Mengapa Pengadilan Nigeria Kembali Menunda Sidang Sheikh Zakzaky ?

Mengapa Pengadilan Nigeria Kembali Menunda Sidang Sheikh Zakzaky ?

Sementara Muslim Nigeria bersikeras agar Sheikh Ibrahim Zakzaky, Sekretaris Jenderal Gerakan Islam Nigeria dibebaskan, pengadilan Nigeria sekali lagi menunda persidangan pemimpin Gerakan Islam Nigeria ini hingga 28 Juli.

Menurut Kantor Berita ABNA, Dalam hal ini, Pengadilan Tinggi Kaduna di Nigeria menyatakan bahwa alasan tindakan ini adalah untuk memutuskan kasus ini dan bukan untuk mengirim kasus setelah pengadilan lisan. Pengadilan Kaduna menunda persidangan Sheikh Zakzaky, sementara penasihat Zakzaky sebelumnya telah mengajukan kasus Sheikh ke pengadilan dan meminta tim pengadilan Kaduna untuk membuat keputusan yang diperlukan terkait hal ini.

Sheikh Ibrahim Zakzaky dan istrinya ditangkap pada 13 Desember 2015, saat militer Nigeria menyerang Huseiniyah di Zaria. Mereka telah dipenjara selama sekitar enam tahun hingga sekarang. Sementara itu, pengadilan Kaduna melarang mereka diadili dan dijatuhi hukuman. Pengadilan Kaduna juga terus menunda persidangan dengan berbagai dalih.

Hal ini terjadi padahal Sheikh Zakzaky tidak dalam kondisi fisik yang baik dan membutuhkan perawatan serta fasilitas medis yang layak. Kondisi ini semakin diperburuk dengan mewabahnya penyakit COVID-19, sehingga para pejabat kantor Gerakan Islam Nigeria telah berulang kali memperingatkan akan memburuknya penyakit Sheikh Zakzaky.

Namun, para pejabat Nigeria bukan hanya tidak mematuhi persyaratan karantina buatnya, tetapi beberapa sumber baru-baru ini menyatakan bahwa otoritas penjara berusaha menahan seseorang dengan penyakit COVID-19 dalam tahanan Sheikh Zakzaky. Upaya ini berhasil digagalkan dengan penentangan keras para tahanan di penjara tersebut.

  • Baca juga: Warga Nigeria Gelar Protes Tuntut Pembebasan Syeikh Zakzaky

Tekanan pada Muslim Nigeria telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terutama sejak penangkapan Sheikh Zakzaky. Pemerintah Nigeria telah melarang berbagai kegiatan keagamaan dan upacara keagamaan seperti Tasua dan Asyura, dan mereka menindak pertemuan umat Islam.

Sejatinya, pemerintah Nigeria telah berusaha selama bertahun-tahun untuk mengurangi atau bahkan menghapus partisipasi Muslim di berbagai bidang sosial dan politik Nigeria.

Akar semakin kuatnya kebijakan pemerintah Nigeria terhadap umat Islam di negara itu dapat ditelusuri dari perubahan politik di kancah internasional dan sumber daya alam serta posisi negara ini.

"Pemerintah Nigeria melaksanakan misi Arab Saudi untuk memerangi Syiah dan menghilangkan pengaruh Sheikh Zakzaky di antara orang-orang Nigeria, dan mereka bahkan khawatir hanya dengan publikasi berita tokoh terkemuka ini," kata Omar Zaki, akademisi Universitas Nigeria.

Pada dasarnya, Nigeria adalah salah satu negara terpenting di Afrika dengan sumber daya minyak dan gasnya yang kaya dan populasi yang sangat besar. Oleh karena itu, dalam beberapa tahun terakhir, menyusul kegagalan kebijakan Arab Saudi dan rezim Zionis di kawasan, mereka telah mempertimbangkan pengaruh mereka di negara-negara yang jauh, terutama Afrika.

Dalam hal ini, mereka telah mencoba untuk mempengaruhi para pejabat negara Nigeria agar negara ini dapat mengkoordinasikan kebijakannya dengan mereka. Sebagaimana disampaikan oleh Ishaq Adam Ishaq, pengacara Sheikh Zakzaky, "Amerika Serikat, Israel dan Arab Saudi menugaskan Presiden Nigeria Muhammadu Buhari untuk membunuh pemimpin Syiah negara itu, dan Arab Saudi membayar jutaan dolar kepada pejabat Abuja."

Sheikh Adam Ahmad, salah satu wakil Sheikh Ibrahim Zakzaky, menyebut ada laporan tentang peran rezim Zionis dalam menekan Syiah Nigeria lewat otoritas Abuja, serta campur tangan dalam persidangan Sheikh Zakzaky dan membuat proses persidangan semakin panjang.

Menurutnya, "Selain tekanan rezim Zionis terhadap pemerintah Nigeria, serta campur tangan dalam proses pengadilan, rezim Al Saud dan Amerika Serikat juga terlibat dalam semakin panjangnya masa persidangan Sheikh Zakzaky dan istrinya."

  • Baca juga: IHRC Tuntut Pembebasan Sheikh Zakzaky dan Istrinya

Sekalipun demikian, umat Islam di negara ini tetap tegar dengan cita-citanya dan melanjutkan kegiatan mereka. Mereka menyatakan seberapa banyak pemerintah Nigeria mengabaikan dan menindas mereka, mereka akan melanjutkan jalannya dan tidak akan menyerah.

Sementara itu, pemerintah Nigeria terus berusaha dengan berbagai cara untuk menekan Sheikh Zakzaky, bahkan menunda persidangannya, dalam upaya untuk mengecilkan perannya dan menekan umat Islam untuk menyerah.

"Pemerintah Nigeria melaksanakan misi Arab Saudi untuk memerangi Syiah dan menghilangkan pengaruh Sheikh Zakzaky di antara orang-orang Nigeria, dan mereka bahkan khawatir hanya dengan publikasi berita tokoh terkemuka ini," kata Omar Zaki, akademisi Universitas Nigeria.

Meskipun penundaan persidangan Zakzaky sekali lagi membuat marah umat Islam, tetapi mereka terus menindaklanjuti kasus Sheikh Zakzaky dan mengupayakan pembebasannya. Tampaknya kelanjutan dari kebijakan permusuhan terhadap Sheikh Zakzaky dan Muslim Nigeria bukan hanya tidak dapat mengisolasi mereka dan memaksa mereka untuk tetap diam, tetapi justru membuat tekad untuk memerangi penindasan lebih serius di kalangan Muslim Nigeria.

342/


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*