Ayatullah Reza Ramezani:

Syahid Soleimani Pengikut Ahlulbait yang Sejati

Syahid Soleimani Pengikut Ahlulbait yang Sejati

"Syahid Soleimani adalah bukan sekedar tentara dengan keahliannya sebagai ahli strategi namun diluar itu ia adalah pengikut Ahlulbait as yang selalu menjaga keseimbangan dalam perilaku dan ucapan."

Menurut Kantor Berita ABNA, Sekretaris Jenderal Forum Internasional Ahlulbait as Ayatullah Reza Ramezani, pada Rabu (29/12) pada majelis duka haul Ayatullah Sayid  Taqi Misbah yang terselenggara di Pemakaman Syuhada di kota Rasht Republik Islam Iran mencatat bahwa para syuhada di berbagai bidang adalah simbol kesabaran dan perlawanan. Ia berkata, "Di antara para mujahidin dan para syuhada di medan tempur, tidak kalah hebat dan dasyhatnya adalah perang melawan hawa nafsu dan pertempuran melawan hawa nafsu diri sendiri disebut Rasulullah saw sebagai jihad akbar."

"Para syuhada tidak berusaha maju ke depan untuk mencapai kemenangan, tetapi melakukan tugas mereka adalah tujuan terpenting mereka. Karena itu, syuhada selalu menang di medan perang dengan tujuan ini." Tambahnya.

Ayatullah Ramezani lebih lanjut menunjukkan bahwa Allah Swt menciptakan manusia untuk berjalan dalam sistem tauhid dan berada di medan jihad adalah bentuk ujian yang hanya bisa dilewati oleh orang-orang terpilih. "Para syuhada mengingatkan manusia kepada Tuhan dan menambah pengetahuan maknawiyah kita. Ilmu maknawitah adalah sama dengan spiritualitas, rasionalitas, keadilan, dan lain-lain, dan bahwa manusia di dunia tidak hanya untuk larut dalam semua urusan duniawi. Ada hal-hal di luar duniawi yang bersifat maknawiyah yang juga menjadi harapan manusia."

"Para syuhada menginginkan bagian dalam pelayanan, bukan bagian dalam urusan dan tanggung jawab duniawi." Lanjutnya. 

Ayatullah Ramezani kemudian menyatakan bahwa pikiran para syuhada bebas dari segala macam hal materi dan keuntungan duniawi. Ia berkata, "Para syuhada melihat medan perang sebagai ladang peradaban dan ini adalah titik balik kemenangan mereka."

Sekretaris Jenderal Majelis Forum Internasional Ahlulbait as lebih lanjut menunjukkan bahwa pandangan kita tentang pekerjaan harus menjadi pandangan ibadah. Ia menekankan, "Para syuhada adalah manifestasi perlawanan yang sekaligus melakukan jihad akbar dan jihad asghar; Para syuhada  tidak pernah lalai dari ritus ilahi."

Ayatullah Ramezani menyinggung motivasi orang-orang yang berjihad dengan berkata, "Takut neraka, keinginan untuk masuk surga dan keinginan untuk bertemu dengan Allah Swt adalah di antara motivasi orang-orang yang jihad. Namun lebih dari semua itu, motivasi terkuat mereka, adalah menjalankan kewajiban di hadapan Allah Swt. Mereka menunjukkan ketaatannya dan tidak memilih pilihan lain selain pilihan memberikan pengabdian di jalan Allah Swt."

Wakil rakyat Gilan di Majelis Ahli Kepemimpinan ini lebih lanjut menekankan bahwa para nabi ilahi datang untuk mewujudkan keadilan, dan ini tidak mungkin tanpa perlawanan. Ia berkata, "Di mana pun perlawanan berkurang, maka disitu keadilan sedang dipertaruhkan; Untuk memahami hal ini, kita harus mengalami kesabaran dan ketangguhan. Untuk nabi seperti Nuh dan Yunus, kondisi keadilan bukanlah jalan, tetapi untuk nabi seperti Musa, Sulaiman dan Daud, ada kondisi yang bisa menerapkan keadilan." 

Pada bagian lain penyampaiannya, Sekretaris Jenderal Internasional Ahlulbait as ini menunjuk beberapa masalah di dunia maya dan banyaknya fitnah yang dilontarkan kepada umat Islam Syiah. Ia berkata,"Sayangnya, beberapa orang dalam konteks virtual dengan mudah mendiskreditkan dan memfitnah orang; Tentu saja, orang-orang ini harus bertanggung jawab di hadapan Tuhan."

"Syahid Qassem Soleimani yang terang-terangan berperang untuk menghancurkan ISIS yang dengan itu banyak nyawa terselamatkan malah diklaim sebagai teroris yang harus dihabisi." Tambahnya.

Ayatullah Ramezani kemudian menganggap bahwa Syahid Letnan Jenderal Qassem Soleimani sebagai orang yang istimewa dengan berbagai dimensi dari kepribadiannya adalah sosok teladan abad ini. "Syahid Soleimani adalah bukan sekedar tentara dengan keahliannya sebagai ahli strategi namun diluar itu ia adalah pengikut Ahlulbait as yang selalu menjaga keseimbangan dalam perilaku dan ucapan."

Ayatollah Ramezani menunjukkan bahwa darah murni telah ditumpahkan di kaki Revolusi Islam dan generasi selanjutnya tidak boleh meninggalkan sedikitpun cita-cita revolusi. "Perjuangan revolusi ini justru baru dimulai ketika meraih kemenangan di tahun 1979. Kita berkewajiban untuk menjaga nyalanya dan tetap berada di jalur revolusi." Tegasnya.

Ia lebih lanjut menekankan bahwa kereta revolusi harus bergerak cepat dan mencapai awal munculnya. Ayatullah Ramezani berkata, "Perjuangan untuk mewujudkan cita-cita revolusi harus terus dilanjutkan sampai kemunculan Imam Mahdi afs yang dengan kehadirannya pengetahuan, kebaikan, cinta dan pengorbanan diri akan menyelimuti dunia."

Sekretaris Jenderal Forum Internasional ini di bagian akhir penyampaiannya, menunjukkan perlunya mengenali musuh dan berkata, "Musuh terkadang datang dalam bahasa kebebasan berekspresi dan hak asasi manusia dan bisa saja kita tertipu kalau kita tidak memiliki bashirah. Karena itu kita semua harus waspada dalam hal ini."


Related Articles

Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*