Nigeria:

Konsulat Kebudayaan Iran di Nigeria Gelar Diskusi Ilmiah Kaji Gagasan Imam Khomeini dari Berbagai Perspektif

Konsulat Kebudayaan Iran di Nigeria Gelar Diskusi Ilmiah Kaji Gagasan Imam Khomeini dari Berbagai Perspektif

Konsulat Kebudayaan Iran di Nigeria Gelar Diskusi Ilmiah Kaji Gagasan Imam Khomeini dari Berbagai Perspektif

Menurut Kantor Berita ABNA, untuk memperkenalkan pandangan dan pemikiran Imam Khomeini kepada dunia pada peringatan ke-33 tahun wafatnya Bapak Pendiri Republik Islam tersebut, Pusat Kebudayaan Kedutaan Besar Iran di Nigeria menggelar diskusi ilmiah  dengan tema “Imam Khomeini  dan Empat Puluh Tahun Kedua Revolusi Islam Iran. Diskusi ilmiah yang terselenggara pada Rabu (1/6) tersebut menghadirkan tokoh dan pemikir terkemuka kedua negara.

Dalam pertemuan ini, delapan tokoh agama dan budaya kedua negara menyampaikan pandangan dan gagasan Imam Khomeini dalam berbagai bidang seperti: Pemerintahan Islam, Wilayatul Faqih, orientasi keagamaan dalam pandangan dan gagasan Imam Khomeini, cita-cita masa depan Imam Khomeini, teokrasi dalam pemerintahan, tujuan pendiri Republik Islam dan politik dari sudut pandang Imam Khomeini. 

Pertemuan secara resmi diawali dengan sambutan oleh Ali Bek, Duta Besar Republik Islam Iran untuk Nigeria, yang sembari menunjuk pada kepribadian tinggi Imam Khomeini serta kedudukan dan kehormatannya di dunia Islam bahkan dunia Barat. Ia menyebut Imam Khomeini adalah pahlawan kebangkitan persatuan Islam dan penentang keras Zionisme dan imperialisme. Disebut Imam Khomeini berperan besar dalam kebangkitan dunia Islam dalam menghadapi rezim Zionis dan kekuatan arogansi dunia.

Waziri Ahmad Bloo Profesor Universitas Zaria, Profesor Universitas Abdul Qadir Mubarak Abuja, Sheikh Yaqub Abdul Neningi dari Negara Bagian Bauchi, Hafez Saeed, Kepala Pusat Haidar di Negara Bagian Kano, Abu Bakr Saliso dari Universitas Mashhad Ferdowsi dan Ahmad Asfa, Kepala Ahlulbait Foundation di Afrika dari Lagos adalah para pembicara berikutnya secara berurutan. 

Disebutkan pihak penyelenggara, bahwa diskusi ilmiah tersebut didedikasikan untuk mempublikasikan peran Imam Khomeini dalam membela Islam, kaum muslimin dan pembelaan terhadap bangsa-bangsa yang tertindas.

Majid Kamrani, konsulat kebudayaan Iran untuk Nigeria dalam penutupannya menyebut bahwa berbicara tentang pemikiran Imam, tidak spesifik untuk periode tertentu sebab telah menjadi milik semua periode dan akan selalu relevan untuk dibincangkan.

Kamrani juga membahas peran pandangan dan gagasan Imam sebelum dan sesudah kemenangan Revolusi Islam dan menjelaskan stabilitas gagasan ini selama empat puluh tahun kedua Revolusi Islam. Ia kemudian menekankan bahwa gagasan-gagasan Imam Khomeini tersebut akan dilanjutkan untuk periode-periode berikutnya.


Related Articles

Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*