• Mengenang Satu Tahun Wafatnya Alm. KH. Jalaluddin Rakhmat:

    Laki-laki yang Memegang Bara Api

    Banyak orang yang pintar, tapi hanya sedikit yang berani mengambil resiko. Banyak yang mendengar, tapi hanya sedikit yang terpanggil. Kang Jalal diantara yang sedikit itu. Baginya, keintelektualan harus dipertanggungjawabkan. Dia tidak hanya kagum pada asap dan tarian kobaran api dari jauh. Dia cari sumber baranya. Dan dia pegang, meski dengan resiko tangannya melepuh dan turut terbakar demi dia bisa menerangi sekitarnya.

    Read More ...
  • Pandangan Hukum Positif Iran Mengenai Transseksual

    Di Iran tidak perlu ada persoalan, mereka yang telah melakukan operasi bedah pergantian jenis kelamin dengan memenuhi persyaratan dan ketentuan negara, bagaimana cara mereka dimakamkan ketika wafat, sebab mereka dimakamkan dengan tata cara dari jenis kelamin yang mereka tentukan, bukan lagi dari jenis kelaminnya ketika dilahirkan.

    Read More ...
  • Liputan Wartawan Indonesia atas Kepulangan Imam Khomeini dari Pengasingan

    Memperingati hari kepulangan Imam Khomeini dari pengasingannya yang dijalankannya selama 15 tahun pada tanggal 1 Februari 1979, berikut ini kami memuat tulisan mantan Wakil Pimred Republika, DR. Nasir Tamara, bertajuk “Detik-Detik Kepulangan Khomeini” yang saat itu merupakan satu-satunya wartawan yang berasal dari Indonesia yang turut berada dalam pesawat yang membawa Imam Khomeini dari Prancis.

    Read More ...
  • Apa Target Dibalik Museum Holokaus di Indonesia?

    Melalui museum dan pameran foto mengenai Holokaus, ada upaya untuk mengetuk dan membuka hati rakyat Indonesia dengan informasi-informasi yang belum tentu benar, dengan target ke depan rakyat Indonesia tidak akan menolak pembukaan hubungan diplomatik dengan Israel.

    Read More ...
  • Kerukunan Umat Beragama di Republik islam Iran

    Toleransi dan kerukunan yang tinggi di Iran tidak datang serta merta. Para penganut agama dan mazhab yang berbeda memiliki ikatan sejarah yang kuat. Kesadaran akan perbedaan adalah kunci untuk sesama umat beragama di Iran saling memahami dan mengasihi.

    Read More ...
  • Asma al-Assad, Sekuntum Mawar di Tengah Gurun

    Dia adalah Asma Fawaz Akhras. Ibu negara Suriah. Dia adalah istri Bashar al-Assad. Dia disebut sebagai ibu negara yang paling menarik dan enerjik. Dia memiliki kemiripan dengan Putri Diana, kombinasi yang langka: keanggunan, kecerdasan dan kesederhanaan.

    Read More ...
  • Marhaban ya Ramadhan

    Pada bulan Ramadhan Tuhan mempersiapkan jamuan-Nya dan kita diundang untuk menjadi tamu-Nya. Rasulullah saww berkata,” Inilah bulan ketika kalian diundang untuk menjadi tamu-tamu Tuhan. Di bulan ini, kalian dijadikan orang-orang yang berhak memperoleh jamuan Tuhan. Di bulan ini, nafas kalian menjadi tasbih, tidur kalian ibadah, amal kalian diterima, dan doa kalian diijabah.

    Read More ...
  • Imam Ali as: Penegak Mazhab Ukhuwah

    Ketika Aisyah r.a. ditanya tentang akhlak Nabi, dia men­jawab: “Akhlak Nabi itu Al-Quran.” Bila para sahabat Nabi di­tanya bagaimana akhlak Ali, mereka akan berkata: “Akhlak Ali itu akhlak Rasulullah saw.” Bila kita ditanya bagaimana akhlak Mukmin yang saleh (khayrul-bariyyah), kita akan menjawab: “Akhlaknya Ali bin Abi Thalib.”

    Read More ...
  • Memoar Kang Jalal: Selamat jalan Kyai

    Tidak bisa dimungkiri, Kang Jalal (panggilan akrabnya) telah mewarnai dunia intelektual Islam Indonesia. Menghapus nama dan perannya, sama halnya melakukan mutilasi sejarah intelektual Islam di Indonesia.

    Read More ...
  • Mr. Morteza Najafi Ghodsi:

    Penghinaan terhadap Alquran, Penghinaan terhadap semua Anbiyah as

    Alquran diturunkan untuk membawa pesan-pesan Ilahi untuk memberi petunjuk kepada umat manusia. Akan menghantarkan umat manusia ke peradaban yang penuh cahaya, dan meninggalkan kehidupan yang gelap dan penuh dengan kezaliman. Pesan Alquran pada umat manusia adalah membebaskan manusia dari kegelapan menuju cahaya.

    Read More ...
  • Mari Berani Menguak Sejarah

    Sejarah tidak terlepas dari kekuasaan. Penguasa memerlukan sejarah sebagai legitimasi. Untuk itu dilakukan pembengkokan sejarah. (Asvi Warman Adam, kata pengantar dalam bukunya sendiri, Membongkar Manipulasi Sejarah terbit tahun 2009)

    Read More ...