?>

Sanksi Ansarullah; Gejolak yang Berlanjut di Akhir Pemerintah Trump di Asia Barat

Sanksi Ansarullah; Gejolak yang Berlanjut di Akhir Pemerintah Trump di Asia Barat

Pada hari terakhir pemerintahan Trump, Kementerian Keuangan AS menambahkan Ansarullah Yaman ke daftar entitas yang terkena sanksi. Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri AS memberi tahu Kongres tentang keputusannya untuk memasukkan gerakan Ansarullah Yaman ke dalam daftar "organisasi teroris asing".

Menurut Kantor Berita ABNA, Amerika Serikat telah mengambil pendekatan bermusuhan terhadap Ansarullah Yaman dalam beberapa tahun terakhir, tapi pendekatan ini menjadi lebih jelas di hari-hari terakhir pemerintahan Trump. Menyebut Ansarullah Yaman sebagai teroris di hari-hari terakhir dan bahkan jam-jam terakhir pemerintahan Donald Trump bukanlah untuk kepentingan Amerika Serikat, tetapi pengabdian terakhir Trump dan timnya kepada pemerintah Saudi.

Dalam empat tahun terakhir, Donald Trump telah melakukan semua yang dia bisa untuk membantu Arab Saudi. Bersikap diam dalam menghadapi pelanggaran HAM berat di Arab Saudi, membantu bin Salman mengatasi krisis Jamal Khashoggi, membantu Arab Saudi dalam persaingan regional dengan Republik Islam Iran, dan mengabaikan kejahatan Al Saud terhadap Yaman adalah di antara aspek terpenting dari bantuan Washington ke Riyadh selama periode tersebut.

Dengan menyebut Ansarullah Yaman sebagai teroris dan memberi sanksi kepada Ansarullah Yaman, pemerintahan Donald Trump membuka jalan bagi kelanjutan perang Saudi melawan Yaman, serta menempatkan Ansarullah di bawah tekanan finansial. Ini penting karena pemerintahan Joe Biden kemungkinan tidak akan membuat perubahan pada daftar teroris dan sanksi AS, setidaknya dalam jangka pendek.

Masalah lainnya adalah bahwa tindakan pemerintahan Trump sekali lagi menunjukkan bahwa Amerika Serikat menindak negara atau kelompok mana pun yang mengklaim independensi atau kebijakan yang tidak sejalan dengan Washington di dunia, termasuk di kawasan Asia Barat. Ansarullah adalah salah satu kelompok di Asia Barat yang menentang kebijakan AS di kawasan.

Dalam hal ini, Mohammad Abdul Salam, Juru Bicara Gerakan Ansarullah Yaman mengatakan, "Seruan dan sanksi teroris terhadap Ansarullah menegaskan bahwa kami menentang kepentingan Amerika dan melawan agresi apa pun. Dan apa yang ditentukan oleh kepemimpinan, komando militer dan Komite Rakyat Yaman adalah opsi yang legal dan dijamin."

Pada saat yang sama, aktivitas utama Ansarullah adalah mempertahankan Yaman dari invasi koalisi Saudi. Dalam enam tahun terakhir, ketika Ansarullah menempatkan pertahanan Yaman dalam agenda, bukan hanya tidak melakukan operasi seperti teroris, justru melakukan operasi pencegah militer terhadap Arab Saudi dengan drone dan rudal. Fungsi Ansarullah inilah yang menyebabkan banyak negara bahkan PBB menentang tindakan pemerintahan Trump yang menyebut Ansarullah sebagai teroris.

Poin terakhir adalah tindakan pemerintahan Trump tidak akan mempengaruhi aktivitas dan posisi Ansarullah di Yaman.

"Tindakan Amerika Serikat ini tidak akan memiliki konsekuensi politik, ekonomi atau kemanusiaan, karena kita telah melalui semua tahapan ini," kata Mohammad Abdul Salam.

Di atas segalanya, langkah Amerika Serikat ini membuktikan kebingungan pemerintahan Trump dengan kawasan Asia Barat.

342/



Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

پیام رهبر انقلاب به مسلمانان جهان به مناسبت حج 1441 / 2020
We are All Zakzaky
conference-abu-talib
Tidak untuk Perjanjian Abad ini