FBI dan Pentagon Dinilai Mengabaikan Ancaman Serangan ke Capitol

FBI dan Pentagon Dinilai Mengabaikan Ancaman Serangan ke Capitol

Perusahaan media sosial Amerika, Parler menyatakan bahwa FBI dan Pentagon telah mengabaikan lusinan pesan yang berisi ancaman serangan ke Gedung Capitol pada 6 Januari 2021.

Menurut Kantor Berita ABNA, Dikutip laman Tasnimnews, Rabu (16/6/2021), beberapa hari sebelum serangan ke Capitol, perusahaan media sosial Parler telah menandai lusinan pesan yang mengkhawatirkan untuk FBI, sebuah peringatan yang tampaknya diabaikan.

“Jangan kaget jika kita mengambil alih Capitol,” tulis sebuah postingan di media sosial Parler. “Trump membutuhkan kita untuk memicu kekacauan untuk memberlakukan Undang-Undang Pemberontakan,” tambahnya.

Komite Pengawas DPR AS pada hari Selasa, memeriksa puluhan pesan serupa yang dikirim oleh Parler ke FBI dan Pentagon, empat hari sebelum serangan ke Capitol terjadi.

Direktur FBI Christopher Wray mengatakan lembaganya sekarang sedang meninjau apakah informasi tersebut ditangani dengan tepat.

Wray dan FBI bukan satu-satunya yang ditekan oleh anggota DPR tentang sinyal peringatan yang diabaikan dan respons yang salah terhadap serangan oleh para pendukung Donald Trump. Kurangnya kesiapan dari unit darurat Pentagon dan Polisi Capitol juga mendapat kecaman.

Ketua Pengawas DPR AS Carolyn Maloney, mengatakan Pentagon membutuhkan waktu terlalu lama untuk bertindak meskipun ada tanda peringatan dan permohonan dari para pemimpin penegak hukum lainnya hari itu.

“Ini adalah kegagalan yang mengejutkan,” tegasnya.

Pada 6 Januari, ribuan pendukung Trump menyerbu Gedung Capitol untuk mencegah pengesahan kemenangan Joe Biden dalam pemilu presiden AS oleh Kongres. (RM)

342/


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*