Ayatullah Sayid Mudarresi:

Peradaban Ilahiah yang Menjadi Misi Umat Islam adalah untuk Semua Manusia

Peradaban Ilahiah yang Menjadi Misi Umat Islam adalah untuk Semua Manusia

Peradaban Ilahiah yang Menjadi Misi Umat Islam adalah untuk Semua Manusia

Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah al-Uzhma Sayyid Muhammad Taqi Modarressi, salah satu ulama marja taklid Syiah yang bermukim di Karbala Irak, mengatakan dalam  ceramah pekanannya, mengacu pada perlawanan rakyat Palestina atas kebiadaban rezim Zionis, bahwa sepanjang sejarahnya, Islam terus berkembang. Ia berkata, "Melalui kesetiaan pada perjanjian dengan Allah swt, umat Islam dengan semangat revolusionernya , memanifestasikan dirinya setiap hari di setiap sudut dunia dalam memegang janji peradaban Islam. Yaitu tidak mau takluk pada penindasan dan kezaliman."

Ulama besar Irak ini  lebih lanjut mengatakan, "Dengan memiliki misi ilahi, umat Islam mengalami banyak tantangan termasuk hari ini. Munculnya krisis Corona, tantangan perubahan iklim, anomali pemikiran materialis, dan pengelompokan sosial yang tidak adil telah menunjukkan bahwa diperlukan peradaban ketuhanan yang luhur yang itu hanya bisa terwujud dalam peradaban Islam."

Ia melanjutkan, "Tentu saja, ini tidak berarti bahwa peradaban ini hanya untuk kepentingan dan milik umat Islam, melainkan untuk semua umat manusia di dunia. Sebab peradaban Ilahi adalah manifestasi dari nilai-nilai surgawi dan kebutuhan semua manusia."

Ayatullah Modarressi, menunjukkan bahwa peradaban Islam memiliki akar iman dan ketakwaan yang kuat yang mereformasi dan merevitalisasi dunia. Ia berkata, "Tentu saja, reformasi dan konstruksi dan pengabdian kepada kemanusiaan ini tidak hanya materialistis, tetapi juga religiusitas. Sebab kebutuhan manusia pada spritualitas tidak bisa diabaikan."

Dia menambahkan, "Peradaban agama mempertimbangkan dua dimensi material dan spiritual manusia. Karena Islam menghubungkan ibadah spiritual dengan aspek material kehidupan. Islam menjadikan shalat, puasa dan haji sebagai sarana mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan di sisi lain ibadah tersebut juga memberikan kemaslahatan bagi manusia. Misalnya, Idul Fitri yang merupakan Idul Fitri spiritual, tetapi dengan membayar zakat fitrah pada hari itu, orang miskin dan orang yang membutuhkan juga mendapat manfaat."

Ulama marja taklid Syiah ini dibagian akhir penyampaiannya, menekankan perlunya untuk tidak melupakan pandangan agama di arena politik dan berkat, "Politik harus tunduk pada agama dan bukan sebaliknya, agama harus tunduk pada politik."


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*