Ayatullah Reza Ramezani:

Menjaga dan Mempertahankan Nyala Revolusi Islam, Wajib Hukumnya

Menjaga dan Mempertahankan Nyala Revolusi Islam, Wajib Hukumnya

"Kita harus bertindak di jalan Allah Swt. dan bermuamalah dengan-Nya. Sebagaimana yang telah dilakukan Imam Khomeini dalam menciptakan revolusi Islam. Hari ini kita menghadapi kepercayaan besar ini dan kita harus melakukan apa yang kita rasa perlu untuk mempertahankan revolusi.”

Menurut Kantor Berita ABNA, Sekretaris Jenderal Lembaga Internasional Ahlulbait as Ayatullah Reza Ramezani pada Jumat malam (3/6) pada majelis peringatan ke-28 syuhada Masjid Manzaria, yang diadakan di masjid ini, mengacu pada peringatan 33 tahun Wafatnya Imam Khomeini rahimahullah, mengatakan, “Para syuhada, ulama dan mujahidin di bidang ilmu pengetahuan dan medan perang adalah murid-murid dari maktab Imam Khomeini.”

Sekretaris Jenderal Lembaga Internasional Ahlulbait as ini menganggap salah satu aspek yang paling penting dan menonjol dari Islam namun  kurang mendapat perhatian adalah dimensi perjuangan dan front perlawanan. Ia berkata, “Sekitar 400 ayat dalam Kitab Suci Al-Qur’an yang  menyinggung tentang jihad dan perlawanan terhadap kesewenang-wenangan. Dan kita tidak akan menemukan sebuah hukum fikih yang dibicarakan Al-Qur’an sebanyak masalah jihad.”

Ayatullah Ramezani melanjutkan, “Mewujudkan keadilan individu dan sosial adalah salah satu tujuan besar dan misi semua nabi ilahi.”

Perwakilan masyarakat Gilan dalam Majelis Ahli Kepemimpinan ini menekankan bahwa hari ini beberapa intelektual mencoba untuk mengesampingkan ayat-ayat jihad dan perlawanan dengan mengklaim bahwa kita lebih membutuhkan perdamaian.”Ini adalah pemikiran yang berbahaya; Islam mencari perdamaian, tetapi perdamaian yang berdasarkan keadilan.” Tegasnya. 

Ia menambahkan, ”Islam tidak setuju dengan perdamaian yang dengannya orang menerima penindasan; Di Barat saat ini, spiritualitas yang menindas dipromosikan, yang merupakan semacam spiritualitas imitasi. Perdamaian mutlak berarti tidak berkonflik dengan siapa pun, bahkan mereka yang berusaha menjarah dan mengeksploitasi Anda, dan ini tidak benar."

Ayatullah Ramezani menunjukkan bahwa Islam tentu saja tidak pernah berusaha untuk mempromosikan perang dan militansi, tetapi harus dipersiapkan secara ilmiah dan militer dalam segala hal, mencatat bahwa umat Islam di semua bidang, terutama militer, harus siap menghadapi musuh yang berencana dan bermaksud menjarah dan menjajah wilayah-wilayah Islam.

Lebih lanjut Ayatullah Ramezani mengacu pada posisi tinggi dan mulia dari syuhada di hadapan Allah Swt, menjelaskan, “Di antara mereka yang meminta kepada Allah untuk dikembalikan ke dunia dan merasakan kembali mati syahid adalah para syuhada. Karena menyadari keagungan status syahid, mereka ingin kembali untuk merasakan lagi nikmatnya mati syahid.”

Wakil rakyat Gilan di Majelis Ahli menunjuk pada masalah jihad dalam Al-Qur'an dan menjelaskan, “Salah satu jihad ini adalah jihad penjelasan, yang berarti bahwa para ulama harus berdiri melawan mereka yang berusaha untuk meragukan dan mendistorsi agama. Ulama harus mendorong umat dan masyarakat untuk mencintai ilmu dan maarif agama.”

Menunjukkan bahwa kita membutuhkan mobilisasi publik secara massif untuk mempelajari pengetahuan fikih agama, ia menekankan, "Kami membutuhkan ulama seperti Ayatullah Rudbari yang menciptakan arus keagamaan di provinsi ini."

Ayatullah Ramezani menyatakan bahwa hari ini para Imam as sedang terzalimi dengan pengetahuan masyarakat yang tidak semestinya mengenai mereka. Ia berkata, "Sayangnya, hari ini Aimmah as lebih sering diperkenalkan hanya dalam satu dimensi sehingga orang-orang tidak menjadikan para imam sebagai figur teladan yang komprehensif."

Sekretaris Jenderal  Lembaga Internasional Ahlulbait as ini menunjukkan bahwa Mujahidin harus tulus dalam jihad dan aktivitas ilmiahnya. Ia berkata, "Kita harus bertindak di jalan Allah Swt. dan bermuamalah dengan-Nya. Sebagaimana yang telah dilakukan Imam Khomeini dalam menciptakan revolusi Islam. Hari ini kita menghadapi kepercayaan besar ini dan kita harus melakukan apa yang kita rasa perlu untuk mempertahankan revolusi.”

"Kita semua setuju bahwa ada beberapa masalah ekonomi dan mata pencaharian, dan di beberapa tempat keadilan tidak ditegakkan namun itu bukan alasan untuk memprovokasi orang-orang untuk merusak sistem pemerintahan Islam ini. Jika Revolusi Islam dirusak, akan memakan waktu beberapa ratus tahun lagi untuk bisa mengembalikan pada kondisi sebagaimana sekarang.” Ungkapnya.


Related Articles

Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*