Berita Majma Jahani Ahlul Bait As:

Teks Lengkap Rekomendasi Muktamar Majma Jahani Ahlul Bait ke-6

Teks Lengkap Rekomendasi Muktamar Majma Jahani Ahlul Bait ke-6

Muktamirin menyatakan bahwa setiap muslim disemua negara Islam diseluruh dunia adalah bersaudara dan bersama-sama akan menghindari serta mencegah segala bentuk hal-hal yang dapat memancing perselisihan dan perpecahan dan bertekad akan menjaga nama baik dan izzah umat Islam di mata internasional.

Menurut Kantor Berita ABNA, setelah melakukan persidangan selama 3 hari sejak dibuka pada sabtu [15/8], Muktamar Majma Jahani Ahlul Bait yang ke-6 telah menghasilkan sejumlah rekomendasi yang dibacakan oleh Hujjatul Islam wa Muslimin Salar pada acara penutupan Muktamar pada hari selasa [18/8] di Tehran.

Dalam penyambutannya sebelum membacakan poin-poin rekomendasi Muktamar, Hujjatul Islam wa Muslimin Salar mengatakan, “Persatuan dikalangan internal Syiah harus menjadi prioritas utama dan pertama oleh semua pengikut maktab Ahlul Bait As. Dikalangan Syiah, kita tidak boleh memberi ruang sedikitpun untuk antara kita saling bertengkar dan saling memaksakan kehendak, terlebih lagi saling berselisih dan berpecah belah satu sama lain.”

Ia menegaskan, “Tugas kita lainnya adalah memperkuat eksistensi Hauzah Ilmiah sebagai tempat memproduksi ide-ide dan kader-kader yang akan melanjutkan perjuangan Islam kedepannya. Dan yang terpenting lainnya, adalah back to Masjid, sebagai basis perjuangan umat Islam. Seorang muslim Syiah tidak boleh jauh dari masjid, dan menjadikan masjid sebagai markas utama pembinaan dan penggemblengan umat Islam untuk lebih mencintai agamanya dan akan memberikan pembelaan sebisanya.”

Berikut teks lengkap hasil keputusan Muktamar Majma Jahani Ahlul Bait As, yang telah berlangsung dari tanggal 15 sampai 18 Agustus 2015 di Tehran dengan dihadiri sekitar 800 tokoh elit Syiah dari 130 negara.

بسم الله الرحمن الرحیم

الحمد لله رب العالمین و الصلاه و السلام علی سیدنا و نبینا محمد و علی اهل‌بیت الطیبین الطاهرین لا سیما بقیة الله فی الارضین

Kita mengucapkan syukur yang tidak terhingga kehadirat Allah Swt yang telah memberikan kita kesempatan untuk menyelesaikan prosesi Muktamar Majma Jahani Ahlul Bait As ke-6 dengan lancar. Muktamar ini dihadiri lebih dari 800 orang peserta dari 130 negara yang berlangsung selama 4 hari, dari tanggal 15-18 Agustus 2015 di ruang pertemuan kepala negara-negara Islam di Tehran, yang bersamaan dengan dimulainya 10 hari keramat.

Muktamar ini dimulai dengan memberikan penghormatan kepada ruh Imam Khomeini As dan juga mengadakan pertemuan dengan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, sembari memperbaharui baiat dan janji kesetiaan.

Hari ini, kita tiba disesi terakhir dari agenda Muktamar, yang setelah sebelumnya para pengurus dan anggota Majma telah melakukan musyawarah dan saling bertukar pikiran mengenai berbagai masalah yang saat ini dihadapi dunia Islam, yang kemudian menelurkan hasil Muktamar yang memberikan penegasan akan pentingnya persatuan umat Islam, dan langkah-langkah taktis untuk mewujudkan persatuan umat Islam dan berdiri dibawah satu bendera Islam yang sama. Berikut rekomendasi muktamar yang dibagi dalam 3 poin utama.

Pertama, internal Syiah

1. Persatuan internal antar sesama muslim Syiah adalah prioritas utama yang harus dikedepankan. Tidak diperkenankan kepada sesama muslim Syiah untuk saling menebar kebencian dan permusuhan, dan harus bekerjasama mencegah masuknya konspirasi musuh dalam barisan saff pengikut Ahlul Bait As.

