Dampak Pelarangan Gerakan Islam Nigeria

Dampak Pelarangan Gerakan Islam Nigeria

Di saat umat Islam di Nigeria dan negara lain terus menyuarakan pembebasan Sheikh Zakzaky yang dipenjara saat ini, presiden Nigeria justru mengeluarkan larangan terhadap gerakan Islam yang dipimpin ulama negara Afrika itu.

(ABNA24.com) Kantor istana Presiden Nigeria Mohammadu Buhari telah melarang aktivitas Gerakan Islam Nigeria yang menyebabkan kondisi umat Islam berada  bawah tekanan politik dan sosial.

Penangkapan pemimpin Gerakan Islam Nigeria pada 2015 menandai dimulainya eskalasi tekanan terhadap umat Islam. Meskipun Mahkamah Agung Nigeria telah mengeluarkan vonis pembebasan langsung Sheikh Zakzaky pada Desember 2016, tapi hingga kini ulama terkemuka Syiah Afrika ini tetap mendekam di penjara.

Masalah ini telah memicu gelombang protes umat Islam yang menuntut pembebasan Sheikh zakzaky, tetapi pemerintah Nigeria malah meningkatkan tekanan terhadap komunitas Muslim dengan memberlakukan undang-undang seperti melarang aksi protes damai, dan peningkatkan aksi kekerasan terhadap demonstran. Puluhan orang tewas dalam serangan yang dilakukan pasukan keamanan pada acara keagamaan seperti Asyura, serta aksi unjuk rasa masyarakat Nigeria terhadap penangkapan Sheikh Zakzaky oleh pemerintah Nigeria.

Selama beberapa pekan terakhir, berita tentang kondisi kesehatan Sheikh Zakzaky yang memburuk dan keracunannya di penjara telah membuat Muslim Nigeria semakin marah. Mereka menyerukan pembebasan Shekh Zakzaky dan perawatannya. Tapi, tuntutan ini tidak hanya diabaikan pemerintah Nigeria, bahkan dijawab dengan tekanan yang lebih masif.

Eskalasi tindakan konfrontasi dan kekerasan terhadap Muslim Nigeria tidak bisa dilepaskan dari pengaruh pergolakan politik dan sosial di negara ini yang dipengaruhi kebijakan Amerika Serikat, Arab Saudi, dan rezim Zionis. Meningkatnya pengaruh spiritual umat Islam, terutama Syiah di benua Afrika, khususnya Nigeria sebagai negara terpadat di benua itu, serta melimpahnya sumber daya alam dan energi di kawasan telah menyebabkan Arab Saudi dan rezim Zionis semakin gencar membenamkan pengaruhnya demi mengejar kepentingan politik.

Penguatan hubungan Riyadh dengan Abuja melalui dukungan senjata dan alutsista serta sumber daya keuangan memicu gelombang represi yang semakin keras terhadap Syiah di berbagai wilayah Nigeria.

Sheikh Adam Abu Bakar Rogo, seorang anggota senior Gerakan Islam mengatakan bahwa pemerintah Nigeria dipengaruhi oleh kebijakan rezim Saudi, AS, dan Zionis yang semuanya bersekongkol melawan Muslim, terutama Syiah Nigeria.

Padahal selama bertahun-tahun Muslim Nigeria baik Sunni maupun Syiah telah hidup damai dan harmonis. Profesor politik Universitas Nigeria, Shaeb Mousa mengatakan, "Amerika Serikat dan sekutunya bekerja untuk merusak kebebasan beragama yang diabadikan dalam konstitusi Nigeria dengan menyulut friksi antaraagama dan mazhab yang beraneka ragam di negara ini,".

Muslim Nigeria saat ini sedang berjuang menghadapi banyak masalah internal dan eksternal. Kehadiran kelompok teroris Boko Haram di wilayah utara negara itu dan serangan terorisnya yang meluas telah merusak keamanan di Nigeria. Masalah ekonomi, kemiskinan, pengangguran, dan ketidakamanan di berbagai wilayah, termasuk daerah kaya minyak di selatan Nigeria menambah daftar panjang persoalan besar di negara ini.

Di saat rakyat Nigeria relatif belum menikmati perdamaian dan stabilitas yang berkesinambungan, tampaknya langkah pemerintah Buhari melarang gerakan Islam justru akan meningkatkan masalah keamanan sosial dan menghambat terwujudnya persatuan dan stabilitas di negara itu.




/129


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*