Ayatullah Reza Ramezani:

Imam Khomeini Mengajarkan Perlawanan dan Prinsip Revolusioner

 Imam Khomeini Mengajarkan Perlawanan dan Prinsip Revolusioner

“Imam Khomeini memanfaatkan kepercayaan rakyat padanya dengan mengembalikan harkat dan martabat bangsa Iran. Ia mengajarkan perlawanan dan prinspi revolusioner.”

Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Reza Ramezani dalam acara peringatan para syuhada kota Rahimabad, Rudsar Iran pada Sabtu (4/6) menyebutkan bahwa para syuhada adalah lulusan dari madrasah Imam Khoemini. “Madrasah Imam Khomeini adalah madrasah yang komprehensif. Jangan mengira bahwa kita telah mengenal sosok Imam Khomeini secara sempurna. Tidak. Sebab setiap kita mengkajinya, selalu ada hal-hal baru yang kita dapatkan dari kepribadiannya.” Ucapanya. 

Sekretaris Jenderal Lembaga Internasional Ahlulbait as ini lebih lanjut menyatakan bahwa masalah Imamologi di lembaga-lembaga pendidikan, pusat ilmiah dan hauzah ilmiah harus ditanggapi dengan sangat serius. Ia menambahkan, “Revolusi Islam adalah peristiwa besar yang terjadi pada masa ini dan tidak ada yang percaya bahwa itu akan terjadi.”

“Para pengamat dan politisi tidak pernah berpikir bahwa sebuah revolusi akan terjadi dan bahwa sistem kekaisaran akan menjadi tong sampah sejarah," katanya.

Ayatullah Ramezani, menekankan bahwa Imam Khomeini rahimahullah dengan empat keyakinan, iman kepada Tuhan, iman pada jalan, iman pada tujuan dan iman pada umat, memulai gerakan besar Revolusi Islam. Ia berkata, “Imam Khomeini memanfaatkan kepercayaan rakyat padanya dengan mengembalikan harkat dan martabat bangsa Iran.”

Perwakilan rakyat Gilan dalam Majelis Ahli Kepemimpinan, menunjukkan bahwa saat ini umat Islam hidup dengan bermartabat di dunia. “Islam sedang dipelajari secara serius di universitas-universitas penting di negara-negara Barat dan disebut sebagai agama yang lengkap dan komprehensif.” Ungkapnya. 

Dia berkata, ”Umayyah dan Abbasiyah sepanjang sejarah telah menggunakan agama sebagai alat kekuasaan, sedangkan agama adalah alat untuk membimbing masyarakat manusia dan bukan sebagai alat kekuasaan dan pengeruk kekayaan.”

Ayatullah Ramezani lebih lanjut menyebut haji sebagai pameran dan manuver internasional bagi umat Islam dan berkat, ”Musuh tidak membiarkan manuver ini terlihat secara global dan kekuatan Islam ditampilkan; Untuk alasan ini, mereka telah membubarkan negara-negara Islam dan menjarah kekayaan umat Islam.”

Sekretaris Jenderal Lembaga Internasional Ahlulbait as menambahkan, "Jika negara-negara Muslim bersama dan bersatu hari ini, mereka bisa menjadi kekuatan politik, ekonomi dan budaya terbesar dalam mengatasi budaya Barat, tetapi hari ini mereka lah yang diatasi dan dipecundangi oleh musuh."

Ayatullah Ramezani lebih lanjut menunjukkan bahwa musuh telah mengambil agama pemuda kita melalui dunia maya. Ia berkata, “Musuh telah sampai pada kesimpulan bahwa jika ingin efektif dalam melemahkan Revolusi Islam Iran, mereka harus mengubah budaya mereka dan menjauhkan agama dari generasi muda.”

Wakil rakyat Gilan di Majelis Ahli menekankan, “Musuh berusaha menghalangi kaum muda untuk hadir di arena sosial dan politik dan tidak termotivasi untuk berpartisipasi dalam nasib mereka sendiri; Musuh telah berperang melawan spiritualitas.”

Dengan menyinggung munculnya sekitar empat ribu spiritualitas imitasi di dunia, ia menyebut spiritualitas palsu telah diciptakan untuk melawan spiritualitas agama.

"Hari ini, Barat mempromosikan mistisisme dan spiritualitas tanpa Tuhan.” Terangnya.

Sekretaris Jenderal Lembaga Internasional Ahlulbait as kemudian menunjukkan bahwa musuh sedang mencoba untuk menghapus cadar dari gadis dan wanita muslimah dan mempromosikan pergaulan bebas dalam masyarakat Islam. Ia berkata, ”Sebuah negara seperti Indonesia dengan 225 juta Muslim tidak memiliki pemerintahan Islam. Disebutkan juga 10% penduduknya masih berada pada garis kemiskinan sampai-sampai dari mereka ada yang menjual anak-anak untuk mempertahankan hidup; Ini akibat permusuhan Barat dengan bangsa Muslim.”

Pada bagian lain dari penyampaiannya, Ayatullah Ramezani menekankan bahwa Amerika Serikat dan rezim Zionis punya hak istimewa untuk bisa memiliki hulu ledak nuklir bahkan Amerika Serikat punya hak veto dan bisa membatalkan  segala sesuatu yang disetujui di PBB dengan hak veto tersebut.  Ia mengatakan, ”Ketidak adilan secara terang-terangan dipertontonkan di panggung internasional. Apa yang mereka terapkan tidak ubahnya hukum rimba, bahwa siapa yang kuat itulah yang berkuasa dan punya hak untuk memangsa yang lemah.”

Wakil rakyat Gilan di Majelis Ahli menambahkan, “Imam Khomeini rahimahullah berdiri melawan kekuatan arogansi mereka, dengan kekuatan dan ketergantungan pada Allah yang Maha Kuasa. Dengan kemandirian dan kekuatan sendiri, bangsa Iran yang merdeka mampu menciptakan kekuatan militer, pertahanan misil, dan sebagainya.”

Ayatullah Ramezani lebih lanjut menyebut peringatan Hari Arbain Imam Husain as sebagai konferensi spiritual terbesar di dunia dan menyatakan,  “Sementara Barat sama sekali tidak membicarakan konferensi ini; media-media mainstream juga seolah bungkam dan  tidak mengizinkan peristiwa besar ini dipublikasikan di dunia. Karena itu, kita butuh lebih massif dan menguatkan jihad penjelasan. Berjihad dalam memberikan informasi sangat diperlukan untuk mengimbangi permainan Barat yang banyak menutup dan merekayasa fakta dan kebenaran.”

Pada bagian akhir penyampaiannya, Ayatullah Ramezani menyatakan bahwa Revolusi Islam adalah amanah besar yang telah dipercayakan kepada kita dan kita tidak boleh mengabaikan tugas kita.


Related Articles

Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*