?>

Ketika Turki Menciptakan Instabilitas Baru di Kawasan Utara Irak

Ketika Turki Menciptakan Instabilitas Baru di Kawasan Utara Irak

Dalam dua pekan terakhir, Irak utara telah menyaksikan ketidakamanan yang mempengaruhi hubungan antara para aktor politik dalam negeri di negara itu.

Menurut Kantor Berita ABNA, Pada 10 Februari, Turki meluncurkan Operasi Claw-Eagle 2 dengan tujuan menghancurkan markas Partai Pekerja Kurdistan (PKK) di wilayah Gara, Irak utara. Sebuah pernyataan dari Kementerian Pertahanan Turki mengatakan bahwa Operasi Claw-Eagle 2 diluncurkan untuk mencegah serangan teroris dari utara Irak terhadap rakyat dan pasukan keamanan serta untuk memastikan keamanan perbatasan, sejalan dengan hak membela diri yang diakui hukum internasional.

Sejatinya, alasan Turki untuk Operasi Claw-Eagle 2 dikarenakan dalam perang beberapa tahun lalu antara militer Turki dan PKK, 13 tentara Turki ditangkap oleh kelompok itu dan dipindahkan ke Irak. Turki berusaha untuk membebaskan pasukan yang ditangkap dengan Operasi Claw-Eagle 2.

Namun sumber-sumber berita Turki pekan lalu mengutip kementerian pertahanan negara ini bahwa pasukan PKK telah membunuh semua 13 tahanan dan meninggalkan jenazahnya lalu mundur. Masalah ini kemudian menjadi serangan luas propaganda Turki untuk melegitimasi invasi negara ini  ke Irak utara.

Para analis percaya bahwa Ankara berusaha membenarkan serangan terhadap Sinjar dengan agitasi media soal PKK. Sebenarnya, sebagian lebih percaya bahwa Turki sedang berusaha mengintensifkan aksi militernya di wilayah tersebut untuk mencapai kemenangan yang akan digunakan dalam politik dalam negeri. Kali ini, Turki dengan dalih memerangi PKK di Irak utara, tapi justru telah melanggar kedaulatan negara Irak.

Sekaitan dengan hal ini, Hadi al-Amiri, Ketua Koalisi al-Fatah dalam sebuah pernyataan menulis, "Data intelijen yang dikonfirmasi menunjukkan bahwa tentara Turki bermaksud untuk menyerang daerah pegunungan Sinjar. Pemerintah Turki harus menghentikan tindakan permusuhan ini karena bukan hanya tidak membantu kepentingan kedua negara, tapi sangat mempengaruhi hubungan ini. Kami mengharapkan pemerintah Turki menarik penuh pasukannya dari wilayah Irak, termasuk daerah Bashiqah dan jalur perbatasan yang baru-baru ini didudukinya."

Pengamatan terhadap pergerakan kebijakan luar negeri Turki menunjukkan bahwa kebijakan luar negeri Ankara telah mengikuti strategi menciptakan ketegangan dalam beberapa tahun terakhir. Turki telah keluar dari aturan main sebagai tetangga yang baik, utamanya dalam beberapa bulan terakhir terkait beberapa negara tetangganya. Juru Bicara Kepresidenan Turki Ibrahim Kalin mengatakan, operasi militer Turki di Irak utara terhadap unsur-unsur PKK dilakukan dengan koordinasi Baghdad dan Erbil.

Pergerakan Ankara ini bukan hanya tidak akan berhasil, tapi justru akan membahayakan jiwa tentara Turki. Sementara di sisi lain, khususnya bagi Irak, akan menjadi faktor yang meningkatkan rasa tidak aman bagi negara ini. Pada saat yang sama, masalah ini akan berubah menjadi tekanan kelompok-kelompok politik terhadap Mostafa al-Kazemi, Perdana Menteri Irak agar pemerintah segera menanggapi serius pelanggaran kedaulatan negara oleh Turki.

Dalam hal ini, sebagian percaya bahwa serangan roket baru-baru ini di Bandara Internasional Erbil dan pangkalan militer al-Harir Amerika Serikat merupakan peringatan kelompok-kelompok Irak terhadap Turki, yang menyebabkan konflik politik antara kelompok-kelompok Irak di dalam negeri.

Dengan mencermati jalur kebijakan luar negeri dan aksi-aksi pemerintah Turki, tampaknya akhir dari Operasi Claw-Eagle 2, yang oleh Turki disebut sebagai operasi anti-terorisme, tidak akan menjadi akhir dari intervensi dan pelanggarannya atas kedaulatann Irak. Di bulan-bulan mendatang, pemerintah Ankara mungkin akan melakukan lagi aksi-aksi militer semacam itu di Irak utara.

342/



Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

پیام رهبر انقلاب به مسلمانان جهان به مناسبت حج 1441 / 2020
We are All Zakzaky
conference-abu-talib
Tidak untuk Perjanjian Abad ini