Miss Berger:

Saya Memilih Syiah Setelah Mempelajari Kebangkitan Imam Husain

Saya Memilih Syiah Setelah Mempelajari Kebangkitan Imam Husain

Miss Berger seorang perempuan muda 22 tahun berkebangsaan Jerman kelahiran tahun 1991 yang telah menyelesaikan pendidikan Universitasnya di Inggris setelah mempelajari kitab-kitab mengenai kesyahidan Imam Husain as, menetapkan diri untuk memeluk keyakinan Islam mazhab Ahlul Bait as.

Menurut Kantor Berita ABNA, Miss Berger seorang perempuan muda 22 tahun berkebangsaan Jerman kelahiran tahun 1991 yang telah menyelesaikan pendidikan Universitasnya di Inggris setelah mempelajari kitab-kitab mengenai kesyahidan Imam Husain as, menetapkan diri untuk memeluk keyakinan Islam mazhab Ahlul Bait as.

Ahad (14/4) beliaupun menyatakan keIslamannya dengan bimbingan Ayatullah al Uzhma Sayyid Muhammad Shadiq Ruhani, salah seorang ulama marja taklid Syiah, dengan memilih Hosna sebagai nama barunya. Hosnapun menyatakan, ketertarikannya terhadap Islam bermula dari kegemarannya membaca banyak buku, terutama buku dengan tema-tema agama. Sampai kemudian dia mengaku tertarik mempelajari lebih jauh mengenai imam Husain as yang diketahuinya dari peringatan kesyahidan beliau yang marak dilakukan kaum muslimin diseluruh dunia pada hari Asyura dan Arbain. 

Salah satu mengenai kesyahidan dan kebangkitan Imam Husain as yang paling dia gemari adalah buku karya Ayatullah Ruhani yang telah diterjemahkan dalam bahasa Inggris. Hosna mengaku awalnya mengalami kesulitan untuk lebih banyak tahu mengenai Islam mazhab Ahlul Bait karena kurangnya kitab-kitab yang bisa ia pelajari. Diapun mengaku, ketertarikan warga Jerman mengenal Islam sangat besar, hanya saja, kitab-kitab rujukan mengenai Islam lebih banyak yang memperkenalkan mazhab Ahlus Sunnah sementara mazhab Ahlul Bait sangat sedikit. Karenanya kemudian ia sering melakukan korespondensi dengan kantor resmi Ayatullah Ruhani yang memberikan jawaban dari pertanyaan-pertanyaannya yang membuatnya akhirnya memiliki kecintaan yang besar terhadap Islam dan Ahlul Bait. Bukti kecintaannya itu diperlihatkan dengan mendatangi langsung kantor resmi Ayatullah Ruhani di Qom Iran dan menyatakan keislaman dihadapan ulama marja taklid tersebut.

Ayatullah Ruhani menghadiakan sebuah al-Qur'an terjemahan Inggris dan mengucapkan selamat atas keislaman warga Jerman tersebut. Beliaupun memesankan agar Hosna melanjutkan untuk terus mempelajari Islam lebih dalam, mulai dari ushul agama sampai furu'din, melanjutkan untuk terus meneliti hakikat kebenaran. Ayatullah Ruhanipun juga menyebutkan untuk selalu siap memberikan jawaban atas pertanyaan ataupun syubhat yang diajukan dalam prosesnya mendalami Islam.

Sekilas mengenai Ayatullah Ruhani

Ayatullah al Uzhma Sayyid Muhammad Shadiq Ruhani lahir sekitar 89 tahun lalu pada bulan Muharram 1345 HQ (1924 M) di kota suci Qom Republik Islam Iran. Lahir ditengah keluarga yang mencintai ilmu dan memulai pendidikan agamanya secara non formal dibawah bimbingan langsung ayahnya yang juga seorang ulama besar Ayatullah Mirza Mahmud Ruhani.

Pada tahun 1355 HQ (1934 M) diusia 10 tahun beliaupun memulai pendidikan formalnya mengenai ilmu agama di Hauzah Ilmiyah Najaf Irak yang merupakan pusat pendidikan Islam Syiah saat itu. Dengan bekal kecerdasan dan kegigihan yang beliau miliki beliau menamatkan pelajaran muqaddimah hanya dalam satu tahun, dan di usia 11 tahun telah diperkenankan untuk mengikuti kelas Kharij Fiqh dan Ushul yang dibimbing langsung oleh Ayatullah al Uzhma Khui dan menjadi murid termuda saat itu ditengah-tengah murid-murid lainnya yang rata-rata sudah menyandang gelar ulama, sehingga hal tersebut merupakan sesuatu yang sangat menakjubkan. Ayatullah al Uzhma Khui mengatakan, "Saya berharap besar kelak penyebaran ilmu Ahlul Bait akan mengalami peningkatan pesat dibawah bimbingan anak muda ini. Sangat menakjubkan melihat seorang anak berusia 11 tahun telah sangat serius mempelajari kitab al Makasib karya Syaikh Anshari yang merupakan kitab pelajaran penting Hauzah Ilmiyah, dan diapun mampu memahaminya dengan lebih baik dibanding murid-murid lainnya."

Selain mendapat bimbingan dari Ayatullah al Uzhma Khui, Ruhani muda juga meraup ilmu dari ulama-ulama besar lainnya saat itu. Diantaranya, Ayatullah al Uzhma Syaikh Kadzim Shirazi, Ayatullah Syaikh Muhammad Husain Esfahani, Ayatullah al al Uzhma Sayyid Muhammad Husain Tabatabai al Burujerdi. Hanya dalam rentang waktu 4 tahun kemudian, Ayatullah al Uzhma Khui mengeluarkan surat pernyataan yang bersejarah, bahwa Sayyid Muhammad Shadiq Ruhani telah mencapai derajat mujtahid. Sayyid Muhammad Shadiq Ruhani mencapai derajat mujtahid ketika usianya belum mencapai 15 tahun yang karena itu beliau telah diperkenankan memberikan pelajaran di Hauzah Ilmiyah Najaf.

Pada tahun 1950 beliau kembali kekota kelahirannya untuk mengajar di Hauzah Ilmiyah Qom, yang hanya dalam waktu singkat beliau telah memiliki ribuan murid dan pengikut. Selain mengajar beliau juga menghasilkan banyak karya ilmiah. Diantaranya yang paling terkenal adalah Fiqih al Shadiq 26 jilid yang ditulis dalam bahasa Arab, yang memuat masalah-masalah fiqh dalam mazhab Syiah. Kitab tersebut menjadi salah satu kitab rujukan penting bagi pelajar-pelajar di Hauzah Ilmiah. Selain menulis kitab ushul dan fiqh lainnya beliau juga menulis kitab syarah hadits, akhlak dan tarikh. Dan setiap hasil karyanya mendapat tempat di kalangan pengikut Syiah dan telah diterjemahkan dalam banyak bahasa.

Pada tahun 1961 Ayatullah Ruhani telah mencapai derajat sebagai ulama marja taklid dan telah mengeluarkan risalah amaliah bagi para muqallidnya. Untuk mengenal beliau lebih detail pembaca bisa mengunjungi situs resmi beliau di http://www.rohani.ir/ yang tersedia dalam 3 pilihan bahasa, Arab, Inggris dan Persia.


پیام رهبر انقلاب به مسلمانان جهان به مناسبت حج 1440 / 2019
conference-abu-talib
We are All Zakzaky