2. Masjid harus dijadikan markas utama untuk memperkenalkan ilmu-ilmu keislaman dan maarif Ahlul Bait As. Masjid harus dihidupkan dan disemarakkan dengan mengisi kegiatan-kegiatan keislaman didalamnya, shalat berjamaah, menghidupkan tradisi membaca Al-Qur’an didalamnya, dan menyampaikan sunnah-sunnah Nabi Saw, hikmah-hikmah dari Nahjul Balaghah dan maarif Ahlul Bait As.

3. Peran yang tak tertandingi dari wilayatul faqih dan kepemimpinan Rahbar yang memulai kemenangan revolusi Islam dan dengan pengawalan oleh Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran harus terus dilanjutkan. Kekuatan dan kekuasaan yang dimiliki dunia Syiah hari ini berhutang budi pada  posisi penting wilayatul faqih.

4. Hauzah ilmiah adalah lembaga penting dalam menjaga Islam dan kekayaan ilmu-ilmu Islam, karena itu harus semakin diperkuat eksistensinya di seluruh negara-negara muslim. Kaum alim ulama dan para santri sebagai pewaris Islam harus memiliki perhatian serius dan penghormatan yang tinggi kepada semua ulama marja taklid yang tidak dipungkiri kebesaran jasanya dalam menghidupkan dan menjaga syiar dan keilmuan Ahlul Bait As.

5. Kepada rakyat Irak yang pemberani dan segenap jajaran pemerintahannya yang dikarenakan ketaatan penuh yang diberikan kepada ulama marja taklid Syiah Ayatullah al Uzhma Ali Sistani mampu menjaga keselamatan bangsa Irak dan kedaulatan negara tersebut, kami haturkan banyak terimakasih.

6. Universitas-universitas dan lembaga-lembaga keilmuan harus didirikan tetap dalam bingkai kebudayaaan illmiah, dan kepada pengikut Ahlul Bait As tidak diperkenankan untuk mengabaikan dan melalaikan pentingnya keberadaan lembaga-lembaga tersebut, dan diupayakan semaksimal mungkin untuk mencegah terjadinya sekularisme dan mengupayakan agar keilmuan Islam bisa memberikan pengaruh dalam lembaga-lembaga pendidikan tersebut.

7. Menjaga kelestarian dan memperkuat tradisi peringatan Ghadir, Asyura, Arbain dan Mahdawiat sebagai syiar dari ajaran Ahlul Bait As. Alhamdulillah saat ini, dengan jatuhnya rezim thagut di Irak, peringataan Arbain Husaini dapat dilakukan dengan aman dan syiar ini dapat ditunjukkan keseluruh dunia.

8. Kitab Shahifah Sajjadiyah sebagai kitab Zaburnya keluarga Nai Muhammad Saw harus semakin diperkenalkan kepada masyarakat muslim. Pengikut Ahlul Bait As sudah selayaknya memberikan perhatian besar terhadap doa-doa yang terhimpun dalam kitab tersebut dan menjadikannya sebagai wasilah untuk mendekatkan hubungan antara pencipta dengan makhluk-makhlukNya.

9. Pentingnya para muballigh dibekali penguasaan bahasa yang mumpuni termasuk pengenalan kebudayaan dan tradisi masyarakat ditempat muballigh tersebut menyampaikan dakwah dan syiar-syiar Islam. Dianjurkan juga untuk memanfaatkan kecanggihan tekhnologi dan memanfaatkan media-media sosial yang ada, baik cetak maupun elektronik untuk menyampaikan dakwah Islam sekaligus untuk mengcounter dan menghadapi perang media dengan musuh-musuh Islam.

10. Keluarga sebagai pusat pendidikan dan ibu sebagai peletak pertama dan pihak yang paling berpengaruh dalam perkembangan pemikiran dan maknawi anak sebagaimana yang telah disampaikan oleh Imam Khomeini ra, “Laki-laki akan melakukan mi’raj dimulai dari pangkuan seorang perempuan,” harus mendapatkan perhatian khusus. Keluarga harus dijaga sebaik-baiknya dan mendapatkan perbekalan keilmuan agama yang kuat sehingga memiliki filter dari serangan budaya dan interaksi sosial yang merusak.

11. Untuk menjaga pengkut Ahlul Bait As agar tetap mendapatkan hak-haknya dalam bidang budaya, politik, sosial dan bidang ekonomi sudah selayaknya dibentuk LSM-LSM yang bergerak dalam  bidang politik, hukum dan sosial untuk memberikan pembelaan dan perlindungan kepada umat Islam diseluruh dunia.  

