?>

Apa Motif NATO Menambah Pasukan di Irak ?

Apa Motif NATO Menambah Pasukan di Irak ?

Kehadiran militer negara Barat di Irak dimulai pasca pendudukan negara ini oleh Amerika Serikat pada tahun 2003, dan terus berlanjut sampai sekarang.

Menurut Kantor Berita ABNA, Mantan Presiden Amerika Donald Trump sebelumnya telah mengeluarkan keputusan untuk mengurangi jumlah pasukan negara itu di Irak menjadi 2.500 personel, tapi sekarang Pakta Pertahanan Atlantik Utara, NATO berniat menambah jumlah pasukannya di Irak.

Sekjen NATO Jens Stoltenberg pada Kamis, 18 Februari 2021 di akhir pertemuan Menteri Pertahanan negara-negara NATO mengumumkan, hasil pembicaraan anggota NATO pada Rabu dan Kamis, memutuskan jumlah pasukan organisasi ini di Irak akan ditambah dari 500 menjadi 4.000 personel.

Ia menambahkan, kehadiran pasukan NATO di Irak saat ini terbatas, namun sudah diputuskan agar kehadiran militer kita di negara ini ditingkatkan secara bertahap.

Sekjen NATO mengklaim alasan penambahan jumlah pasukannya di Irak hingga 8 kali lipat diambil untuk mencegah bangkitnya kembali kelompok teroris Daesh.

Keputusan NATO menunjukkan perubahan 180 derajat kebijakan organisasi ini di Irak. Pasca kekalahan Daesh, disusul meningkatnya ketegangan Iran-Amerika Serikat buntut dari teror terhadap Letjend Qassem Soleimani, dan wabah virus Corona, negara-negara NATO menarik sejumlah banyak tentaranya dari Irak, dan menangguhkan pelatihan militer untuk pasukan negara ini.

342/


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

پیام رهبر انقلاب به مسلمانان جهان به مناسبت حج 1441 / 2020
We are All Zakzaky
conference-abu-talib
Tidak untuk Perjanjian Abad ini