Iran Kecam Penggunaan Sanksi sebagai Alat Politik

Iran Kecam Penggunaan Sanksi sebagai Alat Politik

Wakil Tetap Iran untuk PBB mengecam penggunaan sanksi sebagai alat politik oleh beberapa negara untuk menekan negara lain.

Menurut Kantor Berita ABNA, Majid Takht Ravanchi, Wakil Tetap Republik Islam Iran untuk PBB pada pertemuan ECOSOC hari Selasa (21/6/2022) mendukung pernyataan yang dibuat oleh perwakilan Pakistan atas nama Kelompok 77 bersama Cina, dan menegaskan, "Republik Islam Iran menganggap tindakan pemaksaan sepihak sebagai salah satu kendala utama upaya internasional untuk memberikan bantuan kemanusiaan dan juga sebagai salah satu sumber utama krisis kemanusiaan di seluruh dunia,".

Perwakilan Pakistan, yang mewakili Kelompok 77 dan Cina, dalam pidatonya menunjukkan dampak negatif sosial dan ekonomi dari tindakan pemaksaan sepihak (sanksi sepihak) dan konsekuensi negatifnya terhadap kapasitas negara-negara target untuk merespon secara efektif masalah kemanusiaan dengan berbagai tantangannya, termasuk pandemi Covid-19.

Selain itu, perwakilan Pakistan juga menekankan pencabutan sanksi dan menyerukan supaya sejumlah negara menahan diri untuk tidak menjatuhkan sanksi terhadap negara lain.

Takh Ravanchi mengatakan, "Republik Islam Iran, sebagai negara yang terkena berbagai bencana alam seperti gempa bumi, kekeringan, debu dan badai pasir yang menghabiskan sumber dayanya, menghadapi kerusakan parah akibat sanksi sepihak yang ilegal,".

"Semua prinsip dan tujuan Piagam PBB, terutama penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah negara, harus dipatuhi secara ketat oleh semua negara serta organisasi bantuan kemanusiaan," tegasnya.(PH)

342/


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*