendorong meningkatnya pengawasan internasional terhadap genosida dan kejahatan kemanusiaan yang sedang berlangsung di Xinjiang," kata Blinken dalam sebuah pernyataan.

Hal itu disampaikan setelah Cina mengumumkan sanksi terhadap dua warga Amerika, satu orang Kanada, dan sebuah badan advokasi HAM, sebagai balasan atas sanksi yang dijatuhkan oleh AS dan Kanada terkait perilaku Cina di Xinjiang.

Uni Eropa, Inggris, Kanada, dan AS dalam sebuah langkah yang terkoordinasi telah menjatuhkan sanksi terhadap beberapa pejabat politik dan ekonomi Xinjiang. Cina membalas tindakan itu dengan menyanksi beberapa individu dari Uni Eropa dan Inggris.

Kelompok-kelompok HAM mengklaim bahwa Cina telah mengirim sekitar satu juta Muslim Uighur ke kamp kerja paksa yang berfungsi sebagai penjara dalam beberapa tahun terakhir.

Beijing menolak tuduhan itu dan mengatakan bahwa apa yang dilakukan di Provinsi Xinjiang adalah pusat pendidikan ulang yang bertujuan untuk mencegah "pertumbuhan ekstremisme." (RM)

342/


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*