Iran:

Ulama Marja Taklid Iran Tekankan Pentingnya Partisipasi Rakyat dalam PIlpres

Ulama Marja Taklid Iran Tekankan Pentingnya Partisipasi Rakyat dalam PIlpres

Ulama Marja Taklid Iran Tekankan Pentingnya Partisipasi Rakyat dalam PIlpres

Menurut Kantor Berita ABNA, menyambut penyelenggaraan Pemilihan Presiden Iran yang ke-13 pada Jumat (18/6) dengan maksud mengajak partisipasi warga Iran, beberapa ulama marja taklid mengeluarkan pesan tertulis yang berisi himbauan agar warga yang punya hak pilih menggunakan haknya dan meramaikan penyelenggaraan Pilpres. 

Ayatullah al-Uzhma Nashir Makarim Shirazi dalam pesannya, menyebut menggunakan hak pilih dalam pemilu adalah kewajiban Ilahi, sosial dan penjagaan pada kemuliaan dan kemerdekaan negara. 

Himbauan Ayatullah Makarim Shirazi selengkapnya sebagai berikut:

Bismillahirrahmanirrahim

Saat ini rakyat Iran yang sadar dan beriman berada pada tahap sejarah yang paling penentukan masa dengan negara adanya pemilihan umum. 

Bukti menunjukkan bahwa kegagalan dalam penyelenggaraan pemilu dapat menyebabkan kerusakan serius pada kepentingan negara dan tidak dapat diperbaiki. Oleh karena itu, ikut serta dalam pemilu merupakan tugas ilahiah, sosial dan pendukung bagi terwujudnya harkat dan martabat negara.

Saya memohon kepada Allah swt yang Maha Kuasa agar rakyat Iran yang mulia dan beriman dibantu  dalam penyelesaian masalah dan kesulitan-kesulitan yang dihadapi. 

Qom-Nashir Makarim Shirazi 

Sementara itu, Ayatullah al-Uzhma Nuri Hamadani menyebut pemilihan umum adalah nikmat yang merupakan berkah dari kemenangan revolusi  Islam Iran.  Dalam pesannya, ia menegaskan bahwa ikut dalam pemilu adalah kewajiban syar'i dan juga wajib secara akal. 

Berikut pesan lengkap dari Ayatullah Nuri Hamadani:

Bismillahirrahmanirrahim 

Pemilihan umum yang berlangsung secara demokratis sampai saat ini di Republik Islam Iran adalah sebuah nikmat yang merupakan berkah dari kemenangan revolusi Islam Iran. Karena itu nikmat ini harus benar-benar diperhatikan dan dalam penyelenggaraan pemilihan ini ada dua hal yang harus benar-benar diperhatikan:

Pertama, keterlibatan secara maksimal dari warga. Hadir dalam pemilihan umum adalah kewajiban syar'i dan juga kewajiban aqli. 

Adapun disebut kewajiban syar'i adalah dengan dalil bahwa sistem negara ini lahir melalui pengorbanan dan persembahan syuhada yang karena itu menjaga keberlangsungannya menjadi wajib. Imam Khomeini berkata, "Menjaga negara adalah salah satu kewajiban dari rangkaian kewajiban dan juga merupakan cara mengikuti jalan para syuhada. Hadir dalam pemilu adalah bentuk pembaruan baiat kepada pemerintahan Islam dan sangat berpengaruh dalam penjagaan keberlangsungan sistem."

Sementara, kewajiban aqli dengan dalil bahwa rasio kita mengatakan pemilihan sangat menentukan masa depan negara, dan tidak ada seorang pun yang berakal yang mau menyelepelekan nasib dan masa depannya. Karena itu harus diperhatikan, hadir hari  ini dalam pemilihan umum memiliki arti penting yang sangat besar dimana pihak musuh sangat berusaha agar dalam pemilihan jangan sampai maksimal pemilih yang hadir. 

Kepada rakyat Iran yang sadar kami berharap agar sebanyak-sebanyaknya yang bisa hadir dalam pemilihan dan abaikanlah kampanya atau ajakan-ajakan untuk golput dalam pilpres.

Kedua, harus diyakini dan dipandang bahwa pemilihan adalah demi perbaikan sehingga menjadi penting dalam pemilu memilih yang diyakini akan hadir membawa perubahan dan perbaikan. Pemilihan umum memiliki sumber syar'i dan juga sumber rasionalitas. 

Seorang reformis dalam kondisi sekarang adalah pecinta Islam dan sistem Islam dan mengabdikan seluruh hidupnya untuk melepaskan umat dari masalah-masalah yang membelenggu. Ia menjadikan perjuangan untuk menegakkan keadilan dan melawan kerusakan sebagai cita-cita utamanya. Ia mengambil inspirasi dari ayat-ayat Alquran dan sunnah Ahlulbait dalam menumbuhkan semagat revolusi dan perlawanannya pada arogansi dunia. Kesemua ini telah dijalankan dalam praktik kehidupan kesehariannya. 

