Seyyed Abolhassan Nawab:

Pemikiran Imam Khomeini Membuka Jalan bagi Pencari Kebebasan di Dunia

Pemikiran Imam Khomeini Membuka Jalan bagi Pencari Kebebasan di Dunia

“Imam Khomeini rahimahullah tahu betul bahwa jawaban pikiran harus diberikan dengan pikiran dan bukan dengan kekerasan, dan itulah sebabnya pemikiran, pena, dan ekspresi almarhum, yang dipengaruhi oleh pemikiran Islam murni, membuka jalan baru untuk semua para pencari kebebasan di dunia.”

Menurut  Kantor Berita ABNA, Hujjatul Islam wa Muslimin Seyyed Abolhassan Nawab, sekretaris Dewan Tertinggi Lembaga Internasional Ahlulbait as dan Rektor Universitas Adyan dan Mazahib Iran dalam pertemuan ilmiah membahas wacana perdamaian dan penyangkalan kekerasan dalam asas fikih Imam Khomeini yang diadakan universitas ini mengatakan, “Sebagian anak muda yang belum memahami masa keberkahan hidup Imam Khomeini as, terkadang karena propaganda musuh, mengira bahwa mereka memperkenalkan generasi pertama revolusi Imam seperti yang mereka inginkan dan bukan seperti itu.”

Seyyed Abolhassan Nawab menambahkan, “Untuk mengetahui Imam Khomeini, kita harus mengacu pada karya dan kehidupan ilmiah dan praktis dari orang besar sejarah ini. Kita harus melihat bagaimana pemimpin gerakan revolusioner terbesar abad terakhir memulai revolusinya? Apakah dia menggunakan teror atau berpikir untuk memenangkan revolusinya melalui kekerasan, dan pemaksaan kehendak?”.

“Tidak ada seorang pun di negeri ini yang menentang Syah seperti Imam Khomeini, tetapi dia ingin mengusir Syah keluar negeri melalui kesadaran massa, bukan dengan senjata dan pembunuhan. Dan massa yang sadar inilah yang menjadi fokus para pencari kebebasan dunia saat ini.” Tambahnya. 

Nawab melanjutkan, “Mungkin beberapa orang ketika ditanya dalam wawancara dengan Imam Khomeini bahwa setiap revolusi membutuhkan senjata dan tentara, dan di mana tentara Anda? Dan Imam Khomeini dalam menanggapi dengan hati penuh iman dan keyakinan mengatakan bahwa tentara saya masih di ayunan. Banyak yang  tidak mengerti arti sebenarnya dari Imam Khomeini tersebut. Apa tujuan dan maksud Imam dari jawaban tersebut? Namun Imam Khomeini yakin bahwa dengan beriman kepada Allah Swt serta kesadaran anak-anak di wilayah ini, dia bisa bangkit untuk melawan penindasan dan tirani.”

Rektor Universitas Adyan dan Mazahib Qom ini dengan menunjukkan bahwa revolusi Imam Khomeini didasarkan pada pemikiran dan bukan kekerasan, ia mengatakan, “Beberapa pejuang kecewa dengan konfirmasi vonis pembunuhan Hassan Ali Mansour oleh Imam Khomeini, dan Imam Khomeini  tidak mengeluarkan vonis ini dan tidak mengkonfirmasinya, mereka menerima vonis pembunuhan dari Ayatollah Milani dan mengambil tindakan.”

Sekretaris Dewan Tertinggi Lembaga Internasional Ahlulbait as menyatakan, “Imam Khomeini rahimahullah tahu betul bahwa jawaban pikiran harus diberikan dengan pikiran dan bukan dengan kekerasan, dan itulah sebabnya pemikiran, pena, dan ekspresi almarhum, yang dipengaruhi oleh pemikiran Islam murni, membuka jalan baru untuk semua para pencari kebebasan di dunia.”

DIsebutkan pertemuan ilmiah dengan tema “Kedudukan Wacana Penyangkalan Kekerasan dan Perdamaian dalam Asas Fikih Imam Khomeini ra” diselenggarakan oleh Pusat Perdamaian dan Dialog Universitas Adyan dan Mazahib Qom Iran dengan kehadiran dosen dan mahasiswa pada Kamis (2/6) di aula Imam Musa Sadr di universitas ini. 


Related Articles

Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*