?>

Menlu Iran dan Irlandia Bahas Masa Depan Perjanjian Nuklir JCPOA

Menlu Iran dan Irlandia Bahas Masa Depan Perjanjian Nuklir JCPOA

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, mengatakan implementasi penuh perjanjian nuklir JCPOA bergantung pada pencabutan sanksi.

Menurut Kantor Berita ABNA, Hal itu disampaikan Zarif dalam pembicaraan via konferensi video dengan Menteri Luar Negeri Irlandia, Simon Coveney pada Rabu (20/1/2021), seperti dilansir IRNA.

Sebelum ini, pemerintah Irlandia menyatakan akan berusaha untuk mempertahankan perjanjian nuklir 2015 yang dicapai antara Iran dan kekuatan utama dunia.

Sejak awal, jelas Zarif, Iran telah memenuhi semua kewajibannya berdasarkan JCPOA. Namun, setelah Amerika Serikat keluar dari perjanjian ini dan juga ketidakmampuan Eropa untuk melaksanakan kewajibannya secara penuh, Iran memilih mengurangi komitmennya sesuai dengan Pasal 36 JCPOA.

Dia juga mengucapkan selamat kepada Irlandia karena terpilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2021-2022.

Menlu Iran menegaskan bahwa AS dengan menjatuhkan sanksi ilegal khususnya dalam beberapa tahun terakhir, telah melanggar ketentuan Piagam PBB dan perjanjian internasional, dan ini telah merusak multilateralisme.

“Diharapkan kepada semua negara, terutama anggota Dewan Keamanan PBB untuk melakukan upaya konstruktif demi perdamaian dan keamanan internasional,” imbuhnya.

Zarif menilai Iran dan Irlandia memiliki pandangan yang dekat dalam banyak isu penting regional seperti, masalah perlucutan senjata dan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Yaman dan Suriah.

Dia juga menyambut baik langkah pemerintah Irlandia untuk membuka kembali kedutaannya di Tehran.

Sementara itu, Simon Coveney juga memandang hubungan antara Iran dan Irlandia sangat penting.

Dia mengatakan kedutaan Irlandia di Tehran dan di beberapa negara lain ditutup dalam beberapa tahun terakhir karena masalah keuangan dan sekarang kami berusaha untuk membukanya kembali secepat mungkin.

“Irlandia menganggap JCPOA sebagai pencapaian penting diplomasi multilateral dan ingin memainkan peran aktif dan konstruktif di dalamnya, mengingat keanggotaan negara ini di Dewan Keamanan dan sebagai fasilitator pelaksanaan resolusi 2231 yang terkait dengan JCPOA,” pungkasnya.

342/


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

پیام رهبر انقلاب به مسلمانان جهان به مناسبت حج 1441 / 2020
We are All Zakzaky
conference-abu-talib
Tidak untuk Perjanjian Abad ini