Dukungan Iran terhadap Afghanistan demi Perdamaian dan Keamanan

Dukungan Iran terhadap Afghanistan demi Perdamaian dan Keamanan

Republik Islam Iran senantiasa menginginkan pengokohan persaudaraan antara seluruh bangsa Afghanistan.

Menurut Kantor Berita ABNA, Seraya menekankan masalah ini, digelar konferensi virtual di Tehran dengan tema "Afghanistan, perdamaian dan keamanan permanen" pada hari Senin (19/7/2021). Konferensi ini diikuti tokoh-tokoh negara tetangga dan kawasan termasuk Cina, Kazakhstan, Rusia dan berbagai etnis.

Sekjen Forum Global Kebangkitan Islam, Ali Akbar Velayati dalam pidatonya di konferensi ini seraya menekankan dukungan Republik Islam Iran terhadap bangsa Afghanistan di jalan perdamaian, keamanan dan pembangunan mengatakan, "Sejarah Afghanistan penuh dengan keberanian dan resistensi rakyat melawan kolonialis dan hegemoni sejak serangan tentara mereah bekas Uni Soviet hingga perlawanan terhadap penjajah Amerika Serikat dan NATO."

Kini setelah 20 tahun pendudukan dan pengiriman ratusan ribu tentara dengan biaya miliaran dolar, tapi hasil dari penempatan pasukan asing di Afghanistan adalah perang dan instabilitas.

Amerika di Afghanistan seperti di Irak, melakukan banyak kejahatan dan di kondisi saat ini ketika mereka terpaksa keluar dari Afghanistan masih berusaha mengobarkan perang di negara ini dan mendiktekan bahwa keluarnya mereka telah memicu perang dan instabilitas di kawasan khususnya Afghanistan.

Salah satu keluarnya Amerika dari Afghanistan adalah biaya besar dari penempatan pasukan ini dan korban tinggi di pihak militer.

Menurut laporan Costs of War, Amerika Serikat selama 20 tahun lalu telah menghabiskan biaya sebesar 2,260 triliun dolar di Afghanistan untuk perang. Selain itu, menurut laporan Televisi NBC News, Amerika di perang panjang ini telah kehilangan 2.300 tentara dan ribuan lainnya mengalami cidera.

Realita sejarah menunjukkan rakyat Afghanistan senantiasa melawan setiap agresi dan ketamakan. Agresor Timur dan Barat kalah dihadapan tekad dan perlawanan pejuang Afghanistan, dan diusir dari wilayah ini.

Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei Senin (19/7/2021) di pesan haji kepada Muslim dunia seraya mengisyaratkan keluarnya militer AS secara hina dari Afghanistan menjelaskan, "Pemahaman keliru Amerika atas arus muqawama dan transformasi kawasan mendorong Washington terhina di Afghanistan, dan setelah kedatangannya yang penuh gejolak selama dua puluh tahun lalu dengan penggunaan senjata, bom, dan tembakan terhadap warga sipil yang tidak berdaya dan sipil, mereka terjebak di kubangan serta menarik pasukan beserta peralatan militernya dari negara ini. Tentu saja, bangsa Afghanistan yang sadar harus tetap waspada terhadap alat-alat intelijen AS dan senjata lunak di negaranya."

Pejabat Republik Islam Iran berulang kali menyatakan, fokus upaya Iran di Afghanistan adalah menciptakan stabilitas dan keamanan oleh pemerintah Kabul di dalam neger ini dan Tehran dalam hal ini tidak segan-segan melakukan setiap usaha yang diperlukan.

Hamid Shahriari, sekjen Forum Internasional Pendekatan Antar-Mazhab Islam Jumat lalu di kontak telepon dengan sejumlah ulama Afghanistan seraya menjelaskan bahwa perang keinginan musuh seluruh etnis mengungkapkan, "Faksi-faksi yang terlibat konflik di Afghanistan harus meletakkan senjatanya dan menorehkan masa depan pemerintahan di negara ini melalui partisipasi politik."

Tak diragukan lagi perang bukan solusi krisis Afghanistan. Di kondisi sensitif saat ini, berlanjutnya friksi internal dan perang memiliki dampak negatif dan tidak dapat dikompensasi bagi bangsa Afghanistan.

Menurut Sayid Rasool Mousavi, asisten menlu dan dirjen Asia Barat di Kemenlu Iran, "Afghanistan tidak memiliki solusi kecuali dialog, kesepahaman, perdamaian, pemaafan, saling memahami dan melupakan masa lalu, serta memandang masa depan. Saat ini harus dicapai peluang perdamaian, bukan besok karena akan terlambat." (MF)


342/


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*