Iran Anggap Perilaku Buruk AS Jadi Hambatan Utama Perundingan

Iran Anggap Perilaku Buruk AS Jadi Hambatan Utama Perundingan

Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir-Abdollahian mengatakan pembicaraan untuk menghapus sanksi terhadap Iran akan dimulai minggu depan di kota Wina.

Menurut kantor berita Ahl al-Bayt (AS) - ABNA , "Perilaku kontradiktif Amerika Serikat telah menjadi salah satu hambatan utama dalam perundingan," ujarnya dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Swiss, Ignazio Cassis pada hari Selasa (23/11/2021).

Amir-Abdollahian menuturkan di satu sisi, AS menyatakan minatnya untuk kembali ke perjanjian nuklir JCPOA, dan di sisi lain, mereka menjatuhkan dua putaran sanksi terhadap individu dan entitas Iran dalam beberapa minggu terakhir.

"Republik Islam Iran akan menilai Amerika berdasarkan perilakunya," tegasnya seperti dikabarkan IRNA.

Pada kesempatan itu, menlu Iran juga menyoroti situasi kritis di Yaman dan menegaskan kembali bahwa Tehran mendukung segala upaya untuk mencabut blokade dan mengakhiri perang di Yaman.

Mengenai situasi di Afghanistan, Amir-Abdollahian menekankan bahwa Iran mendorong pemerintahan sementara untuk membentuk pemerintah yang inklusif di Afghanistan.

Dia menyatakan keprihatinan tentang krisis kemanusiaan di Afghanistan dan menyerukan upaya internasional untuk mengatasi masalah tersebut.

Di pihak lain, menlu Swiss mengumumkan kesiapan negarnya untuk bekerja sama dalam pengiriman bantuan kemanusiaan ke Afghanistan melalui Iran.

Ignazio Cassis mengatakan Swiss setuju dengan Iran tentang perlunya membentuk pemerintah yang inklusif di Afghanistan. Dia memuji Iran karena mencari solusi diplomatik untuk Afghanistan dan menampung para pengungsi. (RM)

342/


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*