Mengapa Anggaran Militer AS 2022 Membengkak ?

Mengapa Anggaran Militer AS 2022 Membengkak ?

Presiden AS Joe Biden menyerahkan RAPBN 2022 kepada Kongres AS pada Jumat (9/4/2021). Dari total RAPBN tersebut, sebanyak 753 miliar dolar dialokasikan untuk pengeluaran militer AS, dan 715 miliar dolar akan langsung disalurkan ke Pentagon, jika disetujui.

Menurut Kantor Berita ABNA, Kenaikan anggaran militer AS untuk tahun depan menyulut kritik tajam. Pasalnya kenaikan tersebut berlangsung di saat kondisi infrastruktur AS saat ini perlu renovasi yang membutuhkan anggaran besar.Mantan Presiden AS yang kontroversial, Donald Trump, selalu mengkritik infrastruktur AS yang memburuk, bahkan menilainya mengerikan. Tapi Ironisnya dia sendiri tidak mengambil langkah mendasar untuk mengatasinya. Lebih dari itu, Trump justru meningkatkan anggaran militer AS yang belum pernah terjadi sebelumnya. 

Dengan demikian, alih-alih mengurangi anggaran militer untuk mengalokasikan sumber daya keuangan yang diperlukan demi modernisasi infrastruktur, terutama jalan, jembatan, fasilitas air, listrik dan lainnya., Pemerintah federal AS justru mengalokasikan anggaran militer AS setiap tahun untuk kepentingan kompleks militer yang terus membengkak.

Kini, di tangan Biden, AS mengambil langkah yang tidak jauh berbeda dengan Trump. Kritikus mengatakan, jika anggaran militer AS era Biden melebihi anggaran yang disetujui selama kepresidenan Trump, maka renovasi infrastruktur AS akan sulit dilakukan.

Senator Partai Republik AS, Marco Rubio dan Mitch McConnell bersama senator Senat terkemuka Bernie Sanders menjadi pihak yang berada di garda depan pengkritik utama peningkatan anggaran militer.

Sanders sebagai ketua Komisi Anggaran Senat AS dengan tajam mengkritik proposal Biden untuk meningkatkan anggaran militer dengan kenaikan sebesar 1,7 persen menjadi  12,3 miliar dolar. Menurut Sanders, di saat anggaran militer AS lebih besar dari anggaran 12 negara lainnya, sudah saatnya untuk mencermati pembelanjaan besar-besaran, pemborosan, dan penipuan keuangan yang saat ini terjadi di Departemen Pertahanan AS. Sikap negatif Sanders, yang memiliki pandangan progresif di kalangan Demokrat, penting dalam hal ini. 

Ro Khanna dari partai Demokrat AS, juga meminta Biden untuk kembali ke anggaran militer AS selama kepresidenan Barack Obama. Ia mengatakan, "Kita perlu membuat perubahan mendasar dalam cara kita menangani masalah keamanan nasional dan berinvestasi dalam menanggapi isu perubahan iklim serta epidemi virus Corona. Ini adalah masalah yang memberikan keamanan lebih besar bagi rakyat Amerika daripada menghabiskan miliaran untuk senjata mematikan,". 

Kenaikan anggaran militer AS terjadi di saat Amerika Serikat saat ini menempati urutan pertama di dunia dalam penyebaran epidemi virus Corona, dengan lebih dari 31 juta orang yang positif terkena Covid-19, dan lebih dari 560.000 tewas, serta konsekuensi ekonominya seperti: perlambatan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pengangguran, lonjakan tajam angka kemiskinan dan kelaparan serta eskalasi kerusuhan sosial. Tapi masalahnya, penguasa AS memandang semua itu bukan prioritas, karena kepentingan kompleks industrimiliter dan kelanjutan kebijakan militeristik di kancah internasional dianggap sebagai prioritas utamanya.(PH) 

342/


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*