Diharapkan bangsa ini adalah bangsa yang setia kepada Islam. Hadirlah dalam pemilihan umum dan pilihlah yang sesuai dengan kriteria Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Sayid Ali  Khamanei  di dalam kotak suara. Dengan berpatisipasi dalam pemilihan, itu sama halnya telah mengamalkan agama dengan baik, yang akan menyenangkan hati Imam Zaman afs. 

Kehadiran dalam pemilu dan turut terlibat dalam peristiwa epik ini, akan memperkuat gerakan muqawamah di kawasan. Kemenangan rakyat Iran dalam pemilu pada hakikatnya adalah kemenangan Palestina, Yaman, Suriah, Lebanon dan semua gerakan perlawanan serta semua yang sejalan dengan Syahid Qassem Soleimani di seluruh dunia. Kita berharap, insya Allah rakyat Iran dengan kehadiran rakyat Iran dalam pemilu, negara ini dimuliakan dan ditinggakan derajatnya oleh Allah swt. 

ان تنصروالله ینصرکم و یثبت اقدامکم

Husain Nuri Hamadani 

Dalam pesan tertulisnya Ayatullah Ja'far Subani turut menekankan hal sama. Ia menyebut, memberikan hak suara artinya adalah menjaga kemaslahatan negara dan juga semakin menguatkan pondasi sistem pemerintahan Islam. 

Berikut teks lengkap Ayatullah Subhani:

بسم الله الرحمن الرحیم

واعتصموا بحبل الله جمیعاً ولا تفرّقوا

Persatuan adalah nikmat Ilahi yang mendatangkan keberkahan. Allah swt mengingatkan kepada semua untuk berpegang teguh pada tali agama Allah swt. 

Terinspirasi dari ayat ini, maka untuk menjaga kemaslahatan negara dan menguatkan sistem pemeritahan Islami maka kepada orang-orang yang beriman, agamis dan rasionalis semuanya diharap untuk berpartisipasi dalam pemilihan dan menggunakan hak suaranya.

Insya Allah masalah-masalah yang ada dengan kasih sayang Allah dan persatuan umat dapat diselesaikan.

Ja'far Subhani

Sementara itu Ayatullah Jawadi Amuli turut menegaskan pentingnya hadir di tempat pemungutan suara untuk menggunakan hak pilih. Melalui penyampaiannya, ia berkata, "Setiap aktivitas yang dapat melemahkan sistem pemerintahan Islam, menunjukkan ketidak perhatian dan ketidak setiaan pada Imam Khomeini dan para syuhada yang mulia, yang jelas secara syar'i ini adalah perbuatan yang tidak dibolehkan dan haram."

"Tindakan yang diambil untuk kemaslahatan umat adalah kewajiban yang dikenakan kepada setiap muslim. Dan juga menunjukkan rasa syukur atas nikmat Allah swt. Kemenangan revolusi Islam Iran adalah nikmat dari Allah swt yang merupakan buah tangan dari pengorbanan para syuhada dan mukhlisin. Nikmat ini harus terus dijaga sampai kehadiran Imam Mahdi afs. Selama dalam penjagaan tersebut kita berhadapan dengan pihak-pihak yang selalu berusaha menyimpangkan cita-cita revolusi." Tambahnya. 

Ayatullah Alawai Ghurghani sendiri menegaskan bahwa semuanya memiliki kewajiban untuk terlibat dalam pemilihan umum. Ia lebih lanjut menjelaskan bahwa Republik Islam Iran berdiri dari kesepakatan rakyat Iran. "Kita tidak boleh acuh terhadap pemilu, sebab setiap satu suara memiliki pengaruh." Tegasnya. 

Di tempat terpisah, Ayatullah al-Uzhma Husain Mazahiri menyebutkan pemilihan presiden adalah hak setiap warga dalam menentukan nasib dan masa depan negara. Ia berkata, "Rakyat Iran dengan kesabaran dan ketabahan selama ini telah melalui berbagai masalah dan rangkaian kesulitan yang berat khususnya dalam masalah ekonomi. Namun dengan rasa yakin pada pertolongan Allah swt dan partisipasi dalam pemilu  yang merupakan hak syar'i dan hak nasional rakyat Iran, semua kesulitan tersebut bisa diatas dan dilewati dengan kemenangan." 

Ulama marja taklid ini juga mengingatkan bahwa berpartisipasi dalam pemilu adalah bentuk rasa terimakasih kepada pengorbanan para syuhada dan pahlawan yang dengan pengorbanannya sistem pemerintahan islam dapat berdiri dan bertahan lebih dari 4 dasawarsa. 

Disebutkan, Pemilihan Presiden Iran ke-13 terselenggara pada Jumat (18/6) dengan warga yang memiki hak suara sebanyak 59 juta orang. 


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*