Tiga Pandangan Soal Pengunduran Diri Moqtada Sadr dari Politik Irak

Tiga Pandangan Soal Pengunduran Diri Moqtada Sadr dari Politik Irak

Moqtada al-Sadr mengumumkan pengunduran dirinya setelah memaksa para anggota faksi al-Sadr untuk mengundurkan diri dari parlemen Irak.

Menurut Kantor Berita ABNA, Moqtada al-Sadr, pemimpin Gerakan Sadr di Irak, mengumumkan bahwa ia telah memutuskan untuk mundur dari proses politik agar tidak menjadi mitra politisi "korup" di dunia dan di akhirat.

Pemimpin Gerakan Sadr menekankan dalam pertemuan tertutup dengan anggota gerakannya bahwa "dia tidak akan mencalonkan diri dalam pemilihan berikutnya jika koruptor ambil bagian".

Dia juga mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan tiga hari setelah perintahnya kepada 73 politisi partainya untuk meninggalkan parlemen bahwa dia tidak akan mundur dari keputusannya untuk memerintahkan anggota gerakannya untuk mengundurkan diri dari parlemen.

Ada beberapa pandangan tentang langkah Sadr untuk menarik diri dari politik di Irak.

  • Ketua Parlemen Irak Menyetujui Pengunduran Diri Perwakilan Faksi Sadr

Ini adalah pandangan Sadr sendiri dan para pendukungnya. Pandangan ini meyakini bahwa mundur dari parlemen merupakan "pengorbanan" untuk mengakhiri kebuntuan politik di Irak saat ini.

Namun, jika pandangan seperti itu benar, tidak ada alasan bagi Moqtada al-Sadr untuk mundur dari politik.

Oleh karena itu, isu pengorbanan bagi Irak tampaknya bukan alasan sebenarnya dari penarikan tersebut.

Pandangan lain adalah bahwa pengumuman pengunduran diri Moqtada al-Sadr dari politik pernah terjadi sebelumnya, dan dia telah membuat keputusan seperti itu sebelumnya.

Moqtada al-Sadr mengumumkan pada tahun 2013 bahwa ia telah meninggalkan politik dan mengundurkan diri dari kegiatan politik, dan bahkan memerintahkan penutupan kantornya.

Namun, Moqtada al-Sadr tidak pernah absen dari panggung politik Irak dalam beberapa tahun terakhir, dan bahkan dalam delapan bulan terakhir ia secara terbuka mengklaim pembentukan pemerintahan baru, dan ketidakmampuannya untuk mencapai tujuan ini telah menyebabkan pengunduran dirinya dari kekuasaan di Irak.

Moqtada al-Sadr mengumumkan pengunduran dirinya setelah memaksa para anggota faksi al-Sadr untuk mengundurkan diri dari parlemen Irak.

Dengan demikian, Moqtada al-Sadr pada dasarnya tidak akan menarik diri dari panggung politik Irak, seperti yang telah ia umumkan sebelum pemilihan Oktober 2021 untuk memboikot pemilu legislatif itu, tetapi ia kembali dan dengan memenangkan 73 kursi, ia mengklaim sebagai pemain utama dalam pembentukan kabinet.

"Orang tidak dapat mengharapkan pembentukan pemerintahan tanpa Sadr di Irak, dan pemerintahan seperti itu praktis mati. Karena para pendukung Sadr tidak pernah dapat menerima  ketiadaannya di pentas politik atau isolasi politiknya dari kekuasaan, itupun di hadapan kekuasaan yang diraih pesaingnya," kata Ehsan al-Shammari, Kepala Pusat Studi Politik Irak.

Pandangan ketiga adalah bahwa Sadr tidak mau berubah pikiran tentang tidak bersekutu dengan Kerangka Koordinasi Syiah, dan di sisi lain, kebuntuan saat ini di kancah politik Irak tidak akan berakhir tanpa gerakan ini.

Moqtada al-Sadr sedang mempersiapkan pemilihan umum parlemen Irak berikutnya, menyadari masalah ini dan juga menyadari bahwa dengan pengunduran diri saat ini, para pesaingnya tidak akan bisa keluar dari kebuntuan politik.

  • Hizbullah Irak: Turki Harus Belajar dari Nasib Pasukan AS

Di sisi lain, bahkan jika saingan berhasil membentuk kabinet di Irak, masalahnya begitu besar sehingga kabinet masa depan tidak dapat mengambil tindakan serius untuk mengurangi masalah, dan Moqtada al-Sadr dapat tampil sebagai oposisi serius kemudian memenangkan persaingan pemilu legislatif Irak berikutnya dengan lebih banyak perolehan suara.

"Kami telah meninggalkan panggung politik Irak, tetapi masih harus dilihat bagaimana pemerintah baru dapat bertahan tanpa Sadr," kata kantor Sadr dalam sebuah pernyataan.

Menurut pandangan ini, Sadr tidak akan menarik diri dari panggung politik Irak, tetapi akan menggunakan perilaku ini untuk menghancurkan saingan dan memperkuat posisinya.(sl)


342/


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*