12. Pentingnya dibentuk yayasan dan lembaga kemanusiaan semacam dompet dhuafa yang menghimpun dana-dana dari pengikut Ahlul Bait As yang memiliki kemampuan dari sisi ekonomi, sehingga dengan itu dapat memberikan bantuan dan meringankan beban mereka yang lemah dalam masalah ekonomi seperti anak yatim piatu dan kaum fukara. Pembentukan yayasan dan lembaga bantuan kemanusiaan ini harus mendapatkan perhatian serius dari para dermawan dan kaum kaya dari kalangan pengikut Ahlul Bait As dan sudah semestinya menjadikan kedermawanan Imam Ali bin Abi Thalib As sebagai teladan dan contoh yang patut dalam hal ini.

Kedua, dunia Islam

1. Para peserta dalam muktamar ini harus memiliki kekhawatiran yang besar dengan semakin merebaknya paham takfiri dan semakin meluasnya kerusakan yang mereka ciptakan seperti di Irak, Suriah, Lebanon, Afghanistan, Pakistan, Yaman dan di negara-negara lainnya, dan sudah semestinya kita semua mengecam aksi-aksi kekerasan dan terorisme yang mereka lakukan. Muktramirin mendukung negara-negara dalam memerangi terorisme dan melakukan tindakan-tindakan taktis dalam upaya membendung pengaruh takfirisme yang terbukti hanya membawa kerusakan dan menimbulkan bencana kemanusiaan. Setiap warga negara berhak secara bebas, aman dan nyaman dalam menjalankan keyakinan agama dan mazhabnya masing-masing.

2. Muktamirin menyatakan pembelaan dan dukungan kepada rakyat tertindas Palestina untuk mendapatkan kemerdekaannya, termasuk Suriah, Irak, Lebanon, Yaman dan Bahrain didukung atas nama kemanusiaan, akhlak dan kemerdekaan berdaulat.

3. Muktamirin menegaskan diri sebagai pionir-pionir pemersatu umat Islam, sebagai telah ditegaskan dalam Al-Qur’an dan Sunnah mulia Nabi Muhammad Saw bahwa hal tersebut adalah kewajiban bagi segenap muslim. Sebagaimana pesan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, persatuan Islam harus menjadi cita-cita besar bagi setiap muslim dan setiap tindakannya adalah upaya untuk mewujudkan hal tersebut.

4. Muktamirin sebagai penganut ajaran Ahlul Bait As menegaskan akan terus melakukan perlawanan dan penentangan terhadap segala bentuk penindasan dan kezaliman dan memperjuangkan hak-hak setiap muslim. .

5. Muktamirin menyatakan bahwa setiap muslim disemua negara Islam diseluruh dunia adalah bersaudara dan bersama-sama akan menghindari serta mencegah segala bentuk hal-hal yang dapat memancing perselisihan dan perpecahan dan bertekad akan menjaga nama baik dan izzah umat Islam di mata internasional.

Ketiga, dunia internasional

1. Pesan tertulis Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al Uzhma Sayyid Ali Khamenei kepada pemuda Eropa dan Amerika yang disampaikannya dalam bentuk surat adalah bentuk dakwah Islam yang disampaikan kepada penganut agama lain untuk memperkenalkan hakekat Islam dari penganutnya sendiri, bukan Islam yang diperkenalkan oleh Barat yang cenderung tendensius dan dicitrakan negatif. Belajar dari hal itu, dunia internasional harus diperkenalkan mengenai Islam dari sumbernya, bukan dari apa yang dilakukan penganutnya yang terkadang menyimpang dari ajaran Islam itu sendiri.

2. Muktamirin menegaskan dialog agama dan dialog antar mazhab harus dibangun diatas asas keilmiahan, rasionalitas, keadilan dan menjauhi segala bentuk kebencian, permusuhan dan buruk sangka, yang dengan itu ditemukan kesepakatan-kesepakatan bersama untuk menciptakan kehidupan bersama yang lebih baik.

Sebagai penutup, menjaga semangat revolusi yang dikobarkan Imam Khomeini ra dan para syuhada, semoga para pengurus dan anggota Majma Jahani Ahlul Bait As dapat mengawal lembaga ini dan menjalankan amanah dengan baik, kepada segenap pengurus Majma diperiode sebelumnya, kita ucapkan banyak terimakasih, termasuk mendoakan para pendahulu kita khususnya pendiri Majma Jahani Ahlul Bait Almarhum Ayatullah Ashafi ra, agar senantiasa mendapatkan rahmat dan kasih sayang Allah Swt.

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dzulqa’dah 1436 H – Agustus 2015


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

conference-abu-talib
haj 2018
We are All Zakzaky