Kunjungan Grossi ke Tehran, Penekanan Kerja Sama Iran dan IAEA di Berbagai Bidang

Kunjungan Grossi ke Tehran, Penekanan Kerja Sama Iran dan IAEA di Berbagai Bidang

Rafael Grossi, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) akan melakukan perjalanan ke Tehran hari ini, Senin (22/11/2021).

Menurut kantor berita Ahl al-Bayt (AS) - ABNA , Tujuan kunjungan Dirjen Badan Tenaga Atom Internasional ke Tehran adalah untuk bertemu dengan Mohammad Eslami, Kepala Organisasi Energi Atom Iran (AEOI), dan meninjau status kerja sama kedua negara.

Sebelumnya, Dirjen IAEA telah melakukan perjalanan ke Tehran dengan tujuan memperkuat kerja sama antara Iran dan IAEA di berbagai bidang dan membahas masalah teknis.

Perjalanan dan pertemuan ini penting dalam melanjutkan kerja sama serta menindaklanjuti masalah di antara kedua pihak dalam suasana konstruktif dan benar-benar bersifat teknis. Oleh karena itu, Iran dan IAEA menekankan perlunya melanjutkan pertemuan timbal balik di tingkat yang relevan.

Dasar kerja sama antara Iran dan IAEA hanya didasarkan pada kewajiban pengamanan. Penting bagi Iran bahwa Badan Tenaga Atom Internasional mematuhi tiga prinsip netralitas, independensi dan profesionalisme, dan tidak melampaui prinsip-prinsip standar pengamanan dan penilaian serta data independen.

  • Baca juga: IAEA: Iran Tambah Cadangan Uranium Terkayakan 20 Persen

Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi baru-baru ini menerbitkan laporan tentang kegiatan nuklir Iran yang dicampur dengan beberapa tuduhan yang tidak benar. Publikasi laporan tersebut bukanlah isu baru mengingat sejarah IAEA dipengaruhi oleh tekanan politik.

Sebelumnya, IAEA telah menjauhkan diri dari pendekatan teknis dalam beberapa laporannya, dan menambahkan aspek politisasi kegiatan IAEA yang bertentangan dengan prinsip independensi IAEA.

Amerika Serikat sekarang menggunakan IAEA sebagai alat untuk mendorong lebih banyak sanksi menjelang pembicaraan Wina yang membahas soal pencabutan sanksi, sehingga mungkin dapat memaksa Iran untuk meninggalkan sikap prinsipnya dalam mencabut sanksi.

Rafael Grossi, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) akan melakukan perjalanan ke Tehran hari ini, Senin (22/11/2021).

Dalam hal ini, Amerika Serikat telah berulang kali mencoba menggunakan penyelidikan IAEA ke Iran sebagai alat untuk mendiskreditkan JCPOA dan membenarkan kebijakan tekanan maksimumnya, tetapi gagal.

Iran selalu menjadi salah satu anggota IAEA dan sangat bekerja sama dengan IAEA untuk mengklarifikasi kegiatan nuklir damainya. Sedangkan salah satu tujuan Amerika Serikat adalah menciptakan ketidakpercayaan antara Iran dan IAEA.

Oleh karena itu, jalur yang selalu direkomendasikan Iran kepada IAEA adalah kerja sama dalam konteks teknis dan profesional.

Memperhatikan pertimbangan ini, dalam menganalisis tujuan perjalanan Grossi ke Tehran, ada dua poin yang tampak signifikan:

  • Baca juga: Rusia Desak IAEA Berhenti Politisasi Program Nuklir Iran

Pertama, mengingat sikap Iran terhadap JCPOA dan kesepakatan yang dicapai selama kunjungan Grossi sebelumnya ke Tehran, IAEA telah menyimpulkan bahwa Iran tidak mau melepaskan haknya, sementara negara-negara seperti Cina dan Rusia menekankan kebenaran tuntutan Iran atas JCPOA.

Kelsey Davenport, Direktur Kebijakan Non-Proliferasi di Asosiasi Kontrol Senjata Amerika Serikat, meyakini, "Kepatuhan Iran terhadap komitmen pengamanan telah membuat upaya negara-negara untuk melawan tekanan AS untuk menerapkan sanksi PBB."

Kedua, Penekanan Iran adalah pada kerja sama konvensional dengan IAEA dalam hal teknis, sekalipun dalam hal ini ada kritik Iran terhadap kinerja IAEA.

Oleh karena itu, dalam analisis akhir, dapat dikatakan bahwa kunjungan Grossi ke Tehran memiliki tujuan penting dan kunci.Yaitu untuk menekankan perlunya mengakhiri perilaku politik dan tidak berprinsip serta memainkan peran IAEA yang efektif dan netral terhadap hak-hak sah Iran dalam kegiatan nuklir damai.

342/


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*