Jenderal AS: Rudal Hipersonik Kami Tak Secanggih Rusia dan Cina

Jenderal AS: Rudal Hipersonik Kami Tak Secanggih Rusia dan Cina

Komandan Pasukan Antariksa Amerika Serikat mengakui ketertinggalan negaranya di bidang teknologi rudal hipersonik dibandingkan Cina dan Rusia. Menurutnya, masalah ini menjadi ancaman potensial bagi keamanan nasional AS.

Menurut kantor berita Ahl al-Bayt (AS) - ABNA , Jenderal David Thompson, Sabtu (20/11/2021) mengatakan, kemampuan rudal hipersonik AS tidak secanggih milik Cina dan Rusia. Hal ini menunjukkan bahwa AS tertinggal dalam pengembangan senjata paling mutakhir, dan paling baru.

 
Ia menambahkan, "Kita harus secepat mungkin menyusul Rusia dan Cina, Beijing memiliki sebuah program rudal hipersonik yang luar biasa. Perkembangan ini sangat mengkhawatirkan, dan semakin memperumit masalah peringatan strategis."
 
Menurut Jenderal David Thompson, rudal-rudal hipersonik sedang mengubah aturan permainan di bidang pertahanan dan keamanan nasional, dan ia membandingkannya dengan "perang bola salju".
 
"Biasanya Anda dapat menebak arah bola salju saat dilemparkan, namun jika bola salju dilemparkan ke arah lain, maka itu akan sulit dideteksi, sementara ia tetap mengenai Anda," imbuhnya. 
 
Ia menegaskan, "Seperti inilah rudal Hypersonic Glide Vehicle (HGV) bekerja. Anda tidak akan lagi punya kemampuan memprediksi. Oleh karena itu setiap tembakan rudal ini, dengan cara tertentu, terlepas dari kemana arah yang dituju, sekarang menjadi ancaman potensial." (HS)

342/


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*