?>

Menelisik Peningkatan Kerja Sama Iran dan Azerbaijan

Menelisik Peningkatan Kerja Sama Iran dan Azerbaijan

Hubungan Tehran dan Baku berkembang di berbagai bidang sejak 2013, dan Presiden kedua telah menggelar 13 kali pertemuan yang menunjukkan itikad kuat Iran dan Republik Azerbaijan untuk memperluas hubungan bilateral.

Menurut Kantor Berita ABNA, Mahmoud Vaezi, Kepala Kantor Presiden Republik Islam Iran, dan Shahin Mostafayev, Wakil Perdana Menteri Republik Azerbaijan dalam pertemuan di Tehran pada Senin malam menekankan urgensi pengembangan hubungan kedua negara di segala bidang, terutama hubungan ekonomi dan perdagangan. 

Wakil Perdana Menteri Republik Azerbaijan mengapresiasi sikap Republik Islam Iran dalam konflik Nagorno-Karabakh dan mendukung keutuhan wilayah Republik Azerbaijan. Mostafayev menyebut Iran sebagai negara sahabat dan tetangganya, serta menekankan penguatan hubungan kedua negara di segala bidang.

Kunjungan pejabat Iran dan Republik Azerbaijan baru-baru ini yang disertai dengan keputusan dan kesepakatan baru untuk pengembangan hubungan bilateral akan mendorong peningkatan kerja sama kedua pihak.

Saleh Dostaliyev, pakar senior di Institut Studi Oriental Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional Republik Azerbaijan, meyakini salah satu ciri hubungan antara Tehran dan Baku dalam beberapa tahun terakhir lebih memperhatikan perluasan kerja sama dalam bentuk interaksi regional.

Menyinggung pertemuan trilateral antara Presiden Iran, Azerbaijan dan Rusia, serta pembicaraan segi empat antara Menteri Luar Negeri Iran, Azerbaijan, Turki dan Georgia; pakar tersebut mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, hubungan kedua negara tetangga telah ditingkatkan menjadi mitra strategis.

Komisi Ekonomi Bersama ke-14 digelar pada saat perang di Nagorno-Karabakh berakhir yang memberikan landasan baru untuk kerja sama regional. Dalam situasi stabil saat ini, kemungkinan mengejar dan melaksanakan proyek bersama di bidang transportasi, pengoperasian pembangkit listrik tenaga air bersama serta pembangunan jalur kereta api semakin kondusif.

Di sisi lain, Iran telah menyatakan kesiapannya untuk berpartisipasi dalam proses rekonstruksi wilayah yang rusak dalam perang Nagorno-Karabakh, dengan mempertimbangkan pengalaman dan spesialisasi bidang pembangunan.

Saat ini, proyek-proyek penting sedang dilaksanakan atas kerja sama antara Iran dan Republik Azerbaijan, salah satunya di bidang jalur kereta api Rasht-Astara, yang memiliki kepentingan strategis di kawasan sebagai bagian dari koridor kereta api "Utara-Selatan" dan "Selatan-Barat". 

Wakil Perdana Menteri Azerbaijan, Shahin Mostafayev menilai dihidupkannya kembali jalur rel kereta api ini berhubungan dengan kepentingan enam negara yaitu: Iran, Azerbaijan, Armenia, Rusia, Turki dan Georgia. Keenam negara ini dapat terhubung satu sama lain melalui jalur kereta api tersebut yang akan memperluas kerja sama perdagangan mereka.

Pada hari Senin, Menteri Transportasi dan Pembangunan Urban Iran, Mohammad Eslami dalam pertemuan dengan Wakil Perdana Menteri Republik Azerbaijan menyinggung penandatanganan tujuh nota kesepahaman transportasi kereta api antara Tehran dan Baku, yang menjadikan Republik Azerbaijan sebagai mitra strategis Iran.

Dalam konteks ini, Saeed Rasouli, CEO Perusahaan Kereta Api Republik Islam Iran, dan Javid Gurbanov, CEO Kereta Api Republik Azerbaijan menandatangani nota kesepahaman tentang kerja sama kereta api.

Kesepakatan di bidang transportasi menjadi fokus utama pertemuan Komisi Ekonomi Bersama ke-14 kedua negara yang menunjukkan pentingnya kesepakatan tersebut untuk mengembangkan hubungan bilateral dan regional dalam jangka panjang.(PH)

342/



Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

پیام رهبر انقلاب به مسلمانان جهان به مناسبت حج 1441 / 2020
We are All Zakzaky
conference-abu-talib
Tidak untuk Perjanjian Abad ini