Motif Lawatan Mendadak Menlu AS ke Afghanistan

Motif Lawatan Mendadak Menlu AS ke Afghanistan

Menteri Luar Negeri AS, Anthony Blinken tiba di Afghanistan dalam kunjungan mendadak pada Kamis sore.

Menurut Kantor Berita ABNA, Dalam pertemuan antara Menlu AS dengan Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani dibahas masalah penarikan pasukan AS dari Afghanistan, serta isu-isu terkait masa depan Afghanistan, proses perdamaian dan KTT Istanbul.

Pada pertemuan tersebut, Ashraf Ghani mengungkapkan bahwa militer dan pasukan keamanan Afghanistan mampu mempertahankan negaranya sendiri, dan menekankan perlunya membuat kerangka kerja baru untuk kerja sama kedua negara. Terlepas dari jaminan keamanan yang disampaikan Ashraf Ghani, ada kekhawatiran tentang situasi keamanan di Afghanistan. Mir Rahman Rahmani, ketua parlemen Afghanistan hari Rabu memperingatkan potensi munculnya perang saudara, jika pasukan AS meninggalkan negara itu.

Kunjungan mendadak ini dilakukan tidak lama setelah Presiden AS Joe Biden mengumumkan penarikan pasukan negaranya dari Afghanistan. "Sudah waktunya untuk mengakhiri perang AS terpanjang di Afghanistan," kata Biden. Setelah Biden mengumumkan bahwa dia akan menarik semua pasukan AS dari Afghanistan dalam waktu sekitar lima bulan, NATO menyatakan akan menarik pasukannya dari Afghanistan pada waktu yang sama dengan Amerika Serikat. 

Kunjungan Blinken ke Afghanistan tampaknya memiliki beberapa tujuan. Pertama, meyakinkan para pejabat Afghanistan bahwa hubungan Washington dengan Kabul akan terus berlanjut dan bantuan akan tetap diberikan ke Afghanistan. Blinken mengatakan Amerika Serikat akan melanjutkan dukungan diplomatiknya untuk Afghanistan, dan pasukan keamanannya  akan melanjutkan upaya untuk memfasilitasi proses perdamaian Afghanistan. Biden juga mengumumkan bahwa Amerika Serikat tidak lagi berpartisipasi dalam operasi militer di Afghanistan. Ia mengaku akan terus melanjutkan pekerjaan diplomatik dan kemanusiaan demi membantu pemerintah Afghanistan.

Masalah kedua mengenai masa depan pasukan AS, yang akan meninggalkan Afghanistan paling lambat 11 Spetember 2021. Terlepas statemen Biden mengenai penarikan pasukan AS dari Afghanistan, tampaknya Gedung Putih mempertimbangkan penempatan pasukan AS di berbagai negara sekitar Afghanistan, terutama menghadapi potensi ancaman serangan Taliban dan pecahnya perang saudara skala besar di Afghanistan.

The New York Times melaporkan bahwa Pentagon dan badan intelijennya sedang berkoordinasi dengan sekutu Barat untuk mengerahkan pasukan ke negara-negara tetangga Afghanistan. Pentagon mengatakan langkah itu ditujukan untuk mencegah kemunculan kembali Afghanistan sebagai basis teroris.

Pentagon sedang mengkaji penempatan pasukannya di Tajikistan, Kazakhstan atau Uzbekistan untuk mencegah kekosongan keamanan di kawasan tersebut. Tampaknya hal ini rasional mengingat keputusan Biden mengenai kekhawatirannya tentang Taliban yang akan memegang kendali  Afghanistan.

Meskipun Ketua DPR AS dari Partai Demokrat Nancy Pelosi telah membela langkah Biden, beberapa pemimpin Republik mengkritik keras hal itu. Lindsay Graham, seorang senator senior Republik, telah memperingatkan penarikan pasukan AS dari Afghanistan, dengan mengatakan presiden AS sedang bergerak menuju 11 September lainnya ketika pasukan AS meninggalkan Afghanistan.

Sementara itu, Rusia menyalahkan penundaan penarikan pasukan AS dari Afghanistan yang berpotensi meningkatkan permusuhan di negara itu. Zamir Kabulov, utusan presiden Rusia untuk Afghanistan memperingatkan bahwa Taliban akan meningkatkan serangan mereka menyusul keputusan AS baru-baru ini. Jika skenario ini terwujud, maka kita dapat berharap bahwa pemerintahan Biden akan mempertimbangkan kembali penarikan pasukan AS dari Afghanistan.

Amerika Serikat menginvasi Afghanistan pada tahun 2001 dengan dalih memerangi terorisme. Tetapi setelah dua dekade pendudukan dengan dukungan pasukan NATO, kehadiran militer AS dan NATO telah mengakibatkan peningkatan ketidakamanan dan kekerasan, serta peningkatan produksi dan perdagangan narkoba di Afghanistan.(PH)

342/


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*