?>
Berita Majma Jahani Ahlulbait as:

Ayatullah Ramazani Tegaskan Pentingnya Setia pada Jalan Revolusi Islam

Ayatullah Ramazani Tegaskan Pentingnya Setia pada Jalan Revolusi Islam

Pada bagian lain ceramahnya. Ayatullah Reza Ramazani menekankan bahwa musuh berusaha menciptakan keputusasaan dikalangan masyarakat muslim. Karena itu, warga muslim diserunya untuk tetap lebih mengutamakan persatuan umat Islam dibanding di atas kepentingan pribadi atau golongan.

Menurut Kantor Berita ABNA, Sekretaris Jenderal Majma Jahani Ahlulbait as Ayatullah Reza Ramazani pada Selasa (9/2) dalam rangka memperingati hari kemenangan Revolusi Islam Iran yang ke-42 menziarahi makam Imam Khomeini rahimahullah dan syuhada revolusi lainnya. Dalam acara ziarah tersebut, bersama dengan tokoh publik penting lainnya dari kalangan ulama, pemerintah dan tokoh-tokoh masyarakat, Ayatullah Ramazani menaburkan bunga ke makam Imam Khomeini sebagai simbol penghormatan dan pengagungan. Pada kesempatan tersebut, bersama rombongan yang ada, Ayatullah Ramazani memperbaharui baiatnya kepada cita-cita perjuangan revolusi Islam Iran di hadapan makam Imam Khomeini, bapak pendiri Republik Islam Iran. 

Didaulat menyampaikan orasi dalam acara tersebut, Ayatullah Reza Ramazani mengatakan, "Revolusi Islam Iran memiliki tiga pilar. Pilar pertama adalah pengenalan Islam terhadap kondisi sosial masyarakat dalam semua aspek. Khususnya dalam aspek penolakan pada penjajahan dan anti pada kekuasaan arogansi dunia. Pilar kedua adalah sistem kepemimpinan. Adanya pemimpin yang kuat dan dipercaya rakyat yang membuat perjuangan revolusi ini berhasil. Dan yang ketiga adanya rakyat dan masyarakat yang memang menghendaki terjadinya perubahan yang lebih baik."

Lebih lanjut, Ayatullah Ramazani menjelaskan terkait pilar revolusi Islam Iran. Ia berkata, "Sistem yang diperkenalkan Republik Islam Iran adalah sistem Islam yang berbentuk republik. Prinsip Islam digunakan sebagai inspirasi untuk menciptakan sistem bernegara yang lebih adil untuk rakyat. Oleh karena itu, cita-cita Imam Khomeini adalah menghidupkan kembali rasionalitas dan spritualitas dalam sistem bernegara. Sehingga pencapaian menuju keadilan di semua bidang dapat dilakukan. Keadilan harus begitu luas sehingga orang-orang di semua bagian negara dapat merasakannya; Oleh karena itu, jika kita ingin meningkatkan faktor keamanan sistem, maka ketiga pilar tersebut harus kita perkuat." 

Mengenai tugas Majma Jahani Ahulbait as, Ayatullah Ramazani berkata, "Tugas terpenting Majma adalah untuk menghidupkan kembali siyar mazhab Ahlulbait as. Selain itu memperkenalkan kepada dunia berbagai dimensi Islam, termasuk rasionalitas, spiritualitas dan keadilan, serta melawan ekstremisme." 

Ayatullah Ramazani menambahkan, "Beberapa orang dalam perkataan dan perilaku mereka mencoba untuk menyingkirkan peran Ahlulbait as, dan hanya memperhatikan beberapa aspek dari ajaran mereka. Sementara Ahlulbait as adalah model yang komprehensif dan kita dapat dan harus memanfaatkannya sebaik mungkin untuk mewujudkan kebenaran Islam."

Pada bagian lain ceramahnya. Ayatullah Reza Ramazani menekankan bahwa musuh berusaha menciptakan keputusasaan dikalangan masyarakat muslim. Karena itu, warga muslim diserunya untuk tetap lebih mengutamakan persatuan umat Islam dibanding di atas kepentingan pribadi atau golongan. 

Disebutkan, begitu masuk Ayamullah Dah-e Fajr (peringatan 10 hari dari awal kedatangan Imam Khomeini dari pengasingan sampai hari kemenangan Revolusi Islam Iran) maka akan dilakukan tradisi menziarahi makam bapak revolusi Iran Imam Khomeini rahimahullah oleh ulama-ulama besar, pejabat pemerintah dan tokoh-tokoh publik bahkan termasuk Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Uzhma Sayid Ali Khamanei. Di sisi makam, mereka akan menyatakan pembaharuan baiat dan tekad untuk tetap bersama dengan cita-cita Revolusi Islam Iran.

22 Bahman 1357 HS atau bertepatan dengan 11 Februari 1979 adalah hari bersejarah bagi bangsa Iran. Sebab hari itu menandai berakhirnya kekuasaan rezim Syah Pahlevi, raja terakhir dari Imperium Persia dan Iran berubah menjadi Republik Islam Iran. Rakyat Iran setiap tahun memperingati kemenangan revolusi Islam 22 Bahman dengan menggelar pawai raksasa di jalan-jalan utama secara serentak di kota-kota besar seluruh Iran. Pawai tersebut untuk mengenang momentum lautan demonstrasi terbesar sepanjang sejarang yang diikuti jutaan rakyat Iran dari berbagai lapisan masyarakat. Lautan demonstrasi yang digerakkan Imam Khomeini tersebut berhasil menggulung kekuasaan rezim Pahlevi yang dikenal memiliki kekuatan militer kelima terkuat dunia sehingga gerakan Imam Khomeini tersebut tercatat sebagai gerakan revolusi terbesar di abad 20.


Related Articles

Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

پیام رهبر انقلاب به مسلمانان جهان به مناسبت حج 1441 / 2020
We are All Zakzaky
conference-abu-talib
Tidak untuk Perjanjian Abad ini