Meksiko dan Sanksi Sepihak AS terhadap Kuba

Meksiko dan Sanksi Sepihak AS terhadap Kuba

Presiden Meksiko mengecam keras blokade tidak manusiawi AS atas Kuba, dan menegaskan negaranya tetap mengirim bantuan kemanusiaan ke Havana yang berada dalam sanksi Washington.

Menurut Kantor Berita ABNA, Sebuah kapal yang membawa 100.000 barel bahan bakar solar dikirim dari Meksiko ke Kuba pekan ini. Menurut pemerintah Meksiko, bahan bakar tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi rumah sakit Kuba.

Meksiko juga mengirim dua kapal lain yang membawa peralatan medis dan makanan ke Kuba. Kementerian Luar Negeri Meksiko dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa kapal-kapal itu dikirim untuk memberikan bantuan kemanusiaan ke Kuba demi membantu negara itu mengatasi epidemi virus Corona.

Amerika Serikat telah memberlakukan sanksi paling berat terhadap Kuba selama hampir enam dekade dengan alasan palsu. Presiden Kuba mengutuk tindakan AS selama pemerintahan Donald Trump yang menjatuhkan sanksi, dan kini selama kepresidenan Joe Biden mendukung kerusuhan internal di Kuba demi menghancurkan revolusi Kuba.

Pemerintah Havana telah menyalahkan Amerika Serikat karena meningkatkan tekanan ekonomi untuk melumpuhkan perekonomian Kuba, dan menyebarkan ketidakpuasan domestik, dan telah berulang kali mengangkat masalah ini di PBB.

"Amerika Serikat telah menunjukkan bahwa mereka menggunakan alat sanksi untuk mengubah hubungan dan mencapai tujuan ideologisnya," kata Reza Resalat, pakar hubungan internasional.

Selama lebih dari 60 tahun, bagaimanapun, Kuba sangat menentang tindakan tidak manusiawi dan ilegal Washington. Pada saat yang sama, sikap bermusuhan Washington terhadap Havana telah dikritik oleh lembaga-lembaga internasional.

PBB telah meminta Amerika Serikat mengakhiri sanksi dan blokade ekonomi terhadap Kuba dalam sejumlah resolusinya selama beberapa dekade terakhir, tetapi Amerika Serikat selalu mengabaikan permintaan global ini dan bersikeras untuk melanjutkan tekanan terhadap Kuba. 

Dalam laporan Agustus 2020, sejumlah pakar PBB mengkritik sanksi AS terhadap warga Kuba di tengah penyebaran wabah Corona, dan menegaskan bahwa sanksi tersebut justru membunuh orang dengan dalih melindungi hak asasi manusia. termasuk perawatan kesehatan, makanan dan kehidupan.

Tujuan sebenarnya Amerika Serikat melancarkan ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya dan mengintensifkan tekanan keuangan dan ekonomi terhadap Kuba demi melemahkan dan akhirnya menggulingkan pemerintah kiri. Namun, kebijakan Washington memicu oposisi dan kecaman luas di seluruh dunia, terutama di kawasan Amerika Latin. Sikap keras presiden Meksiko juga dapat dianalisis dalam konteks ini.

Membela keputusan negaranya untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada Kuba, Presiden Sosialis Meksiko, Andrés Manuel López Obrador mengecam keras sanksi AS dan pengepungan Kuba, serta menyebutnya tidak manusiawi. Dia menekankan bahwa keputusan itu diambil oleh Meksiko untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada Kuba dalam kerangka haknya sebagai negara merdeka menghadapi sanksi sepihak AS.

Dalam kerangka Doktrin Monroe, yang menempatkan Amerika Latin sebagai halaman belakangnya, Amerika Serikat selalu ikut campur dalam urusan internal negara-negara di kawasan itu, terutama Kuba, dan terus berupaya menggulingkan pemerintah Havana. Pendekatan ini adalah tanda temperamen Amerika yang arogan dan mendominasi. Namun, pendekatan terhadap Kuba terbukti gagal, meski harus dibayar mahal oleh penderitaan rakyat Kuba.(PH)

342/


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*