Ayatullah Reza Ramezani:

Harus Lebih Giat dan Massif lagi Memperkenalkan Islam kepada Masyarakat Eropa

Harus Lebih Giat dan Massif lagi Memperkenalkan Islam kepada Masyarakat Eropa

"Dalam berdakwah kita juga tetap terikat pada ruh dan nafas Islam yang berbasis Al-Qur'an dan Sunnah Nabawiah. Kita harus meletakkan konsep dan pengetahuan di hati dan jiwa obyek dakwah; Menurut Al-Qur'an, kita bertanggung jawab atas setiap apa yang telah kita sampaikan dan itu harus berpengaruh di hati dan jiwa orang-orang."

Menurut Kantor Berita ABNA, sejumlah santri Hauzah Ilmiah Qom yang berasal dari Jerman diterima oleh Sekretaris Jenderal Forum Internasional Ahlulbait as Ayatullah Reza Ramezani di kantornya pada Kamis (9/12). 

Dalam pertemuan yang diadakan di Kantor Forum Internasional Ahlulbait as di kota Qom Republik Islam Iran tersebut menekankan perlunya kehadiran ulama dan intelektual Islam di universitas dan lembaga-lembaga pendidikan Jerman.

Ayatullah Ramezani dalam pertemuan tersebut mengucapkan selamat atas peringatan wiladah Sayidah Zainab sa yang juga di Iran dikenal sebagai Hari Perawat. Ayatullah Ramezani berkata, "Kita harus belajar dari kehidupan Sayidah Zainab sa. Secara khusus misinya dalam menyebarkan berita mengenai tragedi Karbala. Sebagai seorang analis dari gerakan propaganda penting ini, Sayidah Zainab sa hadir sebagai model bagi perempuan di seluruh dunia."

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa Sayidah Zainab sa menjalankan tugas nya dengan amanah dan serius meski sedang dalam keadaan sulit. Ayatullah Ramezani berkata, "Meskipun bencana Karbala menghancurkan hatinya dan meremukkan emosionalnya, namun Sayidah Zainab sa melihat semua kesulitan itu sebagai peristiwa yang indah dan tetap menguatkan hatinya untuk menyampaikan kebenaran. Ini harus menjadi motto dan model bagi kita."

Sekretaris Jenderal Forum Internasional Ahlulbait as selanjutnya menyatakan bahwa belum pernah ada waktu seperti saat ini untuk memperkenalkan Islam sejati. Ia berkata, "Kami berada pada waktu terbaik untuk menyebarkan ajaran Ahlulbait as; Penting untuk mengenal audiens kita lebih baik dan memperkenalkan Islam murni berdasarkan literatur mereka. Untuk mengenalkan Islam perlu mengetahui bahasa lokal, dan alhamdulillah kalian fasih berbahasa Jerman."

Lebih lanjut Ayatullah Ramezani memperkenalkan bahasa Jerman sebagai salah satu bahasa terpenting di dunia. "Bahasa Jerman sangat penting di dunia dan banyak topik baru di bidang teologi, filsafat, dan humaniora telah diangkat oleh orang Jerman. Juga, setelah bahasa Inggris, buku-buku Jerman memiliki sirkulasi tertinggi. Karena itu sangat strategis memperkenalkan Ahlulbait as dalam bahasa Jerman." Katanya. 

Ayatullah Ramezani juga menekankan perlunya kehadiran ulama dan intelektual Islam di universitas dan pusat akademik Jerman. Ia berkata, "Sayangnya, hanya ada sedikit orang yang dapat menghadiri pusat akademik. Dalam salah satu pertemuan, saya mengatakan kepada seorang pejabat universitas Jerman bahwa Anda mengundang orang-orang yang tidak mengenal ajaran Syiah dengan baik, sehingga justru memperkenalkan mazhab ini dengan cara dan muatan yang salah. Anda harus mengundang orang-orang dari Hauzah Ilmiah dan pusat-pusat pendidikan Syiah langsung yang memiliki pandangan maksimal tentang agama; Karena aturan sosial Islam lebih dari aturan individualnya."

