Ayatullah Reza Ramezani:

Rakyat dan Pemerintah Afghanistan harus Bersatu untuk Kepentingan Nasional

Rakyat dan Pemerintah Afghanistan harus Bersatu untuk Kepentingan Nasional

"Setelah semua penindasan terhadap rakyat Afghanistan, maka rakyat dan pemerintah Afghanistan harus bersatu padu dan tetap pada poros perlawanan. Tidak boleh ada arogansi kelompok dan pemikiran sektarian di Afghanistan, semua pihak harus berpikir dan bertindak untuk kepentingan bersama."

Menurut Kantor Berita ABNA, Sekretaris Jenderal Forum Internasional Ahlulbait as Ayatullah Reza Ramezani mengunjungi beberapa korban luka-luka dalam insiden ledakan teroris Masjid Syiah Kandahar Afghanistan di salah satu rumah sakit Teheran pada Minggu (7/11). 

Dalam kunjungan tersebut, Ayatullah Ramezani menemui dan berbicara langsung dengan beberapa korban insiden bom bunuh diri di tengah perawatan mereka dan mendoakan mereka agar diberikan kesehatan dan segera pulih kembali. 

Di sela-sela kunjungan, Ayatullah Ramezani mengungkapkan kesedihan dan dukacitanya atas insiden pahit yang terjadi di Afghanistan dalam beberapa bulan terakhir. Ia berkata, "Kelompok yang mengklaim agama, Al-Qur'an dan spiritualitas telah melakukan aksi bejat dan tindakan teror yang telah mengorbankan banyak orang, baik luka-luka maupun korban jiwa."

Mengacu pada insiden tragis di sekolah putri Sayyid al-Syuhada di Kabul Afghanistan maupun pada serangan terhadap masjid dan jamaah salat Jumat di beberapa kota di Afghanistan dalam beberapa bulan terakhir yang telah merenggut ratusan nyawa warga sipil tidak berdosa. Ayatullah Ramezani berkata, "Takfiri dan pandangan ekstremis selalu berbahaya dan menjadi ancaman bagi Muslim sepanjang sejarah. Mereka telah merenggut banyak korban dan telah merusak citra Islam yang seharusnya menjaga kedamaian dan menjadi rahmat."

   

Ayatullah Ramezani berkata, "Forum Internasional Ahlulbait as sebagaimana pendekatan dan ajaran yang telah dipelajari dari maktab Ahlulbait as menekankan untuk membantu dan memperhatikan setiap manusia yang tertindas. Al-Qur'an Suci mengatakan bahwa jika seorang manusia terbunuh, seolah-olah semua manusia telah terbunuh, dan jika seorang manusia dibantu kehidupannya, maka seolah-olah semua manusia telah dihidupkan kembali."

"Sayangnya, rakyat Afghanistan telah menghadapi agresi dari Timur dan Barat dalam 40 tahun ini, dan sekarang harus berhadapan dengan kelompok-kelompok yang menjadi boneka Barat dan Barat." Tambahnya. 

Ayatollah Ramezani lebih lanjut berkata, "Dalam kasus kelompok ekstremis ISIS, yang telah mengaku bertanggung jawab atas kejahatan ini, masyarakat internasional harus turut mengutuk dan bertindak sesuai kapasitasnya untuk menghentikan terjadinya kasus serupa di kemudian hari.  Tidaklah cukup kita prihatin dan mengutuk. Kelompok-kelompok teroris ini harus dihadapi secara tegas. Kejahatan ini sama sekali tidak bisa dimaafkan."

"Orang-orang Muslim yang ke masjid untuk salat berjamaah, untuk berdoa dan untuk mendengarkan ceramah agama, namun mereka harus menjadi korban kebiadaban aksi terorisme, sebagian meninggal dunia, dan sebagian lagi harus mengalami luka-luka. Tindakan yang mencelakai mereka sama sekali tidak memiliki dasar rasional atau agama." Tegasnya. 

   

Dia menambahkan, "Pandangan kelompok teroris yang melakukan kejahatan atas nama agama ini bukanlah bagian dari kelompok Islam. Seorang nabi yang diutus untuk menebar rahmat dan mengasihani semua manusia, tidak pernah mengajarkan untuk mencelakakan apalagi merenggut nyawa orang tanpa hak."

Mengkritik kebungkaman masyarakat internasional dan hak asasi manusia terhadap kejahatan kelompok takfiri di Afghanistan, Ayatullah Ramezani mengatakan, "Masyarakat internasional harus mengutuk kejahatan ini sehingga hal-hal seperti itu tidak terjadi lagi di belahan dunia manapun. Ekstrem-ekstrem ini harus dihentikan secara mendasar dan para pelaku kejahatan ini harus diadili."

"Orang-orang bijak, ulama, pemikir, intelektual dan mereka yang memiliki peran membimbing di Afghanistan harus membentuk pemerintahan yang komprehensif untuk mencegah pembunuhan dan ancaman di negara ini. Jika rasionalitas dan moderasi berlaku di sana, masa depan Afghanistan akan menjadi masa depan yang menjanjikan, tetapi jika perbedaan dan ketegangan muncul dengan pengelolaan arogansi dan arus asing, kita pasti akan melihat kesedihan." Tambahnya.

"Masa depan Afghanistan tergantung pada tindakan para penguasa dan kehadiran rakyat. Jika pemerintah inklusif dan tidak mengizinkan campur tangan asing, Afghanistan akan memiliki masa depan yang baik." Ungkapnya lagi.

Berbicara kepada para penguasa Afghanistan, Ayatullah Ramezani memesankan, "Setelah semua penindasan terhadap rakyat Afghanistan, maka rakyat dan pemerintah Afghanistan harus bersatu padu dan tetap pada poros perlawanan. Tidak boleh ada arogansi kelompok dan pemikiran sektarian di Afghanistan, semua pihak harus berpikir dan bertindak untuk kepentingan bersama."

Pada akhirnya, Sekretaris Jenderal Forum Internasional Ahlulbait ini sambil berdoa untuk kesembuhan korban yang terluka dalam insiden teroris Masjid Fatimah di Kandahar Afghanistan, menyampaikan harapan bahwa bangsa Afghanistan yang mulia dan tangguh akan mencapai tujuannya.

Disebutkan pada Jumat (15/10) ledakan terjadi di Masjid Imam Bargah atau Masjid Fatimah Kandahar, Afghanistan. Berbagai sumber melaporkan bahwa sejumlah orang tewas dan terluka dalam ledakan di masjid Syiah tersebut. ISIS mengklaim bertanggungjawab sebagai pelaku dari insiden teror tersebut. Sebagian korban luka-luka atas permintaan otoritas Afghanistan mendapatkan perawatan medis di rumah sakit di Iran. 


Related Articles

Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*