Berita Majma:

Pertemuan Aktivis Pakistan dengan Pimpinan Majma’ Ahlul Bayt as

Pimpinan Majma’ Ahlul Bayt as dalam pertemuannya dengan 2 orang aktivis Pakistan menitikberatkan pada kesiapan pihak Majma’ untuk membela warga Syiah Pakistan.

Menurut Kantor Berita ABNA, Hujjatul Islam wal Muslimin Akhtari dalam agenda pertemuannya dengan Sayyid Abid Husain dan Shuja’ Husainy yang mana keduanya adalah aktivis Pakistan yang sedang mengadukan kekhawatiran mereka akan permasalahan yang diderita warga Syiah Pakistan, seraya berkata: “Kami sangat memahami kendala dan masalah kaum Syiah di segala penjuru terkhusus Pakistan, sudah merupakan kewajiban kami untuk membantu apa saja yang berada di dalam batas kemampuan kami.” Pimpinan Majma’ Ahlul Bayt as mengemukakan bahwa: “Besar harapan kami jika kalian semua lebih meningkatkan hubungan ini, menginformasikan segala yang terjadi terkait warga Syiah serta tanggapan yang kalian miliki.” Beliau juga berkata mengenai perkara muballigh Pakistan: “Pengiriman muballigh dari Iran bukanlah tanggung jawab kami tetapi tanggung jawab Lembaga Budaya dan Perhubungan Islam, kami hanya memiliki tanggung jawab atas kemuballighan dalam negeri yang berada di wilayah setempat. Hujjatul Islam wal Muslimin Akhtari melanjutkan perkataannya: “Akhir-akhir ini dikarenakan banyaknya muballigh Pakistan kami tetapkan untuk menambah komunitas jumlah muballigh secara keseluruhan.” Hujjatul Islam wal Muslimin Akhtari menyelenggarakan agenda untuk direktorat 2 sekolah putri dan 1 sekolah putra di Pakistan dengan mengadakan berbagai acara di Parachenar selama tahun-tahun ajaran serta membentuk “Maktab al-Baqir as” di Negara tersebut semua ini adalah bentuk kontribusi pihak Majma’ terhadap kaum Syiah Pakistan. Beliau menyatakan kesiapannya untuk mengirimkan kitab-kitab yang dibutuhkan warga Syiah Pakistan dan berkata: “Tuliskan kitab yang dibutuhkan sehingga dapat kami kirim sesegera mungkin.” Hujjatul Islam wal Muslimin Akhtari menyatakan keinginan membantu dan melakukan pembelaan terhadap umat Syiah di Pakistan serta kembali angkat bicara: ”Dikarenakan kebutuhan warga Syiah Pakistan adalah kebutuhan finansial dan mata pencaharian , Majma’ Ahlul Bayt as menyatakan siap membantu untuk bekerjasama.” Beliau juga menambahkan: ” Majma’ Ahlul Bayt as memiliki universitas yang menerima pendaftaran pelajar asing di bidang akademik S1, S2 dan S3 dengan fakultas Hukum, Islamic History dan Shiite History.” Para aktivis Pakistan ini juga dengan menyatakan bahwa kondisi negaranya tersebut tidak mendukung keyakinan warganya mengharapkan bantuan perlindungan yang lebih terhadap para muballigh Pakistan. Sayyid Abid Husain dan Shuja’ Husainy mengungkapkan kekhawatiran mereka yang sangat atas ketidak amanan kondisi Pakistan terkhusus kota-kota seperti Karachi, Parachenar, Koomat dan kota-kota lainnya.