Nigeria:

Dianggap Subversif, Ulama Syiah Nigeria Diserang dan Ditangkap

Dianggap Subversif, Ulama Syiah Nigeria Diserang dan Ditangkap

Zainat Ibrahim (istri Syaikh Ibrahim) dan Ali Zakzai (putra Syaikh Ibrahim) dinyatakan gugur beserta 300an pemuda Syiah lainnya yang menjadi tameng hidup untuk melindungi Syaikh Ibrahim dalam serangan bersenjata tersebut.

Menurut Kantor Berita ABNA, dengan tuduhan subversif dan mengancam keamanan negara, kediaman Syaikh Ibrahim Zakzaki ulama besar Syiah Nigeria diserang pihak tentara Nigeria ahad (13/12). Zainat Ibrahim (istri Syaikh Ibrahim) dan Ali Zakzaki (putra Syaikh Ibrahim) dinyatakan gugur beserta 300an pemuda Syiah lainnya yang menjadi tameng hidup untuk melindungi Syaikh Ibrahim dalam serangan bersenjata tersebut. Pihak resmi tentara Nigeria mengklaim hanya menewaskan 15 orang pada peristiwa naas tersebut. Nasib dan keberadaan Syaikh Ibrahim Zakzai sendiri sejak penyerangan tersebut sampai saat ini tidak diketahui. Diduga ia ditangkap dan dibawa oleh pihak tentara. Meskipun diduga keras, iapun telah meninggal dunia. 

Serangan tentara di Husainiyah Baqiyatullah yang juga merupakan kediaman Syaikh Ibrahim Zakzaki di kota Zaria, dipicu oleh peringatan maulid Nabi Muhammad Saw yang diselenggarakan komunitas muslim Syiah Nigeria pada sabtu (12/12). Pihak tentara mengklaim ribuan jamaah yang hendak menghadiri acara tersebut telah menghentikan konvoi Kepala Staff Angkatan Darat, Letjend Tukur Yusuf Buratai, yang menyebabkan pihak tentara merasa tersinggung. Pihak militer bahkan melemparkan tuduhan, komunitas Syiah Nigeria hendak membunuh petinggi militer tersebut. Meski tuduhan tersebut telah dibantah Syaikh Ibrahim Zakzaki sebagai pimpinan Islamic Movement of Nigeria (IMN) organisasi yang mewadahi komunitas Syiah di negara tersebut, pihak militer tetap melakukan penyerangan dan berambisi hendak membunuh ulama Syiah tersebut.

Disebutkan, ini serangan kedua yang dilakukan tentara kepada komunitas Syiah Nigeria. Setelah sebelumnya aksi unjuk rasa warga muslim Syiah Nigeria pada hari al Quds bulan Ramadhan silam untuk memberikan dukungan moralitas kepada rakyat Palestina dibubarkan secara paksa oleh pihak keamanan dengan berondongan peluru.

Pada sabtu (28/11) silam, acara pertemuan ulama-ulama Syiah di Kano Nigeria, juga diteror bom bunuh diri. Setidaknya aksi teror dari anasir Boko Haram tersebut merenggut 21 nyawa dari warga Syiah. Syaikh Muhammad Turi dari Islamic Movement of Nigeria (IMN) organisasi yang  mengatakan, “Aksi serangan bersenjata dan teror tidak akan menghalangi kami untuk terus menjalankan keyakinan kami.”

Menyusul penyerangan tersebut, ribuan warga Syiah Nigeria melakukan aksi unjuk rasa menentang dan mengutuk aksi penyerangan tersebut.


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

conference-abu-talib
haj 2018
We are All Zakzaky