?>

Blinken: Pendekatan Represi Maksimum terhadap Iran Sia-sia

Blinken: Pendekatan Represi Maksimum terhadap Iran Sia-sia

Menteri luar negeri Amerika Serikat mengakui kegagalan pendekatan represi maksimum pemerintah Donald Trump terhadap Iran.

Menurut Kantor Berita ABNA, Seperti dilaporkan Tasnim News, Antony Blinken menambahkan, "Kami selama beberapa tahun menerapkan represi maksimum terhadap Iran, tapi bukan saja sia-sia tapi menambah masalah; karena Iran kini semakin dekat dengan produksi bahan bakar yang cukup dan bahan fisil."

Ia menekankan dirinya mendapat undangan dari Uni Eropa untuk berpartisipasi di sidang tak resmi Komisi JCPOA.

"Dijadwalkan troika Eropa bersama Rusia dan Cina serta Iran menghadiri pertemuan ini dan kami juga berencana menghadirinya," tambah Blinken.

Lebih lanjut ia menjelaskan, "Washington akan bekerja sama dengan sekutunya untuk mencegah pengaruh regional Tehran dan kemajuan program rudal pertahanan Iran."

Di sisi lain, Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, Jake Sullivan menyinggung keputusan Amerika menerima undangan Eropa untuk berpartisipasi di pertemuan dengan negara anggota JCPOA.

"Presiden Joe Biden meminta kami menyetujui permintaan Eropa untuk memulai perundingan dengan Iran," tandas Blinken.

Selain itu, Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki menyatakan, AS menerima usulan Eropa untuk memediasi dialog dengan Iran terkait JCPOA.

Mantan presiden AS Donald Trump 8 Mei 2018 secara sepihak mengumumkan negaranya keluar dari JCPOA dan memulihkan sanksi nuklir kepada Iran.

Langkah Trump ini menuai kecaman luas baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional.

Selama empat tahun berkuasa, Trump gagal meraih ambisinya terhadap Iran meski menerapkan strategi represi maksimum dan sanksi paling keras terhadap Tehran. (MF)

342/


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

پیام رهبر انقلاب به مسلمانان جهان به مناسبت حج 1441 / 2020
We are All Zakzaky
conference-abu-talib
Tidak untuk Perjanjian Abad ini