Dr, Muhsin Labib:

Syahid Soleimani adalah Simbol Perlawanan yang Komplit terhadap AS

Syahid Soleimani adalah Simbol Perlawanan yang Komplit terhadap AS

"Jenderal Qasem Soleimani adalah sosok yang komplit. Ia dikenal sempurna dalam semua dimensi kehidupannya."

Menurut Kantor Berita ABNA,  Webinar Internasional dengan tema "Syahid Qasem Soleimani Model Dunia Islam dalam Perang Melawan Arogansi dan ekstremisme" terselenggara pada Minggu (2/1) oleh Sekretariat Kongres Dunia Melawan Ekstremis dan Arus Takfiri dengan menghadirkan sejumlah pemikir dan cendekiawan dunia Islam dari beberapa negara yang bertepatan dengan dua tahun syahidnya Panglima Korps Brigade Alquds Iran Jenderal Qasem Soleimani.

Dr. Mohsen Labib, dosen Sekolah Tinggi Filsafat Islam (STFI) Sadra Jakarta sebagai salah seorang narasumber dalam webinar internasional tersebut berkata, "Atas nama masyarakat Indonesia dan para pengikut mazhab Ahlulbait di negeri ini yang merupakan negara dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia, saya menyampaikan belasungkawa kepada Pemimpin Tertinggi Negara ini Ayatullah Sayid Ali Khamanei dan juga Sayyid Hassan Nasrallah termasuk kepada seluruh bangsa tangguh Iran, khususnya keluarga Syahid Soleimani dalam peringatan haul almarhum Syahid Soleimani pada kesempatan ini."

Cendekiawan muslim Indonesia ini melanjutkan, "Syahid Soleimani adalah simbol untuk pengorbanan dan ketaatan kepada wali umat Islam dalam mengobarkan perlawanan menghadapi Amerika yang arogan dan penjajah Zionis serta rezim-rezim yang bergabung dalam kubu keduanya. Kami yakin dari Syahid Soleimani, akan lahir generasi-generasi pahlawan yang tangguh dan setia di jalan perjuangan dalam mempersatukan umat Islam dan membebaskan Palestina."

Pemikir Islam yang aktif di media sosial ini menambahkan, “Kami sangat berterima kasih kepada bangsa Iran karena telah menghadirkan pahlawan besar ini, Syahid Soleimani, kepada umat Islam. Mungkin banyak yang tidak dan belum mengetahui kiprahnya, terutama dalam menghancurkan ISIS dan menggagalkan plot Amerika Serikat di kawasan untuk semakin menguatkan eksistensi rezim Zionis. Terutama melalui kampanye dan propaganda media massa pro Zionis yang mengaburkan nama dan langkah-langkahnya. Namun, kematiannya di tangan musuh telah menunjukkan bahwa Soleimani selama ini telah berada dijalur yang merepotkan kemapanan rezim Zionis."

Lebih lanjut Muhsin Labih mengatakan, "Jenderal Qasem Soleimani adalah sosok yang komplit. Ia dikenal sempurna dalam semua dimensi kehidupannya. Ia ahli strategi militer yang mumpuni, pemimpin yang kharismatik, namun juga seorang yang rendah hati dan taat pada pemimpinnya. Ia mempersembahkan cinta dan pengabdian tulus dalam kehidupannya. Ia seorang humanis yang mempersembahkan nyawanya untuk kemanusiaan. Karena itu wajar, jutaan rakyat Iran dan lintas negara mengiringi kematiannya dengan kedukaan dan rasa kehilangan yang sangat."

Disebutkan, Panglima Korps Brigade Alquds Iran Letnan Jenderal Qassem Soleimani dan Ketua al-Hasyd al-Syaabi Irak Abu Mahdi al-Muhandis beserta enam orang yang menyertai keduanya gugur dalam sebuah insiden penyerangan pada Jumat (3/1) tahun 2020 lalu di dekat Bandara Internasional Irak. Pentagon mengkonfirmasi serangan tersebut atas perintah langsung Presiden AS Donald Trump. Gugurnya kedua tokoh muqawamah tersebut memicu kemarahan besar rakyat Iran dan juga masyarakat Internasional. Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Sayid Ali Khamanei memerintahkan agar dilakukan tindakan balas atas kepengecutan Amerika Serikat tersebut. 


Related Articles

Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*