Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Sebuah webinar internasional bertajuk "Peran Haji dalam Membangun Peradaban Islam" sukses digelar dengan melibatkan peserta dari berbagai negara Asia Tenggara. Kegiatan ilmiah yang diselenggarakan secara daring ini merupakan hasil kerja sama Majelis Virtual Bersatu Ahlulbait Malaysia (MoG), Majma' Jahani Ahlulbait (AS), Perwakilan Pemimpin Tertinggi Iran di Organisasi Haji dan Ziarah, Partai Thai Citizen Thailand, Universitas Raden Fatah Palembang Indonesia, serta Universitas Islam Malaysia.
Webinar yang ditujukan bagi masyarakat berbahasa Melayu di Malaysia, Singapura, Thailand, dan Indonesia ini berlangsung pada 24 Mei 2026 dan diikuti sekitar 80 peserta, yang terdiri dari kalangan Syiah, Muslim, serta para pecinta kebebasan dari berbagai negara Asia Tenggara. Acara berlangsung selama dua jam mulai pukul 21.00 waktu Malaysia.
Acara dipandu oleh Abu Zainab Amir Aruf, lulusan magister hukum dari Universitas Islam Malaysia. Dalam kesempatan tersebut, ia mempersilakan para narasumber untuk menyampaikan pandangan ilmiah mereka terkait peran strategis ibadah haji dalam kehidupan umat Islam.
Pembicara pertama adalah Nik Ishaq Fathoni, Wakil Ketua Partai Thai Citizen Thailand. Dalam paparannya, ia menjelaskan konsep peradaban dan peradaban Islam, lalu menyimpulkan bahwa untuk mengembalikan posisi sentral umat Islam dalam percaturan dunia dan membangun kembali peradaban Islam, diperlukan kekuatan politik yang memadai.
Menurutnya, ibadah haji sebagai kongres terbesar umat Islam memiliki peran yang sangat penting dalam mewujudkan tujuan tersebut. Ia juga menyampaikan harapannya agar Iran dapat terus berperan dalam mengangkat kembali posisi peradaban Islam serta mendorong kemajuannya, dan agar pengelolaan haji tidak dijalankan secara sepihak sesuai kehendak pihak tertentu.
Sementara itu, pembicara kedua, Dr. Yulian Rama Pri Handiki, dosen Universitas Raden Fatah Palembang, menyinggung pandangan Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatullah Ali Khamenei, mengenai posisi haji sebagai salah satu sumber kekuatan terbesar umat Islam dalam membangun peradaban Islam.
Menurutnya, potensi haji tidak hanya terbatas pada aspek spiritual, tetapi juga mencakup dimensi politik, budaya, sosial, dan moral. Namun potensi besar tersebut hanya dapat diwujudkan apabila umat Islam mampu mengesampingkan perbedaan-perbedaan yang bersifat regional, nasional, mazhab, maupun perbedaan-perbedaan lainnya.
Ia menambahkan bahwa peradaban Islam tidak akan mengalami kematian sebagaimana dikemukakan oleh sebagian teori peradaban, baik oleh Ibnu Khaldun maupun Francis Fukuyama. Sebaliknya, peradaban Islam akan mencapai kesempurnaannya pada masa kemunculan Imam Mahdi as, dan proses menuju puncak tersebut akan semakin kuat melalui upaya mereka yang mempersiapkan terwujudnya peradaban Islam di masa depan.
Your Comment