Berbicara kepada santri Hauzah asal Jerman yang tinggal di Qom, Ayatullah Ramezani berkata, "Kalian nantinya adalah alumni madrasah Ahlulbait as dan kalian harus menunjukkan ini dalam perilaku dan tindakan kalian. Sebab masyarakat lebih meliat dan menilai bagaimana akhlak dan perilaku kalian daripada apa yang kalian ajarkan."

Guru besar tingkat tertinggi di seminari Qom itu menganggap penting untuk memperhatikan rasionalitas dan fikih. "Dua prinsip ini perlu muncul dalam perilaku individu dan sosial kita seperti kesabaran, kesetiaan, toleransi, dll." Tekannya. 

Mengenai tugas mahasiswa Jerman setelah kembali ke negaranya, Ayatullah Ramezani berkata, "Ketika Anda kembali ke negara Anda dari Qom, sebelum dan sesudah Anda harus berbeda dan mengatakan bahwa mereka telah dilatih dan berbicara, berjalan, makan, minum dan lain-lain mereka berbeda. Anda harus memperkenalkan masyarakat kepada Tuhan. Banyak orang mencoba untuk menghapus nama Tuhan, tetapi Anda harus membawa mereka ke pelukan ajaran Ahlulbait as dan menjadi amanah dan dapat dipercaya. Agama dipercayakan kepada kita. Dalam pertemuan yang saya lakukan dengan mendiang Ayatullah Behjat, dia berkata, "Saya mempercayakan Tuhan kepada Anda." Artinya, sebagian orang ingin menghapus nama dan mengingat Allah, dan kita harus menghidupkannya kembali."

Sekretaris Jenderal Forum Internasional Ahlulbait as mengacu pada tugas individu dan sosial para muballigh Islam, ia berkata. "Kita harus menerapkan agama dalam diri kita sendiri dan kemudian orang lain akan mendapat manfaat. Kita harus menjadi pendakwah yang terdidik dengan baik, dan  beradab tentang diri kita sendiri, orang lain, dan Tuhan. Artinya, kita memiliki adab dengan diri sendiri, adab dengan orang-orang, dan adab dengan Tuhan."

Ayatullah Ramezani mengatakan bahwa hari ini di Barat, Islam diperkenalkan secara terbalik. Ia berkata, "Islam dicitrakan sedemikian buruk di Barat, agar masyarakat Eropa mejauhi dan menolak Islam. Di Jerman, sebuah masjid liberal telah dibangun dengan seorang imam wanita! Mereka mengekspresikan Islam bukan berbasis pada pedoman dan dasar-dasar Islam yang seharusnya."

Ayatullah Ramezani menekankan perlunya menyoroti dimensi spiritual, moral dan irfan Islam. "Spiritualitas, etika dan mistisisme Islam berasal dari syariat, dan syari'ah yang menyediakan program bagi umat Islam sangat penting." Tambanhnya.

Lebih lanjut ia menyatakan, "Dalam berdakwah kita juga tetap terikat pada ruh dan nafas Islam yang berbasis Al-Qur'an dan Sunnah Nabawiah. Kita harus meletakkan konsep dan pengetahuan di hati dan jiwa obyek dakwah; Menurut Al-Qur'an, kita bertanggung jawab atas setiap apa yang telah kita sampaikan dan itu harus berpengaruh di hati dan jiwa orang-orang."

"Berkenalanlah dengan para pemuda dan berpartisipasilah dalam aktivitas mereka dan jawablah pertanyaan mereka, karena masalah dan keraguan sangat umum bagi mereka anak muda di Eropa. Kita juga harus mencoba mengambil manfaat dari pengetahuan agama dan spiritualitas di jalan penyucian diri." Pesannya. 

