Junta Militer Myanmar Akui Terima Senjata dari Negara Lain

Junta Militer Myanmar Akui Terima Senjata dari Negara Lain

Junta militer Myanmar mengonfirmasi bahwa pihaknya masih melakukan kerja sama militer dan menerima senjata dari negara lain.

Menurut Kantor Berita ABNA, Tidak ada negara yang menghentikan pengiriman senjata ke negara ini,” kata juru bicara militer Myanmar, Jenderal Zaw Min Tun, seperti dikutip kantor berita Sputnik, Jumat (23/4/2021).

“Myanmar dan Rusia terus bekerja untuk melaksanakan kontrak-kontrak pertahanan,” tambahnya.

Jenderal Zaw menuturkan bahwa pada Januari lalu, kami menjamu Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu dan rombongan, dan ada beberapa perjanjian yang ditandatangani.

Beberapa anggota Dewan Keamanan PBB, termasuk Amerika Serikat, Estonia dan Norwegia, menyerukan embargo senjata terhadap junta militer Myanmar.

Militer Myanmar melakukan kudeta terhadap pemerintahan sipil pada 1 Februari 2021 dengan alasan kecurangan pemilu. Namun, rakyat Myanmar menyerukan demokrasi dan menolak junta militer. Ratusan orang tewas selama aksi penumpasan yang dilakukan militer. (RM)

342/


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*