Wawancara:

Kondisi Komunitas Muslim Syiah di Perancis

Kondisi Komunitas Muslim Syiah di Perancis

Kondisi Komunitas Muslim Syiah di Perancis

Menurut Kantor Berita ABNA, Perancis sebagai salah satu negara di benua Eropa bagian barat dengan luas 643 ribu km persegi memiliki jumlah penduduk sebanyak 67 juta jiwa. Mayoritas penduduknya beragama Kristen dengan muslim sekitar 7-9 % dari total jumlah penduduk. Umat Islam di Perancis disebutkan telah ada di Andalusia sejak abad pertama hijriah. Sementara warga Syiah sekitar 10% dari jumlah penduduk muslimnya. Warga Syiahnya sendiri berasal dari warga Perancis berkebangsaan Lebanon, Iran, Irak dan Pakistan. Termasuk sebagian kecil dari warga Perancis asli sendiri. 

Berikut ini wawancara ekslusif dengan seorang aktivis perempuan Syiah yang bergerak di bidang kebudayaan dan media Perancis. Ia memperkenalkan diri dengan nama Zahra. Ia salah satu peserta dalam Konferensi Umum Lembaga Internasional Ahlulbait as ke -6 yang terselenggara di Tehran, ibukota Republik Islam Iran. 


Bisakah anda menceritakan mengenai komunitas Syiah di Perancis?

Jumlah muslim Syiah di Perancis selalu meningkat setiap tahunnya namun sayang sekali tidak ada organisasi atau lembaga resmi yang mempersatukan komunitas Syiah. Masing-masing beraktivitas berdasarkan kebangsaannya masing-masing. Seperti komunitas Syiah berkebangsaan Pakistan, atau Irak atau Lebanon, masing-masing memiliki agenda di masjid mereka sendiri. Selain itu, hubungan dan interaksi antara Sunni dan Syiah di Perancis kurang bagus. Sehingga bagi Syiah sendiri, sulit memperkenalkan diri secara terang-terangan sebagai muslim Syiah. Demikian pula, warga muslim Syiah di Perancis secara umum tidak memiliki kondisi perekonomian yang bisa dibilang baik. 

Apakah komunitas Syiah memiliki sekolah sendiri?

Di Perancis ada sekitar 4 atau 5 sekolah Islam yang dikelola komunitas muslim Sunni, sementara sekolah yang dikelola muslim Syiah tidak ada. 


Mengenai Wahabi sendiri di Perancis bagaimana?

Posisi Wahabi di Perancis sangat kuat. Aktivitas mereka ditunjang dengan finansial yang cukup. Mereka menguasai banyak masjid dan digunakan untuk kepentingan kelompok mereka sendiri. 

Buku-buku Syiah dalam berbahasa Perancis bagaimana kondisinya?

Buku-buku Syiah berbahasa Perancis masih sangat kurang. Harus ada upaya untuk memperbanyak menyediakan bahan bacaan Syiah berbahasa Perancis agar juga menjadi wasilah dakwah buat warga Perancis lainnya. Kita lihat, buku-buku bercorak Wahabi sangat banyak dalam bahasa Perancis, bahkan mereka melakukan tahrif (perubahan) ketika menerjamahkan buku-buku Sunni. 


Muslimah di Perancis sendiri bagaimana?

Bisa dibilang memprihatinkan. Karena faktor ekonomi, muslimah-muslimah banyak yang harus bekerja, sehingga pendidikan anak mereka terabaikan. 


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*