Dia mengatakan bahwa setiap muslim harus memiliki keagungan ilmiah dan spiritual. Ayatullah Ramezani berkata, "Perlu untuk mengetahui bagaimana menghadapi masyarakt dan Al-Qur'an telah menyatakan bagaimana menghadapi mereka dengan hikmah dan bijaksana. Khotbah dan debat yang baik. Kita harus dihiasi dengan kebajikan moralitas agar berhasil dalam dakwah. Kebajikan ditentukan dalam berhubungan dengan orang lain."

Di bagian lain dari penyampaiannya, ulama Iran ini menyarankan mahasiswa Jerman yang tinggal di Qom untuk berhubungan dan menjalin komunikasi yang intens dengan Forum Internasional Ahlulbait as. Dalam menggambarkan kegiatan Forum. Ayatullah Ramezani berkata, "Ada 16 disiplin ilmu aktif dan mahasiswa dari 14 negara menghadiri universitas Ahlulbait yang dikelola Forum Internasional Ahlulbait as. Chanel TV Tsaqalain memiliki 18 juta penonton. Kantor Berita ABNA aktif dalam 25 bahasa. Kami memiliki banyak penerbit di seluruh dunia dan telah menerbitkan lebih dari 2.000 buku dalam 61 bahasa. Wiki Syiah juga aktif dalam 12 bahasa dan memiliki banyak pengguna dari seluruh dunia."

Ayatullah Ramezani, dalam menanggapi salah satu mahasiswa Jerman tentang sikap mahasiswa dalam pemilu di negara-negara Barat, mengatakan,"Kami tidak menentang hukum sipil negara-negara, dan Anda harus menekankan ini dan peka terhadap ketaatan hukum. ."

Ia lebih lanjut menekankan pentingnya berpartisipasi dalam pemilihan. Ayatullah Ramezani menambahkan, "Muslim yang tinggal di Barat harus terlibat secara aktif dalam masyarakat.  Salah satu area kehadiran ini adalah partisipasi dalam pemilu. Beberapa Muslim kini telah menjadi walikota atau anggota parlemen. Apakah lebih baik jika kita memiliki sedikit perwakilan Muslim di parlemen Jerman atau tidak sama sekali? Jelas, lebih baik jika kita memiliki perwakilan Muslim."

Sekretaris Jenderal Forum Internasional Ahlulbait ini menyatakan, "Tentu saja, jika kita tidak dapat mempertahankan agama kita di sebuah kota dan agama kita dalam bahaya, kita tidak boleh hadir di sana."

Ayatullah Ramezani yang baru saja melakukan perjalanan ke sejumlah negara di Eropa mengatakan, "Saya melihat dari dekat situasi Muslim di Barat sangat baik. Bandingkan kehadiran Muslim hari ini dengan 50 tahun yang lalu; Sekarang ada banyak Muslim dan pusat-pusat Islam di Barat, dan semakin banyak Muslim di Barat dan semakin banyak mereka memiliki anak, semakin baik, dan anak-anak Muslim harus didukung."

Ayatullah Ramezani menekankan, "Kehadiran dan partisipasi politisi Muslim dalam pemilu harus berani dan efektif sesuai aturan dan ketentuan. Jika kita dapat melakukan sesuatu dengan pemungutan suara dan kehadiran perwakilan Muslim di parlemen dan menyetujui larangan menghina kesucian Islam, kita harus melakukannya agar tidak ada yang menghina Muslim dan nilai-nilai mereka. Terkadang kehadiran umat Islam menyebabkan perubahan besar; Misalnya, kehadiran para saudagar dan pendakwah Islam di Indonesia menyebabkan negara ini menjadi Muslim, dan pergerakan para saudagar Muslim berperan besar dalam masuknya Islam ke Indonesia yang saat ini menjadi sebuah negara Islam terbesar di dunia."

"Hari ini, menurut hukum Barat, ada kebebasan bertindak, dan Syiah dan Muslim di Barat dapat membuat jaringan pengacara untuk menegakkan hak-hak Syiah dan Muslim." Pungkasnya. 


Related Articles

Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*