Menko Ekonomi RI: Pendemi Covid-19 Semakin Terkendali

Menko Ekonomi RI: Pendemi Covid-19 Semakin Terkendali

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto menyatakan pandemi Covid-19 kian terkendali di berbagai wilayah.

Menurut Kantor Berita ABNA, Hal ini juga diperkuat dengan bukti penurunan jumlah kasus harian, kasus aktif, hingga tingkat keterisian rumah sakit.Secara nasional per 18 April 2022, kasus baru yang tercatat adalah sebanyak 559 kasus, menurun 99,1% dari jumlah tertingginya di 16 Februari 2022 yang sebanyak 64.718 kasus. Sementara, Kasus Aktif berjumlah 50.969 kasus, turun 91,3% dari puncaknya di 24 Februari 2022 sebanyak 586.113 kasus.

Jumlah kasus Kematian sebanyak 37 kasus, turun 90,8% dari puncaknya di 8 Maret 2022 sebanyak 401 kasus. Positivity Rate di Indonesia juga berada di bawah standar WHO, dengan Positivity Rate harian adalah 0,9% dan 7DMA 1,16%.

"Kasus aktif di sebagian besar provinsi sudah relatif rendah, hanya di beberapa provinsi saja masih agak tinggi." kata Koordinator PPKM Luar Jawa Bali ini dalam keterangan, Senin, (19/4/2022).

Khusus untuk wilayah di luar Jawa-Bali, Kasus Konfirmasi Harian juga menunjukkan penurunan, yaitu per 17 April 2022 tercatat sebanyak 117 kasus (19,27% dari kasus harian nasional). Sementara, Kasus Aktif dalam periode yang sama sebanyak 25.489 kasus (43,74% dari kasus aktif nasional).

Tingkat Bed Occupancy Rate (BOR) di RS juga masih rendah secara nasional yakni 4% dari total kapasitas yang tersedia. Sementara untuk luar Jawa dan Bali berada di angka 3,6%.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO belum mengubah status pandemi Covid-19 menjadi endemi. Apa alasannya?Endemi sendiri merupakan keadaan saat penyakit ada pada populasi atau wilayah tertentu. Salah satu endemi adalah malaria yang ada di wilayah Afrika dan Amerika Selatan.

Namun ini bukan berarti saat pandemi menjadi endemi membuat masalah berakhir. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Program Kedaruratan Kesehatan WHO, Michael Ryan.

"Saya tentu tidak percaya kita telah mencapai sesuatu yang mendekati situasi endemik dengan virus ini. Itu belum menjadi penyakit endemi," kata Ryan, dikutip dari Al Jazeera, Selasa (19/4/2022).

Menurutnya, virus corona belumlah masuk dalam pola penyakit musiman atau penularan apapun. Selain itu SARS-CoV-2 tetap mampu menjadi penyebab wabah besar.

"Jangan percaya endemik sama saja sudah selesai, ringan atau tidak masalah. Itu sama sekali tidak," kata Ryan.

Belum lama ini, jumlah kematian akibat Covid-19 tercatat sebagai jumlah terendah sejak pandemi di awal 2020. Namun dengan 20 ribu kematian, Ryan menyatakan jumlah itu masih banyak.

"Kita harusnya bahagia namun tidak boleh puas," ujarnya.

Saat sebuah penyakit epidemik menjadi endemik, bisa seringkali menjadi penyakit anak-anak misalnya campak dan difteri. Alasannya karena saat anak baru lahir, adalah kelompok yang rentan.

Vaksinasi juga masih memegang peran penting. Ryan menuturkan jika tingkatnya menurun, maka epidemik bisa kembali pecah.

Pemimpin Teknis Covid-19 WHO Maria Van Kerkhove menyebutkan corona akan terus beredar pada tingkat yang tinggi. Dengan menyebabkan kematian serta kehancuran pada jumlah yang besar.

Seperti Ryan, dia mengatakan saat ini dunia belum masuk pada fase endemi dan masih berada dalam pandemi. "Kita semua berharap tidak demikian. Tapi kami tidak dalam tahap endemik," ungkap Vank Kerkhove.(PH)

